SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2016/01/21

Doa Iftitah dan Dzikir





Mewakili kaumnya, Hajjah Yuniar bertanya, “Amalsolih tuliskan doa iftitah yang ‘Alloohumma baaid bainii. Dan dzikir setelah shalat’.”
Abu Hurairah RA menjelaskan, “Dulu Rasulullah SAW diam secara nyata, di antara takbir dan bacaan Al-Fatihah. Saya berkata ‘dengan ayahku dan ibuku, apa yang Baginda katakan di antara takbir dan bacaan Al-Fatihah?’. Beliau bersabda ‘saya berdoa:
Alloohumma baa’id bainii wabaina khothooyaaya kamaa baa’adta bainal masriqi wal maghrib. Alloohumma naqinii minal khotooyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minaddanas. Alloohummaghsil khotooyaaya bil maai watstsalji bal barod. [1]
Arabiknya:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ.
Artinya:
Ya Alloh jauhkan antara saya dan antara kesalahan-kesalahan saya, seperti Kau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Alloh, bersihkan saya dari dosa-dosa saya, seperti pakaian dibersihkan dari kotoran. Ya Alloh, basuhlah kesalahan-kesalahan saya dengan air, salju (es), dan embun.

Abu Hurairah juga menjelaskan, “Kaum Faqir datang pada nabi SAW. Untuk berkata ‘kaum Kaya harta telah meraih derajat-derajat tinggi dan Nikmat yang tetap. Mereka shalat seperti kami, berpuasa seperti kami, dan memiliki sisa harta untuk haji, umroh, jihad, dan shodaqoh. Nabi bersabda ‘maukah kalian saya ceritai (amalan) yang kalau mau mengamalkan:
1.     Kalian menyusul orang yang telah mendahului kalian?
2.     Orang setelah kalian takkan menyusul kalian?
3.     Kalian sebaik-baik orang di antara kaum Kayaraya yang beramal banyak? Keculi orang yang beramal semisal ini nanti? Bertasbih, bertahmid, dan berkbir, 33 X, di belakan tiap shalat’.”
Sumayyin pembawa Hadits ini, berkata, “Maka kami berselisih pendapat. Sebagian kami berkata ‘kita bertasbih 33 X, bertahmid 33 X, dan bertakbir 34 X’. Saya kembali pada Abi Shalih yang lalu menjelaskan ‘kau mengucapkan Subhaanalloohi walhamdu lillaahi walloohu akbar, terus, hingga sebagiannya berjumlah 33 X’.” [2]
Arabiknya: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ.





744 - حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ القَعْقَاعِ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْكُتُ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَبَيْنَ القِرَاءَةِ إِسْكَاتَةً - قَالَ أَحْسِبُهُ قَالَ: هُنَيَّةً - فَقُلْتُ: بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِسْكَاتُكَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالقِرَاءَةِ مَا تَقُولُ؟ قَالَ: " أَقُولُ: اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ "
__________

[تعليق مصطفى البغا]
711 (1/259) -[ش أخرجه مسلم في المساجد ومواضع الصلاة باب ما يقال بين التكبيرة الإحرام والقراءة رقم 598
(هينة) يسيرا من الوقت. (نقني) طهرني منها وامح عني آثارها. (الدنس) الوسخ].
[2] صحيح البخاري (1/ 168)
843 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ سُمَيٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: جَاءَ الفُقَرَاءُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالُوا: ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ مِنَ الأَمْوَالِ بِالدَّرَجَاتِ العُلاَ، وَالنَّعِيمِ المُقِيمِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَلَهُمْ فَضْلٌ مِنْ أَمْوَالٍ يَحُجُّونَ بِهَا، وَيَعْتَمِرُونَ، وَيُجَاهِدُونَ، وَيَتَصَدَّقُونَ، قَالَ: «أَلاَ أُحَدِّثُكُمْ إِنْ أَخَذْتُمْ أَدْرَكْتُمْ مَنْ سَبَقَكُمْ وَلَمْ يُدْرِكْكُمْ أَحَدٌ بَعْدَكُمْ، وَكُنْتُمْ خَيْرَ مَنْ أَنْتُمْ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِ إِلَّا مَنْ عَمِلَ مِثْلَهُ تُسَبِّحُونَ وَتَحْمَدُونَ وَتُكَبِّرُونَ خَلْفَ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ» ، فَاخْتَلَفْنَا بَيْنَنَا، فَقَالَ بَعْضُنَا: نُسَبِّحُ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَنَحْمَدُ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَنُكَبِّرُ أَرْبَعًا وَثَلاَثِينَ، فَرَجَعْتُ إِلَيْهِ، فَقَالَ: تَقُولُ: «سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، حَتَّى يَكُونَ مِنْهُنَّ كُلِّهِنَّ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ»
__________

[تعليق مصطفى البغا]
807 (1/289) -[ش أخرجه مسلم في المساجد ومواضع الصلاة باب استحباب الذكر بعد الصلاة وبيان صفته رقم 595
(الدثور) جمع دثر وهو المال الكثير. (بالدرجات العلا) المراتب العليا في الجنة. (النعيم) ما يتنعم به. (المقيم) الدائم. (فضل من أموال) أموال زائدة عن حاجتهم. (أحدثكم بأمر إن أخذتم) في نسخة (أحدثكم بما إن أخذتم به) . (ظهرانيه) من أنتم بينهم. (منهن كلهن) من كل حملة منهن]
[5970].

2016/01/16

Ali Imran 42 - 45



{وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَى نِسَاءِ الْعَالَمِينَ (42) يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ (43) ذَلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَامَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ (44) إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ (45)} [آل عمران: 42 - 45]

Artinya:
Ketika itu malaikat berkata “Ya Maryam, sungguh Allah telah memilih kau, mensucikan kau, dan memilih kau mengalahkan wanita seluruh alam. [42].

Ya Maryam, tunduklah pada Tuhanmu! Rukuklah! Sujudlah! Dan rukuklah! Bersama kaum Rukuk!.” [43].

Itu sebagian dari cerita-cerita ghoib yang Kami wahyukan padamu. Kau dulu tidak di sisi mereka, ketika mereka meletakkan pene-pena mereka, (untuk menentukan) mana mereka yang merumat Maryam. Dan kau tidak di sisi mereka, ketika mereka berdebat. [44].

Ketika itu malaikat berkata “Ya Maryam, sungguh Allah memberi Khabar, kau, mengenai Kalimat dariNya bernama Al-Masih Isa bin Maryam, terhormat di dunia dan akhirat, dan tergolong kaum Mutaqaribiin (Berdekatan dengan Allah).[45].
Dari Anas: Sungguh Nabi SAW bersabda “Mencukupi padamu, wanita seluruh alam. Maryam ibnatu Imran, Khadijah bintu Khuwailid, Fathimah bintu Muhammad, dan Asiah istri Fir’aun.” [1]

In syaa Allah bersambung.



3878 - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ زَنْجُوَيْهِ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " حَسْبُكَ مِنْ نِسَاءِ العَالَمِينَ: مَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ، وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ وَآسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ ": «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ».
__________

[حكم الألباني] : صحيح.

2016/01/10

Ali Imran 38 - 41



{هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ (38) فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَى مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ (39) قَالَ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَأَتِي عَاقِرٌ قَالَ كَذَلِكَ اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ (40) قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمْزًا وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ (41)} [آل عمران: 38 - 41]


Artinya:
Di sana, Zakariya berdoa pada Tuhannya. Dia berkata “Tuhanku, beri saya Anugerah Keturunan dari sisiMu. Sungguh Engkau Maha Mendengar doa.” [38].

Ibnu Katsir mencatat, “Ketika telah sadar bahwa Allah Taala memberi Maryam AS buah-buahan musim hujan, di waktu kemarau, dan buah-buahan kemarau di musim hujan, maka Zakariya AS berharap memiliki anak. Meskipun telah tua renta, tulangnya lelah rapuh, dan rambutnya telah memutih. Istrinya yang mandul pun telah tua. Namun doanya “Tuhanku, beri saya Anugerah Keturunan dari sisiMu. Sungguh Engkau Maha Mendengar doa” Dibaca dengan samar. [1]

Maka oleh malaikat, dia diseru “Sungguh Allah memberi kau Khabar Gembira, (Anak) Yahya. Mencocoki Kalimat dari Allah, Sayyid (Tuan Besar), Terjaga, dan Nabi yang tergolong kaum Shalih.” [39].
Dia berkata, “Tuhanku, bagaimana mungkin? Saya memiliki anak? Padahal sungguh saya telah dilanda tua? Istri saya juga mandul?” (Allah) menjawab “Seperti itulah Allah, melakukan yang dikehendaki.” [40].


Dia berdoa “Tuhanku, buatkan Tanda untuk saya.” 
Allah menjawab “Tandamu, kau takkan berbicara pada manusia dalam tiga hari, kecuali dengan isarah. Dan sebutlah Tuhanmu sebanyak-banyaknya! Dan bertasbihlah! Di waktu pagi dan sore.” [41].

In syaa Allah bersambung.




لَمَّا رَأَى زَكَرِيَّا، عَلَيْهِ السَّلَامُ، أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَرْزُقُ مَرْيَمَ، عَلَيْهَا السَّلَامُ، فَاكِهَةَ الشِّتَاءِ فِي الصَّيْفِ، وَفَاكِهَةَ الصَّيْفِ فِي الشِّتَاءِ، طَمِعَ حِينَئِذٍ فِي الْوَلَدِ، وَ [إِنْ] كَانَ شَيْخًا كَبِيرًا قَدْ [ضَعُفَ وَ] وَهَن مِنْهُ الْعَظْمُ، وَاشْتَعَلَ رَأْسُهُ شَيْبًا، وَإِنْ كَانَتِ امْرَأَتُهُ مَعَ ذَلِكَ كَبِيرَةً وَعَاقِرًا، لَكِنَّهُ مَعَ هَذَا كُلِّهِ سَأَلَ رَبَّهُ وَنَادَاهُ نِدَاءً خَفيا، وَقَالَ: {رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ} أَيْ: مِنْ عِنْدِكَ {ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً} أَيْ: وَلَدًا صَالِحًا {إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ} .

2016/01/02

Ali Imran 33 – 37




{ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ (33) ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (34) إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (35) فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (36) فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ (37)} [آل عمران: 33 - 37]


Artinya:
Sungguh Alloh telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim AS, dan keluarga Imran, mengalahkan seluruh alam. (33). Sebagai anak-cucu yang sebagian dari sebagiannya. Alloh Maha Dengar Maha Alim. (34)

Ketika (itu) istri Imran [1] berkata, “Tuhanku, sungguh saya telah bernadzar yang di dalam perutku dibebaskan untukMu. Maka terimalah (amalan) dari saya. Sungguh Engkau Maha Dengar Maha Alim. (35).
Muhammad bin Ishaq berkata, “Sebelumnya, Hanah tidak bisa hamil. Suatu hari, dia melihat burung menyuapi makanan anaknya. Hingga dia ingin memiliki anak. Dia berdoa agar Allah ‘azza wajalla memberi anak. Allah mengabulkan doanya. Suami mencoitus hingga dia hamil. Ketika telah yakin bahwa dirinya hamil, bernadzar akan memerdekakan anaknya dari segala pekerjaan, untuk melayani Baitul-Maqdis.” [2]

Maka ketika telah melahirkan (Maryam), dia berdoa, “Ya Tuhanku, sungguh saya telah melahirkan dia, perempuan. (Sedang Allah lebih tahu yang dia lahirkan. Sejak dulu lelaki tidak seperti wanita). Dan sungguh saya telah memberi nama dia ‘Maryam’. Sungguh saya memperlidungkan dia dan anak-cucunya, dari Syaitan yang dirajam.” (36)

Maka Tuhannya menerima (nadzarnya) dengan penerimaan baik. Dan menumbuhkan (Maryam) dengan pertumbuhan baik. (Maryam) dirawat oleh Zakariya. Setiap memasuki Mihrob (yang di dalamnya ada Maryam), Zakariya menjumpai rizqi. Dia berkata, “Bagaimana mungkin? Ini (bisa terjadi) untukmu?” Maryam menjawab “Ini dari sisi Allah. Sungguh Allah memberi rizqi pada orang yang dikehendaki, dengan tanpa hitungan.” (37)


In syaa Allah bersambung.



[1] Istri Imran bernama Hanah binti Faqudz: تفسير ابن كثير (2/ 33)
وَهِيَ حَنَّة بِنْتُ فَاقُوذَ.
[2] تفسير ابن كثير (2/ 33)
قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ: وَكَانَتِ امْرَأَةً لَا تَحْمِلُ، فَرَأَتْ يَوْمًا طَائِرًا يَزُقُّ فَرْخَهُ، فَاشْتَهَتِ الْوَلَدَ، فَدَعَتِ اللَّهَ، عَزَّ وَجَلَّ، أَنْ يَهَبَهَا وَلَدًا، فَاسْتَجَابَ اللَّهُ دُعَاءَهَا، فَوَاقَعَهَا زَوْجُهَا، فَحَمَلَتْ مِنْهُ، فَلِمَا تَحَقَّقَتِ الْحَمْلَ نَذَرَتْهُ أَنْ يَكُونَ {مُحَرَّرًا} أَيْ: خَالِصًا مُفَرَّغًا لِلْعِبَادَةِ، وَلِخِدْمَةِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ.

2015/12/22

Jadwal Ajaran Pondok

JADWAL ASRAMA PONDOK MULYA ABADI 

MULUNGAN - SLEMAN -JOGJAKARTA

TAHUN 2016



sunan i.majah (25 hari)
22 nov 2016 - 16 desember 2016

shohih bukhori (60 hari) 
22 des 2016 - 18 February 2017