SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2014/02/18

Harut dan Marut


Image result for Harut dan Marut


Ada dua malaikat yang namanya sangat mashur, karena ditulis di dalam Al-Qur’an, yaitu Harut dan Marut. Riwayat tentang mereka ditulis di dalam Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, dan lainnya:

Telah diriwayatkan dari Ali, Ibnu Masud, Ibnu Abbas, Ibnu Umar RA, Kaeb Al-Ahbar, Assuddi, dan Al-Kalbi. Adapun maknanya, “Sungguh pada zaman Idris AS, ketika kerusakan timbul karena perbuatan cucu Adam telah banyak; para malaikat mencela mereka.
Allah berfirman ‘ingat! Sungguh kalau menjadi mereka, dan Aku beri kewajiban seperti mereka; niscaya kalian juga melakukan dosa seperti mereka’.
Mereka menjawab ‘Maha Suci Engkau. Kami tak mungkin melakukan demikian’.
Allah perintah ‘pilihlah dua malaikat pihan kalian!’.

Setelah terpilih, Harut dan Marut diturunkan ke bumi, dan memiliki syahwat. Belum sampai sebulan, mereka berdua terkena cobaan (fitnah). Yakni terpengaruh oleh wanita bernama ‘Baidakhat’, kata kaum Nabathi (Nabatieh dekat Libanon).
Kaum Persia menyebut ‘Nahil’.
Kaum Arab menyebut ‘Zuhrah’.

Awalnya wanita itu laporan, namun akhirnya dirayu oleh mereka berdua. Dia menyaggupi permitaan Bermesraan dengan Syarat, mereka berdua memasuki agamanya, minum arak, dan membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah.
Mereka berdua menyanggupi dan minum arak, bahkan telah melakukan maksiat dengan wanita tersebut. Bahkan ‘lelaki yang memergoki’ perbuatan maksiat, mereka bunuh.
Dia bertanya pada dua malaikat, tentang Asma Allah yang kalau dibaca dalam doa, maka bisa terbang.

Ternyata di atas, wanita tersebut dirubah menjadi bintang.

Salim menyampaikan ‘ucapan’ ayahnya, dari Abdillah, “Saya pernah diberi tahu oleh (seorang tabik) Kaeb Al-Haber ‘belum sampai sehari, dua malaikat tersebut turun di dunia, sudah ‘menerjang’ yang diharamkan oleh Allah’.

Dalam Hadits selain ini, dijelaskan ‘setelah disuruh memilih; adzab dunia atau adzab akhirat, mereka memilih adzab dunia. Mereka diadzab di wilayah bumi bernama Babil (Babilon).
Ada yang berkilah, “Babilon Iraq.”
Ada yang berkilah, “Babil kota Nahawand (Nahavand Persia).”

Konon menurut riwayat dari Atha, “Jika melihat dua bintang Zuhrah dan Suhail, Ibnu Umar mengumpat dan mencaci. Dan berkata ‘bintang Suhail asalnya orang Yaman yang suka memaksa agar manusia menyerahkan 1/10 harta. Dan sungguh bintang Zuhrah berasal dari ‘wanita’ penggoda Harut dan Marut.”


Kami berkata, “Semua riwayat di atas dha’if dan jauh dari kebenaran, baik riwayat dari Ibnu Umar maupun lainnya. Hadits ini tidak shahih. Penjelasan ini bertolak belakang dengan sifat para malaikat ‘Kepercayaan Allah’, atas WahyuNya. Merekalah yang diutus oleh Allah agar menyampaikan Amanat pada para RasulNya. Mereka takkan menentang perintah, bahkan melaksanakan Perintah Allah. Bahkan mereka hamba-hamba yang diistimewakan. Mereka tidak berani mendahului, bahkan pasti melaksanakan perintah. Bertasbih sepenjang malam dan siang tak pernah berhenti.
Secara akal memang bisa saja ‘malaikat berbuat maksiat’, atau melanggar aturan, atau bersyahwat. Karena di dalam Kodar Allah; semua yang tak mungkin, bisa menjadi mungkin. Kodar jelek demikian inilah yang dikhawatirkan oleh para Nabi, para Wali dan Ulama hebat. Tetapi berita ini hanya sampai pada ‘pendengaran’, dan tidak shahih. Termasuk alasan bahwa kisah ini tidak shahih:
“Sungguh Allah Taala telah membuat bintang-bintang dan planet-planet, ketika menciptakan langit. Dalam sebuah Khabar ‘sungguh ketika langit diciptakan'; tujuh planet diciptakan:
1.     Zuhal.
2.     Al-Musytari.
3.     Bahram.
4.     Utharid.
5.     Azzuhrah.
6.     Matahari.
7.     Dan Bulan.
Inilah pengertian Firman Allah ‘({كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ} [الأنبياء: 33]) Semua berenang di falak (jalan)nya’. Berdasarkan ini ‘yang shahih’ bintang Zuhrah dan Suhail telah dicipta sebelum Adam AS diciptakan." 

Adapun pernyataan para malaikat, “Kami tak akan menjauh dariMu. ‘Kau tak akan mampu menimpakan fitnah atas kami’ adalah amalan kufur. Kami berlidung pada Allah dari ‘kekufuran’ tersebut, dan dari Penilaian Allah atas para malaikat AS, mengenai 'amalan kufur' tersebut. Sungguh kami menganggap para malaikat ‘suci’, jauh dari kemanqulan Mufassiriin (ahli tafsir) tersebut. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Kedahsyatan, jauh dari yang mereka jelaskan.” [1]


Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia



وَقَدْ رُوِيَ عَنْ عَلِيٍّ وَابْنِ مَسْعُودٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ عُمَرَ وَكَعْبِ الْأَحْبَارِ وَالسُّدِّيِّ وَالْكَلْبِيِّ مَا مَعْنَاهُ: أَنَّهُ لَمَّا كَثُرَ الْفَسَادُ مِنْ أَوْلَادِ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ- وَذَلِكَ فِي زَمَنِ إِدْرِيسَ عَلَيْهِ السَّلَامُ- عَيَّرَتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: أَمَا إِنَّكُمْ لَوْ كُنْتُمْ مَكَانَهُمْ، وَرَكَّبْتُ فِيكُمْ مَا رَكَّبْتُ فِيهِمْ لَعَمِلْتُمْ مِثْلَ أَعْمَالِهِمْ، فَقَالُوا: سُبْحَانَكَ! مَا كَانَ يَنْبَغِي لَنَا ذَلِكَ، قَالَ: فَاخْتَارُوا مَلَكَيْنِ مِنْ خِيَارِكُمْ، فَاخْتَارُوا هَارُوتَ وَمَارُوتَ، فَأَنْزَلَهُمَا إِلَى الْأَرْضِ فَرَكَّبَ فِيهِمَا الشَّهْوَةَ، فَمَا مَرَّ بِهِمَا شَهْرٌ حَتَّى فُتِنَا بِامْرَأَةٍ اسْمُهَا بِالنِّبْطِيَّةِ" بيدخت" وَبِالْفَارِسِيَّةِ" ناهيل «5» " وَبِالْعَرَبِيَّةِ" الزُّهَرَةُ" اخْتَصَمَتْ إِلَيْهِمَا، وَرَاوَدَاهَا عَنْ نَفْسِهَا فَأَبَتْ إِلَّا أَنْ يَدْخُلَا فِي دِينِهَا وَيَشْرَبَا الْخَمْرَ وَيَقْتُلَا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ، فَأَجَابَاهَا وَشَرِبَا الْخَمْرَ وَأَلَمَّا بِهَا، فَرَآهُمَا رَجُلٌ فَقَتَلَاهُ، وَسَأَلَتْهُمَا عَنِ الِاسْمِ الَّذِي يَصْعَدَانِ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ فَعَلَّمَاهَا فتكلمت به فَعَرَجَتْ فَمُسِخَتْ كَوْكَبًا. وَقَالَ سَالِمٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ: فَحَدَّثَنِي كَعْبٌ الْحَبْرُ أَنَّهُمَا لَمْ يَسْتَكْمِلَا يَوْمَهُمَا حَتَّى عَمِلَا بِمَا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا. وَفِي غَيْرِ هَذَا الْحَدِيثِ: فَخُيِّرَا بَيْنَ عَذَابِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ فَاخْتَارَا عَذَابَ الدُّنْيَا، فَهُمَا يُعَذَّبَانِ بِبَابِلَ فِي سَرَبٍ مِنَ الْأَرْضِ. قِيلَ: بَابِلُ الْعِرَاقِ. وَقِيلَ: بَابِلُ نَهَاوَنْدَ، وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ فِيمَا يُرْوَى عَنْ عَطَاءٍ أَنَّهُ كَانَ إِذَا رَأَى الزُّهَرَةَ وَسُهَيْلًا سَبَّهُمَا وَشَتَمَهُمَا، وَيَقُولُ: إِنَّ سُهَيْلًا كَانَ عَشَّارًا بِالْيَمَنِ يَظْلِمُ النَّاسَ، وَإِنَّ الزُّهَرَةَ كَانَتْ صَاحِبَةَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ. قُلْنَا: هَذَا كُلُّهُ ضَعِيفٌ وَبَعِيدُ عَنِ ابن عمر وغيره، لا يصح منه شي، فَإِنَّهُ قَوْلٌ تَدْفَعُهُ الْأُصُولُ فِي الْمَلَائِكَةِ الَّذِينَ هُمْ أُمَنَاءُ اللَّهِ عَلَى وَحْيِهِ، وَسُفَرَاؤُهُ إِلَى رُسُلِهِ" لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ "." بَلْ عِبادٌ مُكْرَمُونَ. لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ "." يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهارَ لَا يَفْتُرُونَ ". وَأَمَّا الْعَقْلُ فَلَا يُنْكِرُ وُقُوعَ الْمَعْصِيَةِ مِنَ الْمَلَائِكَةِ وَيُوجَدُ مِنْهُمْ خِلَافُ مَا كُلِّفُوهُ، وَيَخْلُقُ فِيهِمُ الشَّهَوَاتِ، إِذْ فِي قُدْرَةِ اللَّهِ تَعَالَى كُلُّ مَوْهُومٍ، وَمِنْ هَذَا خَوْفُ الأنبياء والأولياء الفضلاء العلماء، ولكن وُقُوعُ هَذَا الْجَائِزِ لَا يُدْرَكُ إِلَّا بِالسَّمْعِ وَلَمْ يَصِحَّ. وَمِمَّا يَدُلُّ عَلَى عَدَمِ صِحَّتِهِ أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى خَلَقَ النُّجُومَ وَهَذِهِ الْكَوَاكِبَ حِينَ خَلَقَ السَّمَاءَ، فَفِي الْخَبَرِ: (أَنَّ السَّمَاءَ لَمَّا خُلِقَتْ خُلِقَ فِيهَا سَبْعَةُ دَوَّارَةٍ زُحَلُ وَالْمُشْتَرِي وَبَهْرَامُ وَعُطَارِدُ وَالزُّهَرَةُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ". وَهَذَا مَعْنَى قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى:" وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ ". فَثَبَتَ بِهَذَا أَنَّ الزُّهَرَةَ وَسُهَيْلًا قَدْ كَانَا قَبْلَ خَلْقِ آدَمَ، ثُمَّ إِنَّ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ:" مَا كانَ يَنْبَغِي لَنا" عَوْرَةٌ : لَا تَقْدِرُ عَلَى فِتْنَتِنَا، وَهَذَا كُفْرٌ نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْهُ وَمِنْ نِسْبَتِهِ إِلَى الْمَلَائِكَةِ الْكِرَامِ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ، وَقَدْ نَزَّهْنَاهُمْ وَهُمُ الْمُنَزَّهُونَ عَنْ كُلِّ مَا ذَكَرَهُ وَنَقَلَهُ الْمُفَسِّرُونَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ.

Cacat Menurut Muhadditsiin




Seorang alim dalam bidang Hadits berkata, “Saya pernah mendengar Syababah berkata: Dulu Abdul-Qudus berkata ‘guru kami Suwaid bin Aqalah’ pernah berkata.”
Syababah juga pernah berkata:
“Saya pernah mendengar Abdul-Qudus mengajarkanنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَّخَذَ الرَّوْحُ عَرْضًا’.”
Artinya: Rasulullah SAW telah melarang melobang dinding rumah untuk cendela.

Abdul-Qudus ditanya, “Bagaimana maksud Hadits ini?.”
Dia menjawab, “Melobang dinding rumah untuk lewat udara adalah larangan.”

Maksud tulisan di atas, ‘Abdul-Qudus’ keliru, kurang pandai, dan kurang teliti. Berdampak isnad dan matan Hadits yang disampaikan meragukan. Mengenai isnad dia berkata :
1.     “Suwaid bin ‘Aqalah, dengan huruf ‘ain’ yang dibiarkan (tidak dititik), dan ‘qaf’. Ini berarti kesalahan nyata, dan kekeliruan yang jelas. Yang benar Ghafalah, dengan huruf ‘ghain’ yang dititik, dan huruf ‘fa’, duanya difathah.
2.     Adapun mengenai matan, dia telah mengatakan, “Rauh,” huruf ‘ra’nya difathah. Dan membaca ‘ardhan’ dengan huruf ‘ain’ tidak bertitik, dan ‘ra’nya disukun. Ini kesalahan sangat memalukan dan kekeliruan nyata. Yang benar, “Ruh,”; ‘ra’nya didhamah, dan ‘gharadhan’; huruf ‘ghain’ dan ‘ra’nya difathah:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَّخَذَ الرُّوْحُ غَرَضًا

