SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2014/09/30

Taqfu (تَقْفُ) Menengkuk



Kalau dilarang, “Jangan menengkuk! Nya!”
Pasti nyonya bingung, “Apa maksudnya?.”
Dalam Al-Qur’an, “Walaa taqfu” Adalah ‘jangan menengkuk!’ [1]
Artinya jangan hanya di belakang tengkuk
Maksudnya, “Jangan hanya mengikuti di belakang tengkuk”
Maksudnya, “Harus tau ilmunya, Nduk.”


[1] { وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ } [الإسراء: 36].

Talak Sebelum Jimak



Kajian Bersambung
{لَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ أَوْ تَفْرِضُوا لَهُنَّ فَرِيضَةً وَمَتِّعُوهُنَّ عَلَى الْمُوسِعِ قَدَرُهُ وَعَلَى الْمُقْتِرِ قَدَرُهُ مَتَاعًا بِالْمَعْرُوفِ حَقًّا عَلَى الْمُحْسِنِينَ () وَإِنْ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ إِلَّا أَنْ يَعْفُونَ أَوْ يَعْفُوَ الَّذِي بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ () } [البقرة: 236، 237].


Artinya:
Tiada dosa atas kalian jika mentalak wanita, di waktu mereka belum kalian sentuh (jimak), atau kalian (belum) menentukan maskawin untuk mereka. Berilah bekal mereka! Atas orang yang rizqinya luas, kadar kira dia. Atas yang miskin, kadar kira dia. Sebagai bekal bil-makruf. Hak atas kaum Muhsin (Pelaku Kebaikan). (236)

Jika kalian mentalak mereka (istri), sejak sebelum kalian sentuh (jimak), padahal kalian telah menentukan maskawin dengan pasti untuk mereka, maka (kalian berhak menarik) setengah yang telah kalian tentukan. Kecuali jika mereka (mantan istri), atau (suami) yang tangannya (memegang) akad nikah, mengampuni (mengikhlaskan maskawin). Jika kalian mengampuni (mengikhlaskan maskawin), lebih dekat pada taqwa. Jangan melupakan keutamaan di antara kalian! Sungguh Allah Maha Melihat pada yang kalian amalkan. (237). 

Ponpes Mulya Abadi Mulungan

2014/09/29

Laksanakan Pesan Guru Besar


Bukhari berkata, “Kami berada di sisi Ishaq bin Rahawaih yang berkata:
‘Hendaklah kalian menyusun kitab ringkasan! Untuk Hadits shohih, yakni Sunnah Rasulillah SAW!’.
Perintah tersebut bersarang di ruang hati saya. Hingga saya menghimpun Kumpulan Hadits Shohih. Kami meriwayatkan dengan isnad tsabit (kokoh).”

Sulaiman berkata, “Saya pernah mendengar Bukhari berkata ‘saya pernah bermimpi melihat nabi SAW. Sungguh saya seperti berhenti di depan beliau SAW. Kipas yang saya pegang, saya kipaskan untuk beliau’. 
Setelah saya tanyakan, sebagian kaum Penakbir Mimpi menjelaskan ‘kau akan menyingkirkan berita bohong agar jauh dari nabi SAW’. Itulah yang mendorong saya, mengeluarkan kitab Jamik Shohih. [1]



Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia



[1] فتح الباري لابن حجر (1/ 7)
قَالَ أَبُو عبد الله مُحَمَّد بن إِسْمَاعِيل البُخَارِيّ كُنَّا عِنْد إِسْحَاق بن رَاهَوَيْه فَقَالَ لَو جمعتم كتابا مُخْتَصرا لصحيح سُنَّةُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَوَقع ذَلِك فِي قلبِي فَأخذت فِي جمع الْجَامِع الصَّحِيح وروينا بِالْإِسْنَادِ الثَّابِت عَن مُحَمَّد بن سُلَيْمَان بن فَارس قَالَ سَمِعت البُخَارِيّ يَقُول رَأَيْت النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم وكأنني وَاقِف بَين يَدَيْهِ وَبِيَدِي مروحة اذب بهَا عَنهُ فَسَأَلت بعض المعبرين فَقَالَ لي أَنْت تذب عَنهُ الْكَذِب فَهُوَ الَّذِي حَملَنِي على إِخْرَاج الْجَامِع الصَّحِيح.

2014/09/27

Abu Bakr RA Berjasa



Enam orang, yang ketujuh Bilal, dimerdekakan oleh Abu Bakr RA. Karena Islam:
1.     Amir bin Fuhairah RA, veteran Perang Badar dan Uhud. Wafat pada perang Biru Maunah.
2.     Ummu Syumais.
3.     Zinnirah. Ketika dimerdekakan, matanya buta. Kaum Quraisy berkata, “Yang membutakan matanya, Tuhan Lata dan Uzza!” Dia membantah, “Mereka bohong! Demi Baitullah! Lata dan Uzza tidak membahayakan dan tidak bermanfaat!.” (Mungkin beliau tidak tau bahwa bersumpah dengan selain Nama Allah, dilarang). Sontak Allah menyembuhkan 'kebutaanya'.
4.     Annahdiyah.
5.     Anak perempuan Annahdiyah. Dua budak ini, milik wanita keluarga Abdiddar. Ketika sedang diperintah menumbuk padi (gandum), oleh majikannya, Abu Bakr lewat. Majikan bersumpah, “Demi Allah aku tak akan memerdekakan kalian! Selamanya!” Abu Bakr perintah, “Merdekakan budakmu! Hai Umma fulan!” Dia membantah, “Kau saja yang memerdekakan! Karena kau yang membuat menderita!” Abu Bakr bertanya, “Saya beli berapa harganya?” Dia menjawab, “Sekian dan sekian” Abu Bakr berkata, “Harga dia sudah saya setujui, untuk dimerdekakan! Hai, kalian berdua kembalilah menumbuk! Untuk dia!” Mereka berdua menjawab, “Masyak kami sudah selesai dari perbudakan, masih disuruh kembali lagi (seperti budaknya)?” Abu Bakr berkata, “Ini kalau kalian mau.”
6.     Di wilayah kampung Bani Adi, Abu Bakr bertemu budak perempuan Muslimah, keluarga Bani Muammal, yang disiksa oleh Umar yang saat itu masih musyrik. Agar meninggalkan Islam. Ketika telah capek, Umar berkata pada Abu Bakr, “Saya jelaskan agar kau maklum. Saya berhenti menyiksa karena punggung saya capek. Namun kau berkata ‘Allah akan menindak kau, seperti ini’.” Budak dibeli untuk dimerdekakan oleh Abu Bakr RA. [1]

Ponpes Mulya Abadi Mulungan



من أعتقهم أَبُو بكر مَعَ بِلَال:
ثُمّ أَعْتَقَ مَعَهُ عَلَى الْإِسْلَامِ قَبْلَ أَنْ يُهَاجِرَ إلَى الْمَدِينَةِ سِتّ رِقَابٍ بِلَالٌ سَابِعُهُمْ عَامِرُ بْنُ فُهَيْرَةَ، شَهِدَ بَدْرًا وَأُحُدًا، وَقُتِلَ يَوْمَ بِئْرِ مَعُونَةَ شَهِيدًا، وَأُمّ شُمَيْسٍ وَزِنّيرَةُ، وَأُصِيبَ بَصَرُهَا حِينَ أَعْتَقَهَا، فَقَالَتْ قُرَيْشٌ: مَا أَذْهَبَ بصرها إِلَّا اللات وَالْعُزّى ; فَقَالَتْ كَذَبُوا - وَبَيْتِ اللهِ - مَا تضر اللات وَالْعُزّى، وَمَا تَنْفَعَانِ فَرَدّ اللهُ بَصَرَهَا وَأَعْتَقَ النّهْدِيّةَ وَبِنْتَهَا، وَكَانَتَا لِامْرَأَةِ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدّارِ فَمَرّ بِهِمَا وَقَدْ بَعَثَتْهُمَا سَيّدَتُهُمَا بِطَحِينِ لَهَا، وَهِيَ تَقُولُ وَاَللهِ لَا أُعْتِقُكُمَا أَبَدًا، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ حِلّا يَا أُمّ فُلَانٍ فَقَالَتْ حِلّ أَنْتَ أَفْسَدْتهمَا فَأَعْتَقَهُمَا ; قَالَ فَبِكَمْ هُمَا؟ قَالَتْ بِكَذَا وَكَذَا، قَالَ قَدْ أَخَذْتهمَا وَهُمَا حُرّتَانِ أَرْجِعَا إلَيْهَا طَحِينَهَا، قَالَتَا: أوَ نَفْرُغُ مِنْهُ يَا أَبَا بَكْرٍ ثُمّ نَرُدّهُ إلَيْهَا؟ قَالَ وَذَلِكَ إنْ شِئْتُمَا وَمَرّ بِجَارِيَةِ بَنِي مُؤَمّلٍ حَيّ مِنْ بَنِي عَدِيّ بْنِ كَعْبٍ، وَكَانَتْ مُسْلِمَةً وَعُمَرُ بْنُ الْخَطّابِ يُعَذّبُهَا لِتَتْرُكَ الْإِسْلَامَ وَهُوَ يَوْمَئِذٍ مُشْرِكٌ وَهُوَ يَضْرِبُهَا، حَتّى إذَا مَلّ قَالَ إنّي أَعْتَذِرُ إلَيْك، إنّي لَمْ أَتْرُكْ إلّا مَلَالَةً فَتَقُولُ كَذَلِكَ فَعَلَ اللهُ بِك، فَابْتَاعَهَا أَبُو بكر فَأعْتقهَا..

Abu Jahl



Abu Jahl


Nama lengkap Abu Jahl, Amer bin Hisyam bin Al-Mughirah bin Abdillah bin Amer bin Makhzum. (Dalam Perang Badar), dia dipukul dengan pedang, oleh Muadz bin Amer bin Jamuh. Lalu dipatahkan kakinya.
Tangan Muadz diputus dan dibuang oleh Anak Abu Jahl, Ikrimah.
(Dengan pedang), Muawwidz bin Afra (seorang remaja), memukul hingga Abu Jahl tak berdaya. Korban ditinggalkan dengan nafas tersengal. Yang membunuh dan memutus lehernya, Abdullah bin Masud RA. Setelah diperintah oleh Rasulillah SAW, agar Abu Jahl dicari di pertengahan mayat yang berserakan.

Saudara Abu Jahl, Ash bin Hisyam bin Mughirah, dibunuh oleh Umar RA. [1]



Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia


[1] الروض الأنف (5/ 209)
أَبُو جَهْلِ بْنُ هِشَامٍ - وَاسْمُهُ عَمْرُو بْنُ هِشَامِ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ مَخْزُومٍ - ضَرَبَهُ مُعَاذُ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْجَمُوحِ، فَقَطَعَ رِجْلَهُ وَضَرَبَ ابْنُهُ عِكْرِمَةُ يَدَ مُعَاذٍ فَطَرَحَهَا، ثُمّ ضَرَبَهُ مُعَوّذُ ابْنُ عَفْرَاءَ حَتّى أَثْبَتَهُ ثُمّ تَرَكَهُ وَبِهِ رَمَقٌ ثُمّ ذَفّفَ عَلَيْهِ عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُودٍ وَاحْتَزّ رَأْسَهُ حِينَ أَمَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُلْتَمَسَ فِي الْقَتْلَى - وَالْعَاصُ بْنُ هِشَامِ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ عُمَرَ بْنِ مَخْزُومٍ، قَتَلَهُ عُمَرُ بْنُ الْخَطّابِ.