SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Perang Badar Al-Kubra [12]. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang Badar Al-Kubra [12]. Tampilkan semua postingan

2013/12/17

Perang Badar Al-Kubra [12]



Abdur Rohman bin Auf telah mendapatkan rampasan beberapa baju perang. Dan melihat Umayah bin Khalaf besama putranya, berjalan sambil berkata, “Tinggalkan rampasanmu! Ikutlah kami yang lebih baik daripada rampasanmu!.”
Abdur Rohman meletakkan rampasannya untuk berjalan mengikuti mereka berdua. Dan ditanya oleh Umayah, “Siapa lelaki yang membawa bulu burung Naamah (Unta) itu?.”
Abur Rohman menjawab, “Hamzah bin Abdil-Mutthalib.”
Umayah berkata, “Dia yang pernah melakukan berbuatan tidak terpuji pada kami.”

Bilal melihat Umayah yang dulu pernah menyiksa, ketika dia masih di Makkah. Dulu dia dibawa keluar menuju tanah lapang yang panas. Dibiarkan terlentang dalam keadaan lunglai; setelah disiksa. Rasa sakit makin menyiksa, ketika dadanya ditindih batu besar yang berat. Perasaannya makin sakit, ketika diancam, “Kau akan saya siksa terus! Hingga kau keluar dari agama Muhammad!.”
Bilal berdoa, “Ahad! Ahad!.” Maksudnya ‘ya Allah yang Esa’.

Pada Umayah, Bilal berteriak, “Umayah! Pimpinan kafir! Jika dia hidup; saya tak selamat!” Lalu berteriak ‘hai kaum Anshar! Pimpinan kafir bernama Umayah bin Khalaf! Jika dia hidup; saya tidak selamat!’.
Sejumlah Muslimiin mengepung Umayah dan anaknya. Dalam waktu cepat mereka berdua tewas oleh amukan mereka. Abdur Rohman berkata, “Semoga Allah menyayang Bilal! Baju perang saya hilang dan dua tawanan saya tewas, karena dia.”
Handzalah bin Abi Sufyan dibunuh oleh Ali bin Abi Thalib. [1]


Bersambung

Ponpes Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta

[1] الكامل في التاريخ (2/ 22)
وَكَانَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ قَدْ غَنِمَ أَدْرَاعًا، فَمَرَّ بِأُمَيَّةَ بْنِ خَلَفٍ وَابْنِهِ عَلِيٍّ، فَقَالَا لَهُ: نَحْنُ خَيْرٌ لَكَ مِنْ هَذِهِ الْأَدْرَاعِ. فَطَرَحَ الْأَدْرَاعَ وَأَخَذَ بِيَدِهِ وَبِيَدِ ابْنِهِ وَمَشَى بِهِمَا، فَقَالَ لَهُ أُمَيَّةُ: مَنِ الرَّجُلُ الْمُعَلَّمُ بِرِيشَةِ نَعَامَةٍ فِي صَدْرِهِ؟ قَالَ: حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ. قَالَ أُمَيَّةُ: هُوَ الَّذِي فَعَلَ بِنَا الْأَفَاعِيلَ وَرَأَى بِلَالٌ أُمَيَّةَ، وَكَانَ يُعَذِّبُهُ بِمَكَّةَ، فَيَخْرُجُ بِهِ إِلَى رَمْضَاءِ مَكَّةَ، فَيُضْجِعُهُ عَلَى ظَهْرِهِ، ثُمَّ يَأْمُرُ بِالصَّخْرَةِ الْعَظِيمَةِ فَتُوضَعُ عَلَى صَدْرِهِ، وَيَقُولُ: لَا تَزَالُ هَكَذَا حَتَّى تُفَارِقَ دِينَ مُحَمَّدٍ، فَيَقُولُ بِلَالٌ: أَحَدٌ أَحَدٌ، فَلَمَّا رَآهُ بِلَالٌ قَالَ: أُمَيَّةُ! رَأْسُ الْكُفْرِ! لَا نَجَوْتُ إِنْ نَجَا! ثُمَّ صَرَخَ: يَا أَنْصَارَ اللَّهِ، رَأْسُ الْكُفْرِ رَأْسُ الْكُفْرِ أُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ، لَا نَجَوْتُ إِنْ نَجَا! فَأَحَاطَ بِهِمُ الْمُسْلِمُونَ، وَقُتِلَ أُمَيَّةُ وَابْنُهُ عَلِيٍّ، وَكَانَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَقُولُ: رَحِمَ اللَّهُ بِلَالًا، ذَهَبَتْ أَدْرَاعِي وَفَجَّعَنِي بِأَسِيرِيَّ وَقُتِلَ حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ حَرْبٍ، قَتَلَهُ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ.