SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2015/07/29

Dirajam Kaumnya Cerita Islami Ponpes




Terjemahan dari Ibnu Katsir
In syaa Allah Bersambung

Allah berkisah, “(Pada para Utusan), mereka berkata ‘sungguh kami mendapatkan nasib jelek karena kalian! Jika kalian serius tak mau menghentikan (dakwah)! Niscaya kami akan merajam kalian! Atau siksa pedih dari kami akan menyentuh kalian secara nyata!’.
Mereka menjawab ‘nasib jelek kalian bersama kalian. Masyak jika kalian diberi peringatan, (berakibat mendapatkan nasib jelek)? Yang benar justru kalian ini kaum melampaui batas’.
Dari ujung kota, seorang lelaki datang bergegas, untuk berkata ‘hai kaumku! Ikutilah para Utusan ini! Ikutilah orang yang tidak minta upah kalian! Mereka mendapatkan bimbingan’.”

Ibnu Abbas RA, Kaeb Al-Ahbar, dan Waheb bin Munabbih, berkata, “Penduduk desa tersebut akan membunuh tiga Utusan. Tiba-tiba seorang lelaki dari ujung kota datang dengan bergegas, untuk menyelamatkan mereka dari serangan masa.”

Ibnu Abbas RA, Kaeb Al-Ahbar, dan Waheb bin Munabbih, berkata, “Lelaki yang datang tersebut bernama Habib. Dia yang pekerjaannya membuat tali itu, terserang penyakit lepra. Dia ahli shodaqoh, setengah dari penghasilannya dishodaqohkan. Wawasannya cemerlang.”

Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas RA juga berkata, “Naman tokoh utama dalam Surat Yaasiin, Habib. Dia terserang penyekit lepra.”

Abu Mijlaz melengkapi Cerita Islami, “Nama dia Habib bin Maro.”
Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas RA melengkapi Cerita Islami, “Naman tokoh utama dalam surat Yaasiin, Habib Annajar (tukang kayu). Dia dibunuh oleh kaumnya.”

Assuddi menambahkan Cerita Islami, “Pekerjaan dia mencuci pakaian.”
Umar bin Al-Hakam menjelaskan, “Pekerjaan dia tukang kayu.”
Qatadah berkata, “Pekerjaan dia di sana, beribadah di dalam gua.” [1]

Semoga Cerita Islami selanjutnya, lebih bermanfaat. Alloohumma aamiiiin. Bianna laKal-Hamd.


[1] تفسير ابن كثير (6/ 570)
{وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ (20) اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ (21) وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (22) أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلا يُنْقِذُونِ (23) إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ (24) إِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ (25) } .
قَالَ ابْنُ إِسْحَاقَ -فِيمَا بَلَغَهُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَكَعْبِ الْأَحْبَارِ وَوَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ-: إِنَّ أَهْلَ الْقَرْيَةِ هَمّوا بِقَتْلِ رُسُلِهِمْ فَجَاءَهُمْ رَجُلٌ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ يَسْعَى، أَيْ: لِيَنْصُرَهُمْ مِنْ قَوْمِهِ -قَالُوا: وَهُوَ حَبِيبٌ، وَكَانَ يَعْمَلُ الْجَرِيرَ -وَهُوَ الْحِبَالُ-وَكَانَ رَجُلًا سَقِيمًا قَدْ أَسْرَعَ فِيهِ الْجُذَامُ، وَكَانَ كَثِيرَ الصَّدَقَةِ، يَتَصَدَّقُ بِنِصْفِ كَسْبِهِ، مُسْتَقِيمَ النَّظْرَةِ.)
وَقَالَ ابْنُ إِسْحَاقَ عَنْ رَجُلٍ سَمَّاهُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ مِقْسَم -أَوْ: عَنْ مُجَاهِدٍ-عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: [كَانَ] اسْمُ صاحب يس حبيب، وَكَانَ الْجُذَامُ قَدْ أَسْرَعَ فِيهِ.
وَقَالَ الثَّوْرِيُّ، عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ، عَنْ أَبِي مجْلَز: كَانَ اسْمُهُ حَبِيبَ بْنَ مَرَى.
وَقَالَ شَبِيبُ بْنُ بِشْرٍ، عَنْ عِكْرِمَة، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ [أَيْضًا] قَالَ: اسْمُ صَاحِبِ يس حَبِيبٌ النَّجَّارُ، فَقَتَلَهُ قَوْمُهُ.
وَقَالَ السُّدِّيُّ: كَانَ قَصَّارا. وَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْحَكَمِ: كَانَ إِسْكَافًا. وَقَالَ قَتَادَةُ: كَانَ يتعبد في غار هناك.
{قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ} : يَحُضُّ قَوْمَهُ عَلَى اتِّبَاعِ الرُّسُلِ الَّذِينَ أَتَوْهُمْ، {اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا} أَيْ: عَلَى إِبْلَاغِ الرِّسَالَةِ، {وَهُمْ مُهْتَدُونَ} فِيمَا يَدْعُونَكُمْ إِلَيْهِ، مِنْ عِبَادَةِ اللَّهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ.

2015/07/28

Dirajam Kaumnya Cerita Islami Ponpes





In syaa Allah Bersambung

Setelah merajam tiga Rasul Allah AS, kaum Habib Annajar menyiksa dan membunuh Habib Annajar penderita lepra.
Dalam Mafatihul-Ghoib, dijelaskan:
“Pembahasan awal FirmanNya ‘dari ujung kota, datang lelaki dengan bergegas’. Lelaki (rojul) di sini dibuat isim nakiroh, padahal dia di sisi Allah, jelas telah diketahui (makrifat). Karena:
1.       Sebagai pernyataan bahwa lelaki sempurna tersebut, orang hebat. Karena membela kebenaran yang disampaikan oleh para Utusan. Dia bernama Habib Annajar, pekerjaannya memahat patung. Namun dia telah beriman pada Nabi Muhammad sebelum lahirnya SAW. Dia tergolong Ulama dalam bidang Kitab Allah. Melalui Kitab, dia tahu sifat-sifat dan setatus Muhammad SAW, sebagai Utusan Allah.
2.       Firman ‘yas’aa - dengan bergegas’ sebagai penjelasan dan petunjuk, agar kaum iman mau memberikan nasehat dengan serius. Kami jelaskan faedah dari FirmanNya ‘min aqshol madiinah – dari ujung kota’, yakni ujung kota Anthokiah. Tiga Utusan menyampaikan Risalah hingga ujung kota.[1]

“Habib Annajar penderita lepra, bergegas dari ujung kota, karena mendengar berita, ‘tiga Utusan akan dirajam dan disiksa’.” [2]

Dalam Al-Kassyaf, Azzamakhsyari menjelaskan:
“Lelaki yang oleh Allah dijelaskan ‘datang dengan bergegas’ Habib bin Israil Annajar. Pekerjaannya memahat patung. Dia tergolong orang yang beriman pada Rasulillah SAW. Padahal jarak antara dia dengan Nabi SAW, 600 tahun. Seperti Tubak Al-Akbar, Waraqah dan lainnya, telah beriman pada Nabi SAW sebelum diutus. Padalah umunya orang beriman pada Nabinya, setelah diutus. 
Ada yang berkata ‘tadinya dia sedang beribadah di dalam gua. Setelah mendengar berita Tiga Utusan Akan Dirajam atau Disiksa oleh masa, dia datang untuk menjelaskan agamanya, dan membantah kaum kafir’. 
Mereka membentak ‘masyak kau menyelisihi agama kami?!’. 
Mereka mengeroyok untuk membunuh dia.
Ada yang berkata ‘dengan kaki, mereka menginjak-injak Habib Annajar. Hingga isi perut keluar dari duburnya’.
Ada yang berkata ‘dia dirajam’ dan berdoa ‘ya Allah! Bimbinglah kaumku!’. 
Makam dia di pasar Anthokiah. Setelah dia tewas, Allah murka hingga mereka dibinasakan melalui ‘teriakan Jibril AS’.” [3]

Semoga Cerita Islami selanjutnya, lebih bermanfaat. Alloohumma aamiiiin.


[1] تفسير الرازي = مفاتيح الغيب أو التفسير الكبير (26/ 263)
الْمَسْأَلَةُ الْأُولَى: قَوْلُهُ: وَجاءَ مِنْ أَقْصَا الْمَدِينَةِ رَجُلٌ فِي تَنْكِيرِ الرَّجُلِ مَعَ أَنَّهُ كَانَ مَعْرُوفًا مَعْلُومًا عِنْدَ اللَّهِ فَائِدَتَانِ الْأُولَى: أَنْ يَكُونَ تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ أَيْ رَجُلٌ كَامِلٌ فِي الرُّجُولِيَّةِ/ الثَّانِيَةُ: أَنْ يَكُونَ مُفِيدًا لِظُهُورِ الْحَقِّ مِنْ جَانِبِ الْمُرْسَلِينَ حَيْثُ آمَنَ رَجُلٌ مِنَ الرِّجَالِ لَا مَعْرِفَةَ لَهُمْ بِهِ فَلَا يقال إنهم تواطؤا، وَالرَّجُلُ هُوَ حَبِيبٌ النَّجَّارُ كَانَ يَنْحِتُ الْأَصْنَامَ وقد آمن بمحمد صلى الله عليه وآله وَسَلَّمَ قَبْلَ وُجُودِهِ حَيْثُ صَارَ مِنَ الْعُلَمَاءِ بِكِتَابِ اللَّهِ، وَرَأَى فِيهِ نَعْتَ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عليه وآله وَسَلَّمَ وَبَعْثَتَهُ.

[2] تفسير البغوي - طيبة (7/ 14)
فَلَمَّا بَلَغَهُ أَنَّ قَوْمَهُ قَصَدُوا قَتْلَ الرُّسُلِ جاءهم {قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ}.

[3] تفسير الزمخشري = الكشاف عن حقائق غوامض التنزيل (4/ 10)
رَجُلٌ يَسْعى هو حبيب بن إسرائيل النجار، وكان ينحت الأصنام، وهو ممن آمن برسول الله صلى الله عليه وآله وسلم، وبينهما ستمائة سنة كما آمن به تبع الأكبر وورقة بن نوفل وغيرهما، ولم يؤمن بنبي أحد إلا بعد ظهوره. وقيل: كان في غار يعبد الله، فلما بلغه خبر الرسل أتاهم وأظهر دينه وقاول الكفرة، فقالوا: أو أنت تخالف ديننا، فوثبوا عليه فقتلوه وقيل: توطئوه بأرجلهم حتى خرج قصبه من دبره. وقيل: رجموه وهو يقول: اللهم اهد قومي، وقبره في سوق أنطاكية، فلما قتل غضب الله عليهم فأهلكوا بصيحة جبريل عليه السلام.

Nabi Kalahkan




Abu Umamah RA berkisah, “Dulu, ada jawara dari keluarga besar Hasyim yang sangat kuat, namanya Rukanah. Pekerjaan lelaki musyrik ini, menggembala kawanan kambing, di jurang Idhm.
Suatu hari, nabi SAW keluar sendirian dari rumah Aisyah RA, menuju jurang tersebut, dan dijumpai oleh Rukanah. Dan disapa, ‘hai Muhammad! Kau yang mencaci Tuhan-Tuhan Lata dan Uza? Dan berdakwah agar menyembah Tuhanmu Al-Aziizul-Hakiim? (Yang Maha Mulia Maha Bijak). Kalau tidak ada hubungan famili antara saya dan kau, saya tidak sudi berbicara baik-baik dengan kau! (Kau langsung saya bunuh!) Kau saya beri kesempatan berdoa pada Al-Aziizul-Hakiim? Agar selamat dari serangan saya! Dalam urusan ini, saya menawarkan pada kau! Kau akan saya serang! Dan kau boleh berdoa pada Al-Aziizul-Hakiim! Agar menolong mengalahkan saya! Karena saya juga akan berdoa pada Tuhan Lata dan Uza! Kalau bisa mengalahkan saya! Kau berhak memiliki 10 kambing saya. Terserah mana yang kau pilih!’
Saat itu, nabi SAW menjawab, ‘ya, kalau memang itu yang kau inginkan’.
Mereka berdua telah siaga, dan berdoa. Nabi berdoa pada Al-Aziizul-Hakiim. 
Rukanah berdoa pada Lata dan Uza, ‘hari ini, tolonglah saya, mengalahkan Muhammad’. 
Nabi SAW menangkap untuk membanting dan menduduki dada Rukanah
Dengan terkapar, Rukanah minta ‘berdirilah. Ini jelas bukan kau yang mengalahkan saya. Ini jelas tindakan Tuhanmu Al-Aziizul-Hakiim! Lata dan Uza kalah, di sini! Belum pernah ada orang yang mampu mengalahkan saya, sebelum ini!’.

Kata Rukanah ‘ulangi lagi! Kalau bisa mengalahkan lagi, kau berhak mendapatkan 10 kambing lagi. Terserah yang kau pilih!’.
Nabi dan Rukanah telah siaga, dan berdoa seperti sebelumnya. 
Dengan gerak cepat, nabi menangkap untuk membanting dan menduduki perut Rukanah.
Rukanah berkata ‘berdirilah! Yang mengalahkan saya ini jelas bukan kau! Tetapi Tuhanmu Al-Aziizul-Hakiim! Saya telah dibuat hina oleh Tuhan Lata dan Uza. Seorang pun, belum pernah ada yang mampu merobohkan saya, sebelum kau’.
(Setelah mempersiapkan seluruh tenaga), Rukanah berkata ‘ulangi lagi! Kalau bisa mengalahkan saya, kau berhak mengambil 10 kambing saya. Terserah mana yang kau pilih’.
Nabi SAW dan Rukanah telah siaga, dan telah berdoa seperti sebelumnya. Dengan gerak cepat, nabi menangkap untuk membanting Rukanah yang ketiga kalinya. 
Rukanah berkata ‘yang mengalahkan saya ini, bukan kau. Tapi Tuhanmu Al-Aziizul-Hakiim! Saya dibuat hina oleh Tuhan Lata dan Uza! Ambillah kambing saya 30 ekor! Pilihlah yang kau sukai!’.
Nabi SAW bersabda ‘bukan itu yang saya kehendaki. Saya ini mengajak agar kau Islam. Agar kau bebas dari Api Neraka. Islamlah agar selamat!’.
Dia menjawab ‘nggak mau! Kecuali jika kau menunjukkan Mukjiat pada saya!’.
Nabi bersbada ‘Allah menjadi saksi atas kau! Kalau saya telah berdoa pada Tuhanku, hingga saya mampu menunjukkan Mukjiat! Kau harus mengabulkan ajakanku?’.
Dia menjawab ‘betul!’.
Oleh nabi SAW, pohon samurah (kelampis) bercabang dan beranting, ditunjuk dan diperintah ‘kemari! Dengan Izin Allah!’. 
Tiba-tiba pohon terbelah menjadi dua. Lengkap dengan batang dan cabangnya, (akar) sebagian pohon keluar dari tanah, untuk berjalan ke hadirat Nabi Allah SAW. 
Rukanah masih di situ, (terperangah).
Rukanah berkata ‘kau telah menunjukkan Keanehan Luar Biasa pada saya. Coba perintahlah! Agar pohon ini kembali lagi!’.
Nabi bersabda ‘Allah sebagai Saksimu, jika doa saya dikabulkan olehNya, kau harus mengabulkan ajakanku?’.
Dia menjawab ‘betul!’.
Setelah diperintah oleh nabi SAW, belahan pohon berjalan, untuk kembali dan bersatu lagi dengan belahannya.

Pada Rukanah, nabi perintah ‘islamlah! Kau akan selamat!’.
Rukanah menjawab ‘memang saya telah menyaksikan keajaiban luar biasa’. Namun saya takkan mau, para wanita dan anak-anak Madinah mengatakan ‘saya Islam karena takut kau’. Mereka tahu bahwa saya belum pernah dikalahkan oleh seorang. Di waktu siang maupun malam, saya tak pernah merasa takut siapapun. Ambillah kawanan kambing! Dan pilihah!’.
Nabi bersabda ‘kalau kau nggak mau Islam, saya takkan menerima kawanan kambingmu!’.
Nabi pulang meninggalkan Rukanah.
Abu Bakr dan Umar datang ke rumah Aisyah, mencari nabi SAW. Dan diberi kabar bahwa ‘nabi sedang pergi’ ke Jurang Idhm. Yaitu jurang yang tiap hari dikunjungi oleh Rukanah pemiliknya. Sontak mereka berdua mencari nabi SAW. Dan khawatir jika beliau SAW dibunuh oleh Rukanan. 
Tanah-tanah tinggi didaki oleh mereka berdua RA.
Tiba-tiba mereka berdua bertemu nabi SAW, yang sedang dalam perjalanan pulang. Mereka memanggil ‘ya Nabi Allah! Bagaimana mungkin baginda bisa keluar dari kawasan ini tanpa kawan? Padahal baginda tahu bahwa ini wilayah kekuasaan Rukanah? Dia termasuk pembunuh yang sangat kuat. Dan termasuk orang paling mendustakan baginda?’.
Setelah tersenyum, nabi bersabda ‘bukankah Allah telah berfirman’ pada saya ‘Allah akan menjaga kau dari (serangan) manusia (والله يعصمك من الناس) ?’ Sungguh serangan dia, takkan membahayakan saya, ‘karena saya disertai oleh Allah’.
Semua yang dilakukan, hingga takjubnya Rukanah, diceritakan oleh nabi SAW. Hingga mereka berdua takjub dan bertanya ‘betulkah baginda mampu mengalahkan Rukanah?’ Demi yang telah mengutus baginda dengah hak, belum pernah ada orang yang mampu mengalahkan dia.
Nabi bersabda ‘karena saya berdoa pada Tuhanku, agar saya bisa mengalahkan dia. Tuhan saya menolong dengan belasan kekuatan, ditambah sepuluh kekuatan’.”
Abu Abdil Malik yang ada di dalam isnad Hadits ini, adalah Ali bin Yazid Assyami. Dia tidak kuat (dalam urusan Hadits). Namun ada Hadits yang memperkuat Hadits ini. Wallohu a’lam. [1]

Semoga Cerita Islami selanjutnya, lebih bermanfaat. Alloohumma aamiiiin.


[1] وهذه المراسيل تدل على أن للحديث الموصول فيه أصلا وهو ما : أخبرنا أبو بكر محمد بن الحسن بن علي بن المؤمل ، أنبأنا أبو أحمد محمد بن محمد بن أحمد بن إسحاق الحافظ ، أنبأنا أبو عروبة الحسين بن أبي معشر السلمي بحران ، حدثنا محمد بن وهب ، حدثنا محمد بن سلمة ، عن أبي عبد الرحيم وهو خالد بن أبي يزيد ، قال : حدثني أبو عبد الملك ، عن القاسم ، عن أبي أمامة قال : كان رجل من بني هاشم يقال له ركانة وكان من أقتل الناس وأشده وكان مشركا وكان يرعى غنما له في واد (1) يقال له إضم فخرج نبي الله صلى الله عليه وسلم من بيت عائشة ذات يوم فتوجه قبل ذلك الوادي فلقيه ركانة وليس مع النبي صلى الله عليه وسلم أحد فقام إليه ركانة فقال : يا محمد ، أنت الذي تشتم آلهتنا اللات والعزى ، وتدعو إلى إلهك العزيز الحكيم ، ولولا رحم بيني وبينك ما كلمتك الكلام - يعني أقتلك - ولكن ادع إلهك العزيز الحكيم ينجيك مني ، وسأعرض عليك أمرا ، هل لك أن أصارعك وتدعو إلهك العزيز الحكيم يعينك علي ، فأنا أدعو اللات والعزى ، فإن أنت صرعتني فلك عشر من غنمي هذه تختارها ، فقال عند ذلك نبي الله صلى الله عليه وسلم : « نعم إن شئت » . فاتخذا ودعا نبي الله صلى الله عليه وسلم إلهه العزيز الحكيم أن يعينه على ركانة ، ودعا ركانة اللات والعزى : أعني اليوم على محمد ، فأخذه النبي صلى الله عليه وسلم فصرعه وجلس على صدره ، فقال ركانة : قم فلست أنت الذي فعلت بي هذا ، إنما فعله إلهك العزيز الحكيم ، وخذله اللات والعزى وما وضع جنبي أحد قبلك . فقال له ركانة : عد فإن أنت صرعتني فلك عشر أخرى تختارها ، فأخذه نبي الله صلى الله عليه وسلم ودعا كل واحد منهما إلهه كما فعلا أول مرة ، فصرعه (2) نبي الله صلى الله عليه وسلم فجلس على كبده ، فقال له ركانة : قم فلست أنت الذي فعلت بي هذا ، إنما فعله إلهك العزيز الحكيم ، وخذله اللات والعزى ، وما وضع جنبي أحد قبلك ، فقال له ركانة : عد فإن أنت صرعتني فلك عشر أخرى تختارها فأخذها فأخذه نبي الله صلى الله عليه وسلم ودعا كل واحد منهما إلهه فصرعه نبي الله صلى الله عليه وسلم الثالثة فقال له ركانة : لست أنت الذي فعلت بي هذه وإنما فعله إلهك العزيز الحكيم وخذله اللات والعزى فدونك ثلاثين شاة من غنمي فاخترها ، فقال له النبي صلى الله عليه وسلم : « ما أريد ذلك ، ولكني أدعوك إلى الإسلام يا ركانة ، وأنفس بك أن تصير إلى النار إنك إن تسلم تسلم » ، فقال له ركانة : لا ، إلا أن تريني آية ، فقال له نبي الله صلى الله عليه وسلم : « الله عليك شهيد إن أنا دعوت ربي فأريتك آية لتجيبنني إلى ما أدعوك إليه ؟ » ، قال : نعم . وقريب منه شجرة سمر (3) ذات فروع وقضبان فأشار إليها نبي الله صلى الله عليه وسلم وقال لها : « أقبلي بإذن الله » ، فانشقت باثنتين فأقبلت على نصف شقها وقضبانها وفروعها حتى كانت بين يدي نبي الله صلى الله عليه وسلم وبين ركانة ، فقال له ركانة : أريتني عظيما فمرها فلترجع ، فقال له نبي الله صلى الله عليه وسلم : « عليك الله شهيد إن أنا دعوت ربي عز وجل أمر بها فرجعت لتجيبنني إلى ما أدعوك إليه ؟ » قال : نعم . فأمرها فرجعت بقضبانها وفروعها حتى التأمت بشقها ، فقال له النبي صلى الله عليه وسلم : « أسلم تسلم » ، فقال له ركانة : ما بي إلا أن أكون رأيت عظيما ، ولكني أكره أن تتحدث نساء المدينة وصبيانهم أني إنما جئتك لرعب دخل قلبي منك ، ولكن قد علمت نساء أهل المدينة وصبيانهم أنه لم يضع جنبي قط ، ولم يدخل قلبي رعب ساعة قط ليلا ولا نهارا ، ولكن دونك فاختر غنمك . فقال له النبي صلى الله عليه وسلم : « ليس لي حاجة إلى غنمك إذ أبيت أن تسلم » . فانطلق نبي الله صلى الله عليه وسلم راجعا وأقبل أبو بكر وعمر رضي الله عنهما يلتمسانه في بيت عائشة فأخبرتهما أنه قد توجه قبل وادي إضم وقد عرف أنه وادي ركانة لا يكاد يخطئه ، فخرجا في طلبه وأشفقا أن يلقاه ركانة فيقتله فجعلا يصعدان على كل شرف ويتشرفان مخرجا له إذ نظرا إلى نبي الله صلى الله عليه وسلم مقبلا فقالا : يا نبي الله ، كيف تخرج إلى هذا الوادي وحدك وقد عرفت أنه جهة ركانة ، وأنه من أقتل الناس وأشدهم تكذيبا لك ، فضحك إليهما النبي صلى الله عليه وسلم ثم قال : « أليس يقول الله عز وجل لي : ( والله يعصمك من الناس (4) ) إنه لم يكن يصل إلي والله معي » فأنشأ يحدثهما حديثه والذي فعل به والذي أراه فعجبا من ذلك فقالا : يا رسول الله ، أصرعت ركانة ، فلا والذي بعثك بالحق ما نعلم أنه وضع جنبه إنسان قط ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : « إني دعوت ربي فأعانني عليه ، وإن ربي عز وجل أعانني ببضع عشرة وقوة عشرة » . أبو عبد الملك هذا علي بن يزيد الشامي ، وليس بقوي ، إلا أن معه ما يؤكد حديثه والله أعلم
__________
(1)
الوادي : كل منفرج بين الجبال والتلال ، يكون مسلكا للسيل ومنفذا
(2)
الصرع : السقوط والوقوع
(3)
السَّمُر : هو ضربٌ من شجَرَ الطَّلح، الواحدة سَمُرة
(4)
سورة : المائدة آية رقم : 67.