SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2014/06/29

Shalat Belum Sempurna

Dalam Hadits Qudsi dijelaskan:
((ليس كل مصلٍ يصلي، إنما أتقبل الصلاة ممَّن تواضع لعظمتي، وكفَّ شهواته عن محارمي، ولم يصرَّ على معصيتي، وأطعم الجائع، وكسا العُريان، ورحم المصاب، وآوى الغريب، كل ذلك لي، وعزتي وجلالي إن نور وجه لأضوءُ عندي من نور الشمس على أن أجعل الجهالة له حلما والظلمة نورا، يدعوني فألبيه، ويسألني فأعطيه، ويقسم عليَّ فأبرُّه، أكلأه بقربي، وأستحفظه ملائكتي، مثله عندي كمثل الفردوس لا يمس ثمرها ولا يتغير حالها )) ه

Semua orang shalat, belum shalat. Sungguh shalat yang Aku terima hanya dari orang yang tawadhuk (merendah) karena KeagunganKu, mengendalikan syahwatnya menjauhi KeharamanKu, tidak menetapi maksiat padaKu, memberi makanan pada orang kelaparan, memberi busana pada kaum telanjang, mengasihani orang yang terkena musibah, dan memberi tempat pada orang asing. Semua itu dilakukan karena Aku. Demi Kejayaan dan KeagunganKu, di SisiKu, nur wajah dia lebih terang daripada sinar matahari. Karena sebab dia:
1). Orang sangat bodoh, Aku jadikan bijaksana. 
2). Kegelapan, Aku jadikan terang.
Dia berdoa padaKu; Aku menjawab, "Labbaik."
Dia minta padaKu; Aku memberi dia.
Dia bersumpah atas NamaKu; Aku berbuat baik padanya.
Dia Aku anugerahi: Dekat Aku.
Aku menyuruh para MalaikatKu, agar menjaga dia.
Gambaran kehebatan dia di SisiKu, seperti Firdaus yang buah-buahannya tidak bisa disentuh oleh orang sembarangan, yang keadaannya takkan berubah.

2014/06/27

Walau anna ahlal quraa

Masih banyak yang mengartikan, "Walau anna ahlal quraa," 'Sekiranya penghuni desa-desa'. Mungkin karena menganggap Firman ini, hanya pengandaian. Sehingga dia mengartikan walau anna 'sekiranya'. Padahal hingga kapanpun 'inna' dan 'anna' artinya sungguh atau sesungguhnya. Memang huruf 'walau anna' yang asalnya 'lau anna' adalah pengandaian. Tetapi karena Allah yang berfirman, maka pengandaian ini, justru menyingkapkan ilmu yang harus diketahui. Karena Allah Maha Pandai. Dan juga, perlu diketahui bahwa dalam kaidah bahasa Arab 'lau' atau 'walau' harus diletakkan di depan 'anna'.


Al-Maqsud:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

2014/06/23

Qod Aflachal Muzhidul Mujhid



Qod Aflachal Muzhidul Mujhid.

Qod Aflachal Muzhidul Mujhid. Artinya, “Sungguh beruntung orang yang tirakat kenceng, bekerja keras.”
Kebanyakan murid KH Nurhasan memaknai dan menjelaskan Hadits di atas demikian. Secara lengkap, Hadits di atas demikian:

 -حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا الْجُرَيْرِيُّ، عَنْ أَبِي السَّلِيلِ، قَالَ: وَقَفَ عَلَيْنَا رَجُلٌ فِي مَجْلِسِنَا بِالْبَقِيعِ، فَقَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، أَوْ عَمِّي، أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبَقِيعِ وَهُوَ يَقُولُ: " مَنْ يَتَصَدَّقُ بِصَدَقَةٍ أَشْهَدُ لَهُ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ "، قَالَ: فَحَلَلْتُ مِنْ عِمَامَتِي لَوْثًا أَوْ لَوْثَيْنِ، وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أَتَصَدَّقَ بِهِمَا، فَأَدْرَكَنِي مَا يُدْرِكُ بَنِي آدَمَ، فَعَقَدْتُ عَلَيَّ عِمَامَتِي، فَجَاءَ رَجُلٌ وَلَمْ أَرَ بِالْبَقِيعِ رَجُلًا أَشَدَّ سَوَادًا أَصْغَرَ مِنْهُ، وَلَا أَدَمَّ بِعَيْنٍ بِنَاقَةٍ لَمْ أَرَ بِالْبَقِيعِ نَاقَةً أَحْسَنَ مِنْهَا، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ أَصَدَقَةٌ؟ قَالَ: " نَعَمْ "، قَالَ: دُونَكَ هَذِهِ النَّاقَةَ، قَالَ: فَلَمَزَهُ رَجُلٌ، فَقَالَ: هَذَا يَتَصَدَّقُ بِهَذِهِ، فَوَاللهِ لَهِيَ خَيْرٌ مِنْهُ، قَالَ: فَسَمِعَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: " كَذَبْتَ بَلْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ، وَمِنْهَا " ثَلَاثَ مِرَارٍ، ثُمَّ قَالَ: " وَيْلٌ لِأَصْحَابِ الْمِئِينَ مِنَ الْإِبِلِ " ثَلَاثًا، قَالُوا: إِلَّا مَنْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: " إِلَّا مَنْ قَالَ بِالْمَالِ هَكَذَا وَهَكَذَا "، وَجَمَعَ بَيْنَ كَفَّيْهِ عَنْ يَمِينِهِ، وَعَنْ شِمَالِهِ، ثُمَّ قَالَ: " قَدْ أَفْلَحَ الْمُزْهِدُ الْمُجْهِدُ، ثَلَاثًا، الْمُزْهِدُ فِي الْعَيْشِ، الْمُجْهِدُ فِي الْعِبَادَةِ " (1)
__________
(1) إسناده ضعيف لجهالة الراوي عنه أبو السليل، وإذا كان هذا مجهولاً فأبوه أو عمه مجهول مثله. يزيد: هو ابن هارون، والجريري: هو سعيد بن إياس، وأبو السَّليل: هو ضُرَيب بن نُقير. وأخرجه عبد الله بن أحمد في زياداته على "الزهد" ص 173-174 من طريق جعفر بن سليمان الضُّبعي، والطبري في "تفسيره"10/196-197 من طريق إسماعيل ابن عُليّة، كلاهما عن الجريري، بهذا الإسناد. قال السندي: قوله: "لَوْثاً أو لَوْثين" أي: لفَّة أو لَفَّتين. "ما يدرك بني آدم ": يعني من البخل. "المُزهِد" من الإزهاد، أي: المُقِل في العيش.   "المُجْهد" من الإجهاد، أي: المتعب نفسه في العبادة.


Artinya:
Seorang lelaki telah berhenti di Majlis kami, di Baqik. Dia berkata, “Ayah atau paman saya, bercerita pada saya ‘sungguh dia pernah melihat’ nabi SAW bersabda, saat di Baqik:
‘Barangsiapa menyodaqohkan shodaqoh, di hari Kiamat nanti, saya akan menjadi saksi untuk dia’.
Sontak saya melepas surban (yang melilit kepala), sekali atau dua kali. Dua surban akan saya shodaqohkan. Namun perasaan berkecamuk mempengaruhi diri saya (ingin berhemat); seperti Cucu Adam AS pada umumnya. Sehingga surban saya kencangkan lagi. Tiba-tiba muncul lelaki (hitam, kecil, bermata sipit) dari Baqik. Saya belum pernah melihat lelaki yang lebih hitam, lebih kecil, dan lebih sipit, daripada dia. Dia membawa unta elok dari Baqik, tidak ada unta yang sebanding baiknya.
Dia bertanya ‘ya Rasulallah? Apakah ini perintah shodaqoh?’.
Nabi SAW bersabda ‘betul!’.
Dia berkata ‘terimalah unta ini’.
Namun dia dicela oleh seorang pria; ‘orang ini menyodaqohkan unta ini? Demi Allah untanya lebih baik daripada orangnya’.
Ternyata Rasulullah SAW mendengar hinaan tersebut. Hingga bersabda ‘kau telah bohong! Yang benar dia lebih baik daripada kau dan daripada untanya ini!’. 3 X. Lalu bersabda ‘celaka bagi pemilik unta dua ratusan’. 3 X.
Mereka bertanya ‘kecuali siapa? Ya Rasulallah SAW?’.
Nabi bersabda ‘kecuali yang beramal dengan hartanya, demikian dan demikian’. Sambil mengumpulkan dua tangannya, ke kanan dan kirinya. Lalu bersabda ‘sungguh beruntung Al-Muzhid (Sederhana), Al-Mujhid (Serius). Al-Muzhid mengenai maisyah (kehidupan dunia); Al-Mujhid mengenai ibadah’.”


Al-Muzhid asalnya dari lafal Al-Izhad. Maksudnya yang sederhana kehidupannya. Al-Mujhid asalnya dari lafal Al-Ijhad. Maksudnya memaksa dirinya agar capek ibadah.

2014/06/14

Apa Jadinya?



Jika yang telah dilaknat, ternyata
Menjadi pimpinannya
Apa jadinya?

Zaman dulu ada unta
Yang dilaknat oleh pemiliknya
Nabi SAW bersabda, "Tinggalkan dia!
Karena telah dilaknat olehnya!."

Makanya lebih baik berdoa
Daripada melaknat
Atau mengumpat

Rujukan:
سنن أبي داود (3/ 26)
2561 - حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ، عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي سَفَرٍ فَسَمِعَ لَعْنَةً، فَقَالَ: «مَا هَذِهِ؟» قَالُوا: هَذِهِ فُلَانَةُ لَعَنَتْ رَاحِلَتَهَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ضَعُوا عَنْهَا فَإِنَّهَا مَلْعُونَةٌ» فَوَضَعُوا عَنْهَا قَالَ عِمْرَانُ: «فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهَا نَاقَةٌ وَرْقَاءُ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح

Artinya:

Sungguh nabi SAW berada dalam perjalanan jauh (musafir). Tiba-tiba mendengar laknat. Sontak beliau bersabda, "Apa ini?."
Mereka berkata, "Dia fulanah. Melaknat kendaraannya."
Nabi perintah, "Turunkan dia dari kendaraannya, karena telah dilaknat!."
Imran berkata, "Sungguh sepertinya, saya melihat jelas sekali; unta yang dikendarai tersebut berwarna kelabu."

Jangan Bebaskan Ambisi


Kita semua punya ambisi, yang merupakan Anugrah Allah. Hanya kaum putus asa, yang ambisi mereka pupus atau putus. Berambisi pada yang bermanfaat ‘boleh’ atau mubah. Yang diharamkan adalah membebaskan ambisi menguasai kehendak, dan mengabaikan akal. Karena ambisi liar, bisa mendorong kita untuk melakukan maksiat dan kejahatan.

Rujukan:
1.     حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَابْنُ نُمَيْرٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ إِدْرِيسَ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ عُثْمَانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَعْجَزْ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ، فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ»’.
2.     إياكم والكبر، فإن أبليس حمله الكبر على أن لا يسجد لآدم، وإياكم والحرص فإن آدم حمله الحرص على أن أكل من الشجرة وإياكم والحسد، فإن بني آدم إنما قتل أحدهما صاحبه حسدا، فهن أصل كل خطيئة. ابن عساكر عن ابن مسعود.’.    




Mulungan Sleman Yogyakarta Indonesia Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi