SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2015/08/22

Doa Yarhamuka Allooh

Image result for ‫يرحمك الله‬‎




Ada yang bertanya, “Bolehkan mendoakan rahmat, dengan kalimat ‘yarhamuka Allooh’ atau rohimaka Allooh?’.
Saya menjawab, “Boleh. Abu Bakr Asshiddiq RA sahabat Rasulillah SAW, pernah melakukan demikian. Yakni berkatasemoga kalian disayang oleh Allah’.” [1]
Amer bin Syuaib juga pernah berkata, “Saya pernah duduk di sisi Said bin Al-Musayyab (termasuk Tabiin). Ternyata mereka melaporkan ‘sejumlah kaum, menyatakan:
Segala sesuatu telah diqodar oleh Allah, kecuali amalan’.”
Demi Allah, saya belum pernah melihat Said marah yang lebih sangat daripada saat itu. Hingga dia ingin berdiri, tapi lalu reda, dan berkata, “Berbicaralah mengenai qodar! Demi Allah, saya telah mendengar pernyataan, yang membuat mereka jelek. Kasihan, apa mereka tidak tahu?.”
Saya berkata, Yarhamukallaah (Semoga Allah sayang kau), ya Aba Muhammad, apa maksudnya?.”
Beliau memandang saya. Sebagian kemarahannya telah reda, dana berkata, “Rofik bin Khodij pernah mengajar saya ‘sungguh dia telah mendengar Rasulallah SAW bersabda:
Kaum dari umatku nanti, akan mengkufuri Allah dan Al-Qur’an, namun tidak sadar. Seperti kaum Yahudi dan Nashrani telah kufur’.”
Saya berkata, “Saya sebagai tebusan tuan ya Rasulallah, bagaimana mungkin bisa demikian?.”
Beliau berdabda, “Mereka mengimani sebagian qodar, dan mengkufuri sebagiannya.”
Saya bertanya, “Lalu apa yang mereka ucapkan?.”
Beliau bersabda:
“Mereka berkata ‘semua kebaikan dari Allah; semua kejelekan dari Syaitan’.
Mereka telah mengamalkan Kitab Allah, namun mengkufuri sebagian Al-Qur’an, setelah beriman dan faham. Yang dijumpai oleh umatku berupa permusuhan, kebenciaan, dan perdebatan karena faham tersebut, maka mereka Zindiq (Kafir)nya ini umat. Di zaman itu pemimpin menganiaya mereka. Mereka dianiaya, dilanda penyelewengan dan pilih kasih (diperlakukan beda). Lalu Allah akan mengirim penyakit Thoun yang akan menghabisi umumnya mereka. Setelah itu akan ada kaum terbenam, hanya sedikit sekali yang selamat. Saat itu orang iman sedikit senangnya, banyak susahnya. Lalu akan ada siksa rubah bentuk. Umumnya mereka dirubah bentuk oleh Allah, menjadi kera-kera dan babi-babi. Tak lama setelah itu, Dajjal muncul.”

Rasulullah SAW menangis, hingga kami juga menangis.
Pertanyaan kami, “Apa yang membuat tuan menangis?” 
Dijawab, “Kasihan mereka yang sama celaka. Karena di antara mereka, ada yang ahli ibadah. Ada yang ahli ijtihad. Hanya mereka bukan yang mengawali menyebarkan faham seperti itu. Mereka juga sedih dengan kenyataan yang ada. Sungguh umumnya Bani Israil dulu disiksa, juga karena mendustakan qodar.”
Saya berkata, “Saya telah dijadikan tebusan tuan (kalimat penghormatan), ya Rasulallah, katakan pada saya ‘bagaimanakah beriman dengan qodar itu?’.” 
Beliau bersabda, “Kau beriman pada Allah yang Esa. Tak ada seorang yang menguasai madhorot maupun manfaat, selain Dia. Iman dengan adanya Surga dan Neraka. Mengetahui bahwa Surga dan Neraka telah dicipta oleh Allah, sebelum semua makhluq (bumi) diciptakan. Lalu Allah mencipta Ciptaan yang dikehendaki, untuk dimasukkan ke Surga atau ke Neraka, sebagai KeadilanNya. Semua beramal sesuai kodar yang telah ditentukan.”
Saya berkata, “Allah dan RasulNya telah benar.” [2]   

Ponpes Mulya Abadi Mulungan


وقام فيهم خطيبا فحمد الله عز وجل وقال: يا أيها الناس رحمكم الله تعالى اعلموا أن الله فضلكم بالإسلام وجعلكم من أمة محمد عليه الصلاة والسلام.
4270 - حَدَّثَنَا أَبُو مُسْلِمٍ الْكَشِّيُّ، ثنا حَجَّاجُ بْنُ نُصَيْرٍ، ثنا حَسَّانُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْكَرْمَانِيُّ عَمُّ عَطِيَّةَ بْنِ عَطِيَّةَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، قَالَ: كُنْتُ عِنْدَ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ جَالِسًا فَذَكَرُوا أَنَّ أَقْوَامًا يَقُولُونَ قَدَّرَ اللهُ كُلَّ شَيْءٍ مَا خَلَا الْأَعْمَالِ، قَالَ: فَوَاللهِ مَا رَأَيْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيِّبِ غَضِبَ غَضَبًا أَشَدَّ مِنْهُ حَتَّى هَمَّ بِالْقِيَامِ ثُمَّ سَكَنَ، فَقَالَ: تَكَلَّمُوا بِهِ أَمَا وَاللهِ لَقَدْ سَمِعْتُ فِيهِمْ حَدِيثًا كَفَاهُمْ بِهِ شَرًّا، وَيْحَهُمْ أَوَ يَعْلَمُونَ؟ فَقُلْتُ: يَرْحَمُكَ اللهُ يَا أَبَا مُحَمَّدٍ وَمَا هُوَ؟ قَالَ: فَنَظَرَ إِلَيَّ وَقَدْ سَكَنَ بَعْضُ غَضَبِهِ، فَقَالَ: حَدَّثَنِي رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «يَكُونُ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِي يَكْفُرُونَ بِاللهِ وبِالْقُرَآنِ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ كَمَا كَفَرَتِ الْيَهُودُ، وَالنَّصَارَى» ، قَالَ: قُلْتُ: جُعِلْتُ فِدَاكَ يَا رَسُولَ اللهِ وَكَيْفَ ذَاكَ؟، قَالَ: «يُقِرُّونَ بِبَعْضِ الْقَدَرِ ويَكْفُرُونَ بِبَعْضِهِ» قَالَ: قُلْتُ: ثُمَّ مَا يَقُولُونَ؟ قَالَ: " يَقُولُونَ: الْخَيْرُ مِنَ اللهِ وَالشَّرُّ مِنْ إِبْلِيسَ، فَيُقِرُّونَ عَلَى ذَلِكَ كِتَابَ اللهِ ويَكْفُرُونَ بِالْقُرْآنِ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَالْمَعْرِفَةِ، فَمَا يَلْقَى أُمَّتِي مِنْهُمْ مِنَ الْعَدَاوَةِ وَالْبَغْضَاءِ وَالْجِدَالِ أُولَئِكَ زَنَادِقَةُ هَذِهِ الْأُمَّةِ فِي زَمَانِهِمْ يَكُونُ ظُلْمُ السُّلْطَانِ، فَيَنَالُهُمْ مِنْ ظُلْمٍ وَحَيْفٍ وَأَثَرَةٍ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ طَاعُونًا فَيُفْنِي عَامَّتَهُمْ، ثُمَّ يَكُونُ الْخَسْفُ فَمَا أَقَلَّ مَا يَنْجُو مِنْهُمْ، الْمُؤْمِنُ يَوْمَئِذٍ قَلِيلٌ فَرَحُهُ، شَدِيدٌ غَمُّهُ، ثُمَّ يَكُونُ الْمَسْخُ فَيَمْسَخُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَامَّةَ أُولَئِكَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ، ثُمَّ يَخْرُجُ الدَّجَّالُ عَلَى أَثَرِ ذَلِكَ قَرِيبًا "، ثُمَّ بَكَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَكَيْنَا لِبُكَائِهِ، قُلْنَا: مَا يُبْكِيكَ؟ قَالَ: «رَحْمَةً لِهَمِّ الْأَشْقِيَاءِ، لِأَنَّ فِيهِمُ الْمُتَعَبِّدَ، وَمِنْهُمُ الْمُجْتَهِدَ، مَعَ أَنَّهُمْ لَيْسُوا بِأَوَّلِ مَنْ سَبَقَ إِلَى هَذَا الْقَوْلِ، وَضَاقَ بِحَمْلِهِ ذَرْعًا، إِنَّ عَامَّةَ مَنْ هَلَكَ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِالتَّكْذِيبِ بِالْقَدَرِ» قُلْتُ: جُعِلْتُ فِدَاكَ يَا رَسُولَ اللهِ فَقُلْ لِي كَيْفَ الْإِيمَانُ بِالْقَدَرِ؟ قَالَ: «تُؤْمِنُ بِاللهِ وَحْدَهُ وَأَنَّهُ لَا يَمْلِكُ مَعَهُ أَحَدٌ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَتُؤْمِنُ بِالْجَنَّةِ وَالنَّارِ وَتَعْلَمُ أَنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ خَالِقُهُمَا قَبْلَ خَلْقِ الْخَلْقِ، ثُمَّ خَلَقَ خَلْقَهُ فَجَعَلَهُمْ مَنْ شَاءَ مِنْهُمْ لِلْجَنَّةِ، وَمَنْ شَاءَ مِنْهُمْ لِلنَّارِ، عَدْلًا ذَلِكَ مِنْهُ، وَكُلٌّ يَعْمَلُ لِمَا فُرِغَ لَهُ وَهُوَ صَائِرٌ إِلَى مَا فُرِغَ مِنْهُ» قُلْتُ: صَدَقَ اللهُ وَرَسُولُهُ.

2015/08/20

Khotbah Iblis

Image result for ‫ابليس‬‎

Bismillaahir Romaanir Rohiiim


Rasulullah SAW bersabda, “Bila Allah telah mengumpulkan dan menghukumi kaum Awal dan kaum Akhir, dan telah selesai, kaum Iman akan berkata ‘Tuhan kita telah menghukumi kita. Siapakah yang akan bersyafaat untuk kita pada Tuhan kita? Pergilah pada Adam! Dia kakek kita, yang dicipta oleh Allah dengan TanganNya, dan diajak berdialog’.”
Mereka datang pada Adam AS, untuk berbicara. Intinya mohon agar dia mau bersyafaat (pada Allah) untuk mereka.
Adam berkata, “Mintalah pada Nuh AS!.”
Mereka datang pada Nuh AS yang ternyata menunjuk Ibrahim AS.
Mereka datang dan minta tolong pada Ibrahim AS, yang ternyata menunjuk Musa AS.
Mereka datang dan minta tolong pada Musa AS yang ternyata menunjuk Isa bin Maryam AS.
Mereka datang dan minta tolong pada Isa AS, yang menyambut, “Kalian saya tnjukkan yang bisa bersyafaat untuk kalian, ‘Nabi Umi SAW’.”
Mereka datang pada saya.
(Setelah bersujud), saya diberi Ijin Berdiri oleh Allah. Majlis saya mengeluarkan aroma semerbak, seperti wewangian paling harum yang dicium oleh seorang. Hingga saya datang pada Tuhanku Tabaroka wa Taala. Syafaat saya diterima. Mulai dari rambut hingga ujung kuku saya, diberi nur oleh Allah.
Kaum Kafir akan berkata, “Kaum Iman ini telah menjumpai penyafaat mereka. Lalu siapa yang akan bersyafaat untuk kita?.”
Orang-orang menjawab, “Dialah Iblis yang telah menyesatkan kita.”
Mereka datang pada Iblis, dan berkata, “Kaum Iman telah menemukan penyafaat mereka, maka berdirilah! Bersyafaat untuk kami. Karena engkau yang dulu membuat kami tersesat.”
Majlis Iblis mengeluarkan aroma tidak sedap, yang pernah dicium seorang. Dan dia mendatangkan mereka ke Jahannam.

Nabi SAW membaca, “Ketika segala perkara telah diselesaikan, Syaitan berkata ‘sungguh Allah telah menjanjikan janji hak, pada kalian. Saya dulu juga telah menjanjikan pada kalian, namun saya selisihi’.” [Qs Ibrahim 22]. [1]

Semoga Cerita Islami selanjutnya lebih bermanfaat. (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ) Aamiiiin.


[1] المعجم الكبير للطبراني (17/ 320)
887 - حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ مِقْلَاصٍ، ثَنَا أَبِي ح، وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْحَاقَ التُّسْتَرِيُّ، ثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَا: ثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي ابْنُ نُعَيْمٍ، عَنْ دُخَيْنٍ الْحَجْرِيِّ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِذَا جَمَعَ اللهُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ وَقَضَى بَيْنَهُمْ وَفَرَغَ مِنَ الْقَضَاءِ بَيْنَهُمْ، قَالَ الْمُؤْمِنُونَ: قَدْ قَضَى بَيْنَنَا رَبُّنَا فَمَنْ يَشْفَعُ لَنَا إِلَى رَبِّنَا، انْطَلِقُوا بِنَا إِلَى آدَمَ فَإِنَّهُ أَبُونَا وَخَلَقَهُ اللهُ بِيَدِهِ وَكَلَّمَهُ، فَيَأْتُونَهُ فَيُكَلِّمُوهُ أَنْ يَشْفَعَ لَهُمْ فَيَقُولُ: عَلَيْكُمْ بِنُوحٍ فَيَأْتُونَ نُوحًا، فَيَدُلُّهُمْ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، فَيَأْتُونَ إِبْرَاهِيمَ، فَيَدُلُّهُمْ عَلَى مُوسَى، فَيَأْتُونَ مُوسَى، فَيَدُلُّهُمْ عَلَى عِيسَى، ثُمَّ يَأْتُونَ عِيسَى، فَيَقُولُ: أَدُلُّكُمْ عَلَى النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ، فَيَأْتُونِي فَيَأْذَنُ اللهُ لِي أَنْ أَقُومَ، فَيَثُورُ مَجْلِسِي مِنْ أَطْيَبِ رِيحٍ شَمَّهَا أَحَدٌ حَتَّى آتِيَ رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَيُشَفِّعَنِي وَيَجْعَلَ لِي نُورًا مِنْ شَعْرِ رَأْسِي إِلَى ظُفْرِ قَدَمِي، ثُمَّ يَقُولُ الْكُفَّارُ: هَذَا قَدْ وَجَدَ الْمُؤْمِنُونُ مَنْ يَشْفَعُ لَهُمْ فَمَنْ يَشْفَعُ لَنَا فَيَقُولُونَ: مَا هُوَ غَيْرَ إِبْلِيسَ هُوَ الَّذِي أَضَلَّنَا فَيَأْتُونَهُ فَيَقُولُونَ: قَدْ وَجَدَ الْمُؤْمِنُونَ مَنْ يَشْفَعُ لَهُمْ فَقُمْ أَنْتَ فَاشْفَعْ لَنَا فَإِنَّكَ أَنْتَ أَضْلَلْتَنَا فَيَقُومُ فَيَثُورُ مَجْلِسُهُ أَنْتَنَ رِيحٍ شَمَّهَا أَحَدٌ، ثُمَّ يُورِدُهُمْ جَهَنَّمَ وَيَقُولُ عِنْدَ ذَلِكَ، {وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ}[إبراهيم: 22] ".

Iblis Bermoncong





Cerita Islami: Doa Selamat dari Iblis

Dalam Hadits Addailami dijelaskan, “Sungguh Iblis bermoncong seperti anjing. Moncong diletakkan di hati anak Adam, untuk membisikkan:
1.     Syahwat.
2.     Kenikmatan.
3.     Angan-angan.
4.     Keraguan, agar bimbang (pada kebenaran). 
Bila seorang hamba berdoa:
‘Auudzu billaahis Samii’il ‘Aliimi minas Syaithoonir rojiiim. Wa a’uudzu billaahi an yahdhuruuni. Innallooha Huwas Samii’ul ‘Aliimu’.
(Arabiknya: أَعُوذُ بِاللهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطاَنِ الرَّجِيمِ وَأَعُوذُ بِاللهِ أَنْ يَحْضُرُونِ إِنَّ اللهَ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ.
Artinya: Saya berlindung pada Allah yang Maha Dengar Maha Alim, dari Syaitan yang dirajam. Saya berlindung pada Allah, jika mereka datang pada saya. Sungguh Allah Maha Dengar Maha Alim).
Maka Iblis membenamkan moncongnya dijauhkan dari hati anak Adam.” [1]


Ponpes Mulya Abadi Mulungan


1266 - "إن إبليس له خرطوم كخرطوم الكلب واضعه على قلب ابن آدم يذكره الشهوات واللذات ويأتيه بالأماني ويأتيه بالوسوسة على قلبه ليشككه في ربه، فإذا قال العبد أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرجيم وأعوذ بالله أن يحضرون إن الله هو السميع العليم خنس الخرطوم عن القلب". (الديلمي عن معاذ).