SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Perut Berisi Ular. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perut Berisi Ular. Tampilkan semua postingan

2011/11/23

Perut Berisi Ular




Imam Ahmad meriwayatkan Hadits bahwa pemakan riba akan disiksa dengan ular besar yang masuk perutnya. Dan banyak syaitan yang menghalang-halangi pandangan insan agar tidak melihat keajaiban-keajaiban dari Tuhan: مسند أحمد - (ج 17 / ص 328)
8286 - حَدَّثَنَا حَسَنٌ وَعَفَّانُ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ وَقَالَ عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَنْبَأَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَبِي الصَّلْتِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي لَمَّا انْتَهَيْنَا إِلَى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ فَنَظَرْتُ فَوْقَ قَالَ عَفَّانُ فَوْقِي فَإِذَا أَنَا بِرَعْدٍ وَبَرْقٍ وَصَوَاعِقَ قَالَ فَأَتَيْتُ عَلَى قَوْمٍ بُطُونُهُمْ كَالْبُيُوتِ فِيهَا الْحَيَّاتُ تُرَى مِنْ خَارِجِ بُطُونِهِمْ قُلْتُ مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ قَالَ هَؤُلَاءِ أَكَلَةُ الرِّبَا فَلَمَّا نَزَلْتُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا نَظَرْتُ أَسْفَلَ مِنِّي فَإِذَا أَنَا بِرَهْجٍ وَدُخَانٍ وَأَصْوَاتٍ فَقُلْتُ مَا هَذَا يَا جِبْرِيلُ قَالَ هَذِهِ الشَّيَاطِينُ يَحُومُونَ عَلَى أَعْيُنِ بَنِي آدَمَ أَنْ لَا يَتَفَكَّرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَوْلَا ذَلِكَ لَرَأَوْا الْعَجَائِبَ
Arti (selain isnadnya): Rasulullah SAW bersabda, “Di malam diisrakkan saya melihat, yakni ketika kami telah sampai langit tujuh: saya mengamati ke atas saya, ternyata ada guntur, kilat, dan petir. Saya mendatangi kaum berperut besar seperti rumah, berisi ular-ular, tampak dari luar perut. Saya bertanya ‘siapa mereka ya Jibril?’. 
Jibril menjawab ‘mereka pemakan riba’. 
Ketika telah turun ke langit dunia, saya mengamati ke bawah saya, ternyata ada debu dan asap. Saya bertanya ‘ini apa ya Jibril?’. 
Dia menjawab ‘inilah para syaitan yang menghalang-halangi mata anak Adam, agar mereka tidak berpikir mengenai kerajaan beberapa langit dan bumi. Kalau tiada itu niscaya mereka melihat keajaiban-keajaiban’.”
Kesimpulan: 1). Makan riba termasuk dosa besar. 2). Berpikir, “Maha Suci Allah yang telah membuat beberapa langit yang sangat luas" Membuat seorang mampu melihat Keajaiban Kekuasaan Tuhan Roman.