SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2015/10/11

Ali Imran 8 - 9




{رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ (8) رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ (9) } [آل عمران: 8، 9]

Artinya:
Ya Tuhan kami, jangan Kau belokkan hati kami, setelah ketika Kau bimbing kami. Dan anugerahi kami Rahmat dari sisiMu. Sungguh Engkau Maha Menganugerahi.[8]

Melalui Ayat ini dan setelahnya, Allah mengajar agar kita berdoa dengan lafal, Robbanaa” karena mustajabah.

Aisyah RA berkata, “Sungguh konon apabila bangun tidur, Rasulullah SAW berdoa:
‘Laa Ilaaha illaa Anta SubhaanaKa Alloohumma astaghfiruKa lidzanbii, wa asaluKa RohmataKa. Alloohumma zidnii ‘ilman walaa tuzigh qolbii ba’da idz hadaiTanii, wahab lii min ladunKa Rohmatan innaKa Antal-Wahhab’. («لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ، اللَّهُمَّ أَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِي، وَأَسْأَلُكَ رَحْمَتَكَ، اللَّهُمَّ زِدْنِي عِلْمًا، وَلَا تُزِغْ قَلْبِي بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنِي، وَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ»).
Artinya, ‘tiada Tuhan yang wajb disembah kecuali Engkau. Maha Suci Engkau ya Allah, saya mohon ampunan padaMu, untuk dosa saya. Dan memohon RohmatMu padaMu. Ya Allah, tambahilah ilmu! Pada saya. Dan jangan Kau simpangkan hati saya! Setelah ketika Kau membimbing saya. Dan beri saya Romat dari sisiMu. Sungguh Engkau Maha Menganugerahi’. [1]

Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Pengumpul manusia, di hari yang tiada keraguan di dalamnya. Sungguh Engkau takkan menyelisihi janji. [9]
Mengumpulkan manusia di hari Kiamat, benar-benar telah direncanakan oleh Allah. Dan takkan diselisihi.

Bersambung.

Ponpes Mulya Abadi Mulungan

2015/10/09

Langkah Baru





{ إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (10) فَضَرَبْنَا عَلَى آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا (11) ثُمَّ بَعَثْنَاهُمْ لِنَعْلَمَ أَيُّ الْحِزْبَيْنِ أَحْصَى لِمَا لَبِثُوا أَمَدًا (12) نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى (13)} [الكهف: 10 - 13]
صحيح البخاري (1/ 133)
660 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ بُنْدَارٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، قَالَ: حَدَّثَنِي خُبَيْبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الإِمَامُ العَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ، فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ، أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ "
__________

[تعليق مصطفى البغا]
629 (1/234) -[ش أخرجه مسلم في الزكاة باب فضل إخفاء الصدقة رقم 1031
(سبعة) أشخاص وكل من يتصف بصفاتهم. (ظله) ظل عرشه وكنف رحمته. (معلق في المساجد) أي شديد الحب لها والملازمة للجماعة فيها. (اجتمعا عليه) اجتمعت قلوبهما وأجسادهما على الحب في الله. (تفرقا) استمرا على تلك المحبة حتى فرق بينهما الموت. (طلبته) دعته للزنا. (ذات منصب) امرأة لها مكانة ووجاهة ومال ونسب. (أخفى) الصدقة وأسرها عند إخراجها. (لا تعلم شماله) كناية عن المبالغة في السر والإخفاء. (خاليا) من الخلاء وهو موضع ليس فيه أحد من الناس. (ففاضت عيناه) ذرفت بالدموع إجلالا لله وشوقا إلى لقائه]
[ر 1357، 6114، 6421]

2015/10/08

Hadits Maudhuk




Ponpes Mulya Abadi membaca Segala Puji untuk Allah. Sholawat dan Salam atas Rasulillah SAW, keluarga, dan sahabatnya. Adapun selanjutnya: Hadits maudhuktidak boleh diriwayatkan kecuali dengan:
1.    Keterangan ‘letak maudhuknya’.
2.    Menyuruh waspada dalam mengamalkan, pada  yang tahu tentangmaudhuk atau tidaknya.

Dalam kitab Alfiyahnya, Al-‘Iraqi menulis:
“Hadits terjelek, berita maudhuk. Yaki kebohongan yang dikarang dan diolah. Apapun keadaan penjelasannya, (ahli Hadits) tidak memperbolehkan seorang Alim, menyampaikan. Selama dia tidak menjelaskan keadaan (Hadits maudhuk) tersebut.”

Orang yang meriwayatkan beberapa Hadits, agar memastikan yang dinisbat (digolong)kan pada Rasul SAW. Agar yang oleh nabi SAW belum pernah sabdakan, maka tidak diisnad (disandar)kan pada beliau SAW.” HR Muslim.

Dua Sabda dari nabi SAW:
“Barangsiapa menceritakan dari saya yang dia ketahui sebagai Hadits Bohong, berarti dia termasuk kaum Bohong.”
“Barangsiapa berkata mengatasnamakan saya yang tidak saya sabdakan, maka hendaklah menempati tempat duduknya berupa api neraka.” Shohih.  

Penyusun kitab Thol’ul-Anwar yang membahas Mushtholahatul-Hadits, berkata, “Muslim belum pernah mengatakan ‘nabi bersada’ tanpa dasar riwayat (isnad). Karena takut bohong.

Ponpes Mulya Abadi menulis, “Klik rujukan.”


Dan ketika penulis menjelaskan, “Ini nukilan dari Al-Maudhuaat” Berarti telah menjelaskan ‘ini Hadits Maudhuk’. Karena yang di dalam kitab tersebut, Hadits-Hadits maudhuk, sesuai namanya.

2015/10/05

Tiga Kali Dada Dibelah




Sungguh riwayat Dada Nabi SAW Dibelah 3X kuat:
1.     Ketika beliau masih kecil, di sisi Halimah. Untuk diambil dagingnya yang diistilahkan: “Bagian Syaitan darimu.” Hadits tentang ini tsabit (kuat) dan shahih, dikeluarkan oleh Muslim dan lainnya. Riwayat Muslim dari Anas bin Malik RA: ‘Sungguh di saat bermain bersama anak-anak, nabi SAW didatangi oleh Jibril AS. Beliau ditangkap dan dibaringkan, dibelah dadanya, dan dikeluarkan hatinya. Untuk diambil alaqah (daging kecil)nya’. Jibril AS berkata ‘ini bagian Syaitan darimu’. Lalu dicuci di dalam baskom emas, dengan air Zamzam. Lalu dadanya dikembalikan, dan hatinya dimasukkan lagi di tempatnya. Sejumlah anak-anak bergegas menuju pengasuhnya SAW. Mereka berkata ‘sungguh Muhammad telah dibunuh’. Mereka bergegas berdatangan; beliau SAW berubah warna kulitnya. Anas berkata ‘saya pernah melihat bekas jarum di dada beliau SAW. Lafal ‘pengasuh’ maksudnya yang menyusui, yakni Halimah yang dimaklumi.
2.     Ketika akan diutus sebagai Nabi SAW, agar hatinya mampu menerima Wahyu, dan agar kesuciannya sempurna. Dalam Fathul-Bari, Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Pembelahan Dada Ketika Akan Diutus” Kuat, sebagaimana Abu Nuaim mengeluarkan Hadits tersebut, di dalam Addalaail. Sejumlah sejarahwan menjelaskan Pembelahan Dada ini.
3.     Ketika akan Isra wamiraj, untuk persiapan bermunajah (berbisik-bisik) dengan Allah. (Klik rujukan).

2015/09/28

Tatakerama




Mengatakan anaknya yang belum bisa bertanggung jawab, “Dia anak tidak bertanggung jawab!” Sepertinya benar, tapi kurang tepat. Karena kalimat itu bisa menjadi:
1.     Doa.
2.     Penilaian.
3.     Atau pernyataan putus asa.
4.     Menyelisihi ajaran nabi SAW “Al-Fael.”
Mestinya berkata, “Hasbiyalloohu laa Ilaaha illaa Huwa ‘alaiHi tawakkaltu wa Huwa Robbul ‘Arsyil ‘Azhiiiim (حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ)” Artinya ‘semoga Allah membereskan (urusan) saya. Tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Dia. KepadaNya saya berserah. Dia Tuhan Arasy Maha Agung’.
Boleh ditambahi doa: