SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2014/03/10

Abu Bakr Asshiddiq RA


Kisah Bersambung

Setelah Rasulullah SAW wafat, dan Abu Bakr RA telah diangkat sebagai Khalifah, segera mengutus orang agar membunuh nabi palsu, bernama Musailimah Al-Kadzzab. Dua kaum yang membandel; Banu Hanifah, dan kaum Murtad, juga diperangi hingga takluk. Hingga kaum Arab taat padanya RA.
Langkah yang ditempuh selanjutnya, dia akan mengutus pasukan menuju Syam, kerajaan raksasa saat itu. Di dalam Masjid, dia telah mengumpulkan para sahabatnya.

Dengan khidmat, Jamaah Masjid mendengarkan dia memuji Allah azza wajalla, lalu berkata, “Hai Jamaah semua yang semoga disayang oleh Allah! Ketahuilah bahwa kalian semua ini, telah diistimewakan oleh Allah, dengan Islam. Kalian telah dijadikan umat Muhammad SAW. Bahkan telah diberi Keimanan dan Keyakinan yang benar. Bahkan telah diberi Pertolongan besar-besaran. Tentang itu, Allah berfirman ‘di hari ini Aku telah menyempurnakan Agama kalian untuk kalian. Dan telah menyempurnakan NikmatKu atas kalian. Bahkan Aku telah meridhoi Islam sebagai agama kalian’. Saya harap kalian tahu bahwa sungguh Rasulullah RAW pernah berniat Pergi ke Syam." [1] [2]


Ponpes Mulya Abadi Mulungan



[1] Maksudnya Perang Sabil.
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى إله وصحبه أجمعين.
قال الإمام الواقدي رحمه الله تعالى آمين: حدثني أبو بكر بن الحسن بن سفيان بن نوفل بن محمد بن ابراهيم التيمي ومحمد بن عبد الله الأنصاري وأبو سعيد مولى هشام ومالك بن أبي الحسن وإسماعيل مولى الزبير ومازن بن عوف من بني النجار كل حدث عن فتوح الشام بما كان قالوا جميعا: إنه لما توفي رسول الله صلى الله عليه وسلم واستخلف بعده أبو بكر الصديق رضي الله عنه قتل في خلافته مسيلمة الكذاب الذي ادعى النبوة وقاتل بني حنيفة وأهل الردة وأطاعته العرب فعزم أن يبعث جيشه إلى الشام وصرف وجهه لقتال الروم فجمع أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم في المسجد وقام فيهم خطيبا فحمد الله عز وجل وقال: يا أيها الناس رحمكم الله تعالى اعلموا أن الله فضلكم بالإسلام وجعلكم من أمة محمد عليه الصلاة والسلام وزادكم ايمانا ويقينا ونصركم نصرا مبينا وقال فيكم: {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً} [المائدة: 3] واعلموا أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان عول أن يصرف همته إلى الشام.

2014/03/08

Setelah Setelah Perang Badar Al-Kubra [19]


Kisah Bersambung


Mikraz bin Chafsh bin Al-Achyaf datang untuk membebaskan Suhail bin Amer, dengan tebusan. Sebelum itu, nabi SAW telah bermusyawarah dengan Abu Bakr, Umar, dan Ali RA, mengenai Tawanan Perang. Abu Bakr mengusulkan agar mereka dibebaskan dengan syarat ditebus; Umar RA mengusulkan agar mereka dibunuh. Namun nabi SAW menyetujui ‘Mereka Dibunuh’. 

Allah menurunkan Firman ‘Sejak dulu tidak ada nabi yang berhak menawan tawanan, sehingga dia menegakkan Perang di bumi. Kalian menginginkan materi dunia; sedang Allah menginginkan akhirat. Allah Maha Dahsyat, Maha Bijak. Kalau tiada Catatan dari Allah yang telah berlalu, niscaya Siksa Dahsyat, telah menimpa kalian, karena (tebusan dan rampasan perang) yang telah kalian ambil tersebut’.

Penjelasan Ibnul-Atsir dalam Al-Kamil ini, tidak shahih. Yang shahih riwayat dari Ahmad bin Hambal; dari Anas bin Malik:
Rasulullah SAW bermusyawarah dengan sejumlah orang, mengenai Tawanan Perang Badar. Beliau bersabda, “Sungguh Allah telah memberi kalian ‘Kemampuan’ menaklukkan mereka.”
Umar berdiri untuk berkata, “Ya Rasulallah, potong leher-leher mereka!.”
Namun nabi SAW berpaling. Lalu mengulangi sabdanya, “Hai kaumku, sungguh Allah telah memberi kalian ‘Kemampuan Menaklukkan’ mereka. Padahal mereka ini saudara kalian sendiri.”
Umar berdiri untuk berkata, “Ya Rasulallah, potong leher-leher mereka!.”
Setelah berpaling, nabi SAW mengulangi sabdanya pada mereka.
Abu Bakr berdiri untuk berkata, “Ya Rasulallah, kami berpandangan; sebaiknya mereka dimaafkan dan disuruh membayar tebusan!.”
Wajah nabi SAW yang tadinya muram, berubah menjadi berseri-seri. Beliau memaafkan dan menerima tebusan mereka.
Allah menurunkan Firman, “Kalau tiada Catatan dari Allah yang telah berlalu, nisaya Siksa Dahsyat telah menimpa kalian, karena yang telah kalian ambil.” [QS Al-Anfal 68]. [1]

Jumlah tawanan 70 orang. Sedang jumlah kaum Muslimiin yang gugur dalam Perang Uhud (nanti), juga 70 orang. Sebagai Balasan dari Allah, atas tindakan mereka, menarik denda para Tawanan. Kerugian selain itu, gigi-seri Rasulillah SAW patah. Bahkan helm perang Rasulillah SAW pecah, hingga wajahnya berlumuran darah. Bahkan para sahabatnya, lari. Maka Allah menurunkan Teguran, “Masyak ketika kalian tertimpa musibah yang sebetulnya kalian juga telah mendapatkan dua misalnya,” dan seterusnya.
Jumlah Muslimiin yang gugur di dalam Perang Badar; 14 orang. Yang 6 dari kaum Muhajir; yang 8 dari kaum Anshar. [2]



Tamat


Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia


[1] مسند أحمد (21/ 180)
13555 - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ، وَذَكَرَ رَجُلًا، عَنِ الْحَسَنِ، قَالَ : اسْتَشَارَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ فِي الْأُسَارَى يَوْمَ بَدْرٍ، فَقَالَ: " إِنَّ اللهَ قَدْ أَمْكَنَكُمْ مِنْهُمْ "، قَالَ: فَقَامَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، اضْرِبْ أَعْنَاقَهُمْ، قَالَ: فَأَعْرَضَ عَنْهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ثُمَّ عَادَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: " يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللهَ قَدْ أَمْكَنَكُمْ مِنْهُمْ، وَإِنَّمَا هُمْ إِخْوَانُكُمْ بِالْأَمْسِ " قَالَ: فَقَامَ عُمَرُ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ: اضْرِبْ أَعْنَاقَهُمْ، قَالَ: فَأَعْرَضَ عَنْهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ثُمَّ عَادَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِلنَّاسِ مِثْلَ ذَلِكَ، فَقَامَ أَبُو بَكْرٍ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، نَرَى أَنْ تَعْفُوَ عَنْهُمْ، وَتَقْبَلَ مِنْهُمُ الْفِدَاءَ، قَالَ: فَذَهَبَ عَنْ وَجْهِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا كَانَ فِيهِ مِنَ الْغَمِّ، قَالَ: فَعَفَا عَنْهُمْ، وَقَبِلَ مِنْهُمُ الْفِدَاءَ، قَالَ: وَأَنْزَلَ اللهُ: {لَوْلَا كِتَابٌ مِنَ اللهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ} [الأنفال: 68].
[2] الكامل في التاريخ (2/ 29)
وَقَدِمَ مِكْرَزُ بْنُ حَفْصِ بْنِ الْأَخْيَفِ فِي فِدَاءِ سُهَيْلِ بْنِ عَمْرٍو، وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يُشَاوِرُ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعَلِيًّا فِي الْأُسَارَى، فَأَشَارَ أَبُو بَكْرٍ بِالْفِدَاءِ، وَأَشَارَ عُمَرُ بِالْقَتْلِ، فَمَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إِلَى الْقَتْلِ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: {مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ} [الأنفال: 67] إِلَى قَوْلِهِ: {لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ} [الأنفال: 68] ، وَكَانَ الْأَسْرَى سَبْعِينَ، فَقُتِلَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ عُقُوبَةً بِالْمُفَادَاةِ يَوْمَ أُحُدٍ سَبْعُونَ، وَكُسِرَتْ رَبَاعِيَةُ رَسُولِ اللَّهِ، وَهُمِشَتِ الْبَيْضَةُ عَلَى رَأْسِهِ، وَسَالَ الدَّمُ عَلَى وَجْهِهِ وَانْهَزَمَ أَصْحَابُهُ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: {أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا} [آل عمران: 165] .
وَكَانَ جَمِيعُ مَنْ قُتِلَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ بِبَدْرٍ أَرْبَعَةَ عَشَرَ رَجُلًا، سِتَّةٌ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ، وَثَمَانِيَةٌ مِنَ الْأَنْصَارِ.

2014/03/06




Hujjah Salah

"Yang membuat Abu Sufyan beriman, karena aturan Rasulillah
Atas dia dan penduduk Makkah."
Karena aturan tersebut dia beriman dan menyerah

Yang benar, dia beriman sebelum itu
Aturan nabi SAW yang dimaksud adalah sabdanya
"Barangsiapa masuk keMasjidil-Haram maka aman!"
"Barangsiapa masuk kerumah Abu Sufyan, maka aman!"
Aturan itu ditegakkan agar dia merasa diuwongke
Maksudnya dihormat atau dihargai ketokohannya

Rujukan:
الكامل في التاريخ (2/ 119)
فَلَمَّا نَزَلَ مَرَّ الظَّهْرَانِ قَالَ الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ: يَا هَلَاكَ قُرَيْشٍ! وَاللَّهِ لَئِنْ بَغَتَهَا رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فِي بِلَادِهَا، فَدَخَلَ عَنْوَةً، إِنَّهُ لَهَلَاكُ قُرَيْشٍ إِلَى آخِرِ الدَّهْرِ. فَجَلَسَ عَلَى بَغْلَةِ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَقَالَ: أَخْرُجُ لَعَلِّي أَرَى حَطَّابًا أَوْ رَجُلًا يَدْخُلُ مَكَّةَ فَيُخْبِرُهُمْ بِمَكَانِ رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَيَأْتُونَهُ وَيَسْتَأْمِنُونَهُ. قَالَ: فَخَرَجْتُ أَطُوفُ فِي الْأَرَاكِ إِذْ سَمِعْتُ صَوْتَ أَبِي سُفْيَانَ، وَحَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ، وَبُدَيْلِ بْنِ وَرْقَاءَ الْخُزَاعِيِّ؛ قَدْ خَرَجُوا يَتَجَسَّسُونَ. فَقَالَ أَبُو سُفْيَانَ: مَا رَأَيْتُ نِيرَانًا أَكْثَرَ مِنْ هَذِهِ. فَقَالَ بُدَيْلٌ: هَذِهِ نِيرَانُ خُزَاعَةَ. فَقَالَ أَبُو سُفْيَانَ: خُزَاعَةُ أَذَلُّ مِنْ ذَلِكَ. فَقُلْتُ: يَا أَبَا حَنْظَلَةَ - يَعْنِي أَبَا سُفْيَانَ كَانَ يُكَنَّى بِذَلِكَ - فَقَالَ: أَبُو الْفَضْلِ؟ ! قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: لَبَّيْكَ فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي، مَا وَرَاءَكَ؟ فَقُلْتُ: هَذَا رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فِي الْمُسْلِمِينَ أَتَاكُمْ فِي عَشَرَةِ آلَافٍ. قَالَ: مَا تَأْمُرُنِي؟ قُلْتُ: تَرْكَبُ مَعِي، فَأَسْتَأْمِنُ لَكَ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَوَاللَّهِ لَئِنْ ظَفِرَ بِكَ لَيَضْرِبَنَّ عُنُقَكَ. فَرَدَفَنِي، فَخَرَجْتُ أَرْكُضُ بِهِ نَحْوَ رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَكُلَّمَا مَرَرْتُ بِنَارٍ مِنْ نِيرَانِ الْمُسْلِمِينَ يَقُولُونَ: عَمُّ رَسُولِ اللَّهِ عَلَى بَغْلَةِ رَسُولِ اللَّهِ، حَتَّى مَرَرْنَا بِنَارِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، فَقَالَ أَبُو سُفْيَانَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمْكَنَ مِنْكَ بِغَيْرِ عَقْدٍ وَلَا عَهْدٍ! ثُمَّ اشْتَدَّ نَحْوَ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَرَكَضَتِ الْبَغْلَةُ فَسَبَقْتُ عُمَرَ، وَدَخَلَ عُمَرُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَأَخْبَرَهُ وَقَالَ: دَعْنِي أَضْرِبُ عُنُقَهُ. فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي قَدْ أَجَرْتُهُ. ثُمَّ أَخَذْتُ بِرَأْسِ رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَقُلْتُ: لَا يُنَاجِيهِ الْيَوْمَ أَحَدٌ دُونِي. فَلَمَّا أَكْثَرَ فِيهِ عُمَرُ قُلْتُ: مَهْلًا يَا عُمَرُ، فَوَاللَّهِ مَا تَصْنَعُ هَذَا إِلَّا لِأَنَّهُ مِنْ بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ، وَلَوْ كَانَ مِنْ بَنِي عَدِيٍّ مَا قُلْتَ هَذِهِ الْمَقَالَةَ. فَقَالَ: مَهْلًا يَا عَبَّاسُ، فَوَاللَّهِ لَإِسْلَامُكَ يَوْمَ أَسْلَمْتَ كَانَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ إِسْلَامِ الْخَطَّابِ لَوْ أَسْلَمَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اذْهَبْ فَقَدْ آمَنَّاهُ حَتَّى تَغْدُوَ عَلَيَّ بِهِ بِالْغَدَاةِ. فَرَجَعْتُ إِلَى مَنْزِلِي وَغَدَوْتُ بِهِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَلَمَّا رَآهُ قَالَ: وَيْحَكَ يَا أَبَا سُفْيَانَ! أَلَمْ يَأْنِ لَكَ أَنْ تَعْلَمَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ؟ قَالَ: بَلَى، بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَوْ كَانَ مَعَ اللَّهِ غَيْرُهُ لَقَدْ أَغْنَى عَنِّي شَيْئًا. فَقَالَ: وَيْحَكَ أَلَمْ يَأْنِ لَكَ أَنْ تَعْلَمَ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ؟ فَقَالَ: بِأَبِي وَأُمِّي، أَمَّا هَذِهِ فَفِي النَّفْسِ مِنْهَا شَيْءٌ. قَالَ الْعَبَّاسُ: فَقُلْتُ لَهُ: وَيْحَكَ، تَشَهَّدْ شَهَادَةَ الْحَقِّ قَبْلَ أَنْ تُضْرَبَ عُنُقُكَ! قَالَ: فَتَشَهَّدَ، وَأَسْلَمَ مَعَهُ حَكِيمُ بْنُ حِزَامٍ، وَبُدَيْلُ بْنُ وَرْقَاءَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - لِلْعَبَّاسِ: اذْهَبْ فَاحْبِسْ أَبَا سُفْيَانَ عِنْدَ خَطْمِ الْجَبَلِ بِمَضِيقِ الْوَادِي، حَتَّى تَمُرَّ عَلَيْهِ جُنُودُ اللَّهِ.

Bahasa Tersopan



Bahasa tersopan, bahasa Arab
Setiap mengingkari
Atau menghina
Atau minta persetujuan
Pasti disampaikan dengan nada tanya
Memepergunakan huruf alif fathah atau 'a'

Contohnya:
Awalam yaral ladziina kafaruu annassamaawaati wal-ardha kaanataa ratqan fafataqnaahumaa? waja'alnaa minal maaai kulla syaiin chayyin afalaa yuminuun?
{أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ} [الأنبياء: 30].
Artinya:
Masyak kaum Kafir tidak tahu bahwa sungguh dulunya beberapa langit dan bumi, rekat? Lalau duanya telah Kami lobang? Dan Kami telah menjadikan segala sesuatu yang hidup, berasal dari air? Masyak mereka tidak beriman?.

2014/03/04

Kajian Al-Baqarah 192 –195



{فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (192) وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ (193) الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (194) وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (195)} [البقرة: 192 - 195]

Artinya:
Maka jika mereka berhenti; sungguh Allah Maha pengampun, Maha penyayang. [192].
Dan perangilah mereka hingga tiada fitnah! Dan agama hanya milik Allah. Jika mereka berhenti, maka tiada permusuhan kecuali atas kaum aniaya. [193].
“Lalu Allah Taala perintah ‘agar memerangi kaum Kafir, hingga tiada fitnah (syirik)’,” kata Ibnu Abbas, Abul-Aliyah, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, Arrabi’, Muqatil bin Hayyan, Assuddi, dan Zaid bin Aslam. [1]
Menurut Nafik, “Seorang lelaki datang pada Ibnu Umar RA, untuk berkata ‘ya Aba Abdir Rohman, apa yang mendorong kau melakukan haji, dalam tahun? Dan melakukan umrah dalam tahun? Dan meninggalkan jihad di Jalan Allah azza wajalla? Padahal engkau telah tahu pahala tentang itu, yang oleh Allah diupayakan agar kita berbahagia?’.
Ibnu Umar menjawab ‘hai anak saudaraku’, Islam dibangun atas lima:
1.     Iman pada Allah dan RasulNya SAW.
2.     Shalat lima kali.
3.     Puasa Ramadhan.
4.     Menunaikan zakat.
5.     Haji ke Baitullah.
Dia bertanya lagi ‘ya Aba Abdir Rohman, apa kau tidak mendengar Firman Allah’ dalamKitabNya; ‘{وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ المُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا، فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ} [الحجرات: 9] {قَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ} [الأنفال: 39]’; Maka jika dua golongan dari kaum Iman bertikai; maka damaikan antar mereka! Jika satunya jahat atas yang lain, maka perangilah! Hingga yang jahat kembali pada Perkara Allah!’. Perangilah mereka ‘hingga tiada fitnah?’.
Ibnu Umar RA menjawab ‘dulu kami telah melaksanakan pada zaman Rasulillah SAW; saat itu Islam masih sedikit. Hingga seorang lelaki difitnah mengenai agamanya. Terkadang dibunuh; terkadang diadzab. Setelah Islam banyak, maka tiada lagi fitnah’.
Dia bertanya lagi ‘bagaimana pendapat kau tentang Ali dan Utsman RA?’.
Ibnu Umar RA menjawab ‘adapun Utsman, sepertinya Allah benar-benar telah mengampuni dia; namun kalian justru benci memberi ampunan dia. Adapun Ali RA, Putra Paman, dan menantu Rasulillah SAW’. Sambil isarah, Ibnu Umar RA berkata ‘inilah rumahnya yang kalian saksikan’.”  [2]
Bulan Haram dengan Bulan Haram, dan (melanggar) beberapa keharaman, diqishas. Maka barangsiapa melewati batas atas kalian; maka lewati batas! Atas dia; dengan semisal dia melewati batas atas kalian! Takutlah pada Allah! Dan ketahuilah bahwa sungguh Allah bersama kaum yang bertaqwa. [194].
Ikrimah menyampaikan ajaran Ibnu Abbas RA; Addhahak, Assuddi, Miqsam, Rabi’ bin Anas, Atha’, dan lainnya, juga menyepakati:
“Ketika umrah di tahun enam Hijriyyah, Rasulullah SAW dihalang-halangi oleh kaum Kafir, agar tidak masuk Makkah dan tidak sampai ke Baitullah. Di bulan Dzul-Qa’dah yang merupakan bulan haram itu, dia dan kaum Muslimiin yang mendampingi, dihalang-halangi. Hingga Beliau mengadakan perdamaian dengan mereka ‘Masuk Makkah Tahun Depan’. Di tahun depan, Beliau SAW dan kaum Muslimiin yang mendampingi. Maka ayat ini turun, karena peristiwa tersebut; ‘{الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ}’.”
Dan infaklah di Jalan Allah! Jangan meletakkan tangan-tangan kalian pada kerusakan! Dan berbuat baiklah! Sungguh Allah cinta kaum yang berbuat baik. [195].


[1] تفسير ابن كثير (1/ 525)
ثُمَّ أَمَرَ تَعَالَى بِقِتَالِ الكفَّار: {حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ} أَيْ: شِرْكٌ. قَالَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ، وَأَبُو الْعَالِيَةِ، وَمُجَاهِدٌ، وَالْحَسَنُ، وَقَتَادَةُ، وَالرَّبِيعُ، وَمُقَاتِلُ بْنُ حَيَّانَ، والسُّدي، وَزَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ.
[2] صحيح البخاري (6/ 27)
 عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ رَجُلًا أَتَى ابْنَ عُمَرَ فَقَالَ: يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا حَمَلَكَ عَلَى أَنْ تَحُجَّ عَامًا، وَتَعْتَمِرَ عَامًا وَتَتْرُكَ الجِهَادَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَقَدْ عَلِمْتَ مَا رَغَّبَ اللَّهُ فِيهِ، قَالَ: «يَا ابْنَ أَخِي بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ، إِيمَانٍ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَالصَّلاَةِ الخَمْسِ، وَصِيَامِ رَمَضَانَ، وَأَدَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ» قَالَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ: أَلاَ تَسْمَعُ مَا ذَكَرَ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ: {وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ المُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا، فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ} [الحجرات: 9] {قَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ} [الأنفال: 39] قَالَ: " فَعَلْنَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ الإِسْلاَمُ قَلِيلًا، فَكَانَ الرَّجُلُ يُفْتَنُ فِي دِينِهِ: إِمَّا قَتَلُوهُ، وَإِمَّا يُعَذِّبُونَهُ، حَتَّى كَثُرَ الإِسْلاَمُ فَلَمْ تَكُنْ فِتْنَةٌ ".

4515 - قَالَ: فَمَا قَوْلُكَ فِي عَلِيٍّ وَعُثْمَانَ؟ قَالَ: «أَمَّا عُثْمَانُ فَكَأَنَّ اللَّهَ عَفَا عَنْهُ، وَأَمَّا أَنْتُمْ فَكَرِهْتُمْ أَنْ تَعْفُوا عَنْهُ، وَأَمَّا عَلِيٌّ فَابْنُ عَمِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَخَتَنُهُ» وَأَشَارَ بِيَدِهِ، فَقَالَ: «هَذَا بَيْتُهُ حَيْثُ تَرَوْنَ»
__________

[تعليق مصطفى البغا]
4243 (4/1641) -[ش (رجلان) العلاء بن عرار وحبان صاحب الدثينة موضع بالشأم أو بعدن. (ضيعوا) صنعوا ما نرى من الاختلاف فأضاعوا الدين والدنيا. (وقاتلوهم. .) / البقرة 193 / و / الأنفال 39 /. (فلان) قيل إنه عبد الله بن لهيعة. (ما رغب الله فيه) كثرة ترغيب الله عز وجل في الجهاد. (رجلا) قيل إنه كليم. (طائفتان) جماعتان. (بغت) تعدت وتجاوزت. (تفيء) ترجع. / الحجرات 9 /. (عفا عنه) انظر 3495. (ختنه) زوج بنته. (حيث ترون) أي بين بيوته صلى الله عليه وسلم وأراد بذلك شدة قربه منه]
[4373، 4374، 6682، وانظر 8].