SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Abu Hanifah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Abu Hanifah. Tampilkan semua postingan

2013/11/14

Kefahaman Agama




Perlu dicatatpernyataan orang hebat Abu Hanifah’, yang di kalangan umum disebut Imam Hanafi. Kitab Al-Fiqhul-Absath mengabadikan pernyataan tersebut: الفقه الأبسط (ص: 82)
وَقَالَ ابو حنيفَة رَضِي الله عَنهُ الْفِقْه فِي الدّين لأَفْضَل من الْفِقْه فِي الْأَحْكَام وَلِأَن يتفقه الرجل كَيفَ يعبد ربه خير لَهُ من ان يجمع الْعلم الْكثير قَالَ أَبُو مُطِيع قلت فَأَخْبرنِي عَن أفضل الْفِقْه قَالَ ابو حنيفَة ان يتَعَلَّم الرجل الايمان بِاللَّه تَعَالَى والشرائع وَالسّنَن وَالْحُدُود وَاخْتِلَاف الْأمة واتفاقها.
Artinya:
Abu Hanifah RA berkata, “Kefahaman mengenai agama, niscaya lebih utama daripada kefahaman tentang hukum-hukum. Karena lelaki yang memahami cara menyembah Tuhannya, lebih baik baginya daripada mengumpulkan ilmu yang banyak.”
Abu Muthik berkata, “Khabarkan padaku tentang ‘Lebih Utamanya Kefahaman’. Abu Hanifah menjawab ‘lelaki yang mempelajari:
1.     iman pada Allah Taala,
2.     syariat-syariat,
3.     sunnah-sunnah,
4.     aturan-aturan,
5.     perselisihan umat,
6.     dan yang disepaki oleh umat’.” [1]


[1] Meskipun Bukhari tidak mengikuti Madzhab Hanafi, namun cara berpikir dan beribadahnya, lebih banyak mengikuti Imam Hanafi. Buktinya semua yang ditulis ‘qaala ba’dhunnas’ oleh Bukhari; adalah ucapan Imam Hanafi. Selain itu cara Bukhari shalat juga mengikuti Imam Hanafi. Badan, pakaian, dan tempatnya, dibersihkan dan diistimewakan, seperti menghadap Raja Besar.