Artinya: Rasulullah SAW melarang makhluq bernyawa dijadikan bidikan panah dan yang serupa. [1]




[1] شرح النووي على مسلم (1/ 114)
 (سَمِعْتُ شَبَابَةَ يَقُولُ كَانَ عَبْدُ الْقُدُّوسِ يُحَدِّثنَا فَيَقُولُ سُوَيْدُ بْنُ عَقَلَةَ قَالَ شَبَابَةُ وَسَمِعْتُ عَبْدَ الْقُدُّوسِ يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَّخَذَ الرَّوْحُ عَرْضًا قَالَ فَقِيلَ لَهُ أَيُّ شَيْءٍ هَذَا فَقَالَ يَعْنِي يُتَّخَذُ كَوَّةٌ فِي حَائِطِهِ لِيَدْخُلَ عَلَيْهِ الرَّوْحُ) الْمُرَادُ بِهَذَا الْمَذْكُورِ بَيَانُ تَصْحِيفِ عَبْدِ الْقُدُّوسِ وَغَبَاوَتِهِ وَاخْتِلَالِ ضَبْطِهِ وَحُصُولِ الْوَهْمِ فِي إِسْنَادِهِ وَمَتْنِهِ فَأَمَّا الْإِسْنَادُ فَإِنَّهُ قَالَ سُوَيْدُ بْنُ عَقَلَةَ بِالْعَيْنِ الْمُهْمَلَةِ وَالْقَافِ وَهُوَ تَصْحِيفٌ ظَاهِرٌ وَخَطَأٌ بَيِّنٌ وَإِنَّمَا هُوَ غَفَلَةَ بِالْغَيْنِ الْمُعْجَمَةِ وَالْفَاءِ الْمَفْتُوحَتَيْنِ وَأَمَّا الْمَتْنُ فَقَالَ الرَّوْحُ بِفَتْحِ الرَّاءِ وَعَرْضًا بِالْعَيْنِ الْمُهْمَلَةِ وَإِسْكَانِ الرَّاءِ وَهُوَ تَصْحِيفٌ قَبِيحٌ وَخَطَأٌ صَرِيحٌ وَصَوَابُهُ الرُّوحُ بِضَمِّ الرَّاءِ وَغَرَضًا بِالْغَيْنِ الْمُعْجَمَةِ وَالرَّاءِ الْمَفْتُوحَتَيْنِ وَمَعْنَاهُ نَهَى أَنْ نَتَّخِذَ الْحَيَوَانَ الَّذِي فِيهِ الرُّوحُ غَرَضًا أَيْ هَدَفًا لِلرَّمْيِ فَيُرْمَى إِلَيْهِ بِالنُّشَّابِ وَشِبْهِهِ.

2014/02/17

Kajian Al-Baqarah 189 - 191

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَى وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (189) وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (190)
وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ (191)


Artinya:
Mereka bertanya kau tentang beberapa tanggal (bulan). Katakan, “Itu beberapa waktu untuk manusia dan untuk hajji. Bukanlah kebaikan, jika kalian mendatangi rumah-rumah dari belakang-belakangnya, tetapi kebaikan ialah orang takwa. Datangilah rumah-rumah dari pintu-pintunya. Takutlah pada Allah agar kalian beruntung.” [189].

Menurut Jabir RA:
“Dulu kaum Quraisy yang juga disebut ‘Humus’, jika ihram, mempunyai adat kebiasaan; masuk rumah melalui pintu-pintunya. Sedang kaum Anshar dan kaum Arab yang lain, kalau ihram tidak masuk rumah melalui pintu-pintu.
Suatu hari Rasulullah SAW di dalam kebun, dalam keadaan ihram. Beliau keluar melalui pintunya, diikuti oleh Quthbah bin Amir Al-Anshari (قُطْبَةُ بْنُ عَامِرٍ الْأَنْصَارِيُّ).
Mereka berkata, “Ya Rasulallah! Sungguh Quthbah lelaki durhaka! Dia telah keluar kebun bersama baginda!.”
Pada Quthbah, nabi bertanya, “Apa yang mendorong kau melakukan demikian?.”
Dia menjawab, “Saya melihat baginda juga demikian, maka saya menirukan.”
Nabi bersabda, “Saya kan termasuk kaum Ahmas (Humus).”
Dia menjawab, “Agama saya samadengan agama baginda.”
Maka Allah menurunkan ayat ini. [1]


Dan perangilah di Jalan Allah, kaum yang memerangi kalian! Namun jangan melewati batas! Sungguh Allah tidak senang kaum yang melewati batas. [190].

Ibnu Zaid berkata, “Ayat ini dimansukh oleh Firman {وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً} [التوبة: 36]’; Dan perangilah kaum Musyrik semuanya! Sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya!.”
Ibnu Abbas RA berkata, “Ini ayat muhkamah (tidak mansukh).”
Ibnu Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, “Kalian jangan membunuh:
1.     Para wanita.
2.     Anak-anak.
3.     Orang tua.
4.     Orang yang mengucapkan Salam pada kalian, dan menahan tangannya.
Barang siapa melanggar, berarti telah melampau batas.”  
Abu Ja’far berkata, “Hujjah kedua ini lebih shahihnya dua hujjah di atas, berdasar Assunnah.
Menurut Ibnu Umar RA ‘sungguh, di dalam sebagian peperangan, Rasulullah SAW menyaksikan wanita terbunuh. Maka nabi SAW benci dan melarang membunuh wanita dan anak-anak’.
Diriwayatkan; Sungguh Umar bin Abdil-Aziz yang semoga dirahmati oleh Allah, kirim surat:
‘Dalam peperangan, kalian jangan membunuh para wanita! Anak-anak! Dan para rahib! Jika melanggar, berarti kalian melampau batas! ‘{إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ} [البقرة: 190]’!’.” [2]


Dan bunuhlah mereka di mana mereka kalian jumpai! Usirlah mereka dari mana mereka mengusir kalian! Fitnah lebih dahsyat daripada pembunuhan. Dan jangan memerangi mereka di sisi Masjidil-Haram! Hingga mereka memerangi kalian di dalamnya! Jika mereka memerangi kalian, maka bunuhlah mereka! Demikian itu balasan kaum Kafir. [191]. Mansukhsaif’.

Bersambung.

Ponpes Mulya Abadi Mulungan


 عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَتْ قُرَيْشٌ تُدْعَى الْحُمْسَ وَكَانُوا يَدْخُلُونَ مِنَ الْأَبْوَابِ فِي الْإِحْرَامِ وَكَانَتِ الْأَنْصَارُ وَسَائِرُ الْعَرَبِ لَا يَدْخُلُونَ مِنَ الْأَبْوَابِ فَبَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بُسْتَانٍ فَخَرَجَ مِنْ بَابِهِ فَخَرَجَ مَعَهُ قُطْبَةُ بْنُ عَامِرٍ الْأَنْصَارِيُّ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ قُطْبَةَ رَجُلٌ فَاجِرٌ فَإِنَّهُ خَرَجَ مَعَكَ مِنَ الْبَابِ فَقَالَ مَا حَمَلَكَ عَلَى ذَلِكَ فَقَالَ رَأَيْتُكَ فَعَلْتَهُ فَفَعَلْتُ كَمَا فَعَلْتَ قَالَ إِنِّي أَحْمَسِيٌّ قَالَ فَإِنَّ دِينِي دِينُكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ الْآيَةَ.

قَالَ جَلَّ وَعَزَّ {وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ} [البقرة: 190] قَالَ ابْنُ زَيْدٍ: " هِيَ مَنْسُوخَةٌ نَسَخَهَا {وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً} [التوبة: 36] " وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: «أَنَّهَا مُحْكَمَةٌ» رَوَى عَنْهُ ابْنُ أَبِي طَلْحَةَ {وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا} [البقرة: 190] قَالَ: «لَا تَقْتُلُوا النِّسَاءَ وَالصِّبْيَانَ وَلَا الشَّيْخَ الْكَبِيرَ وَلَا مَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السِّلْمَ وَكَفَّ يَدَهُ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدِ اعْتَدَى» قَالَ أَبُو جَعْفَرٍ: وَهَذَا أَصَحُّ الْقَوْلَيْنِ مِنَ السُّنَّةِ وَالنَّظَرِ فَأَمَّا السُّنَّةُ فَحَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ سَهْلٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى فِي بَعْضِ مَغَازِيهِ امْرَأَةً مَقْتُولَةً فَكَرِهَ ذَلِكَ وَنَهَى عَنْ قَتْلِ النِّسَاءِ وَالصِّبْيَانِ» وَهَكَذَا، يُرْوَى أَنَّ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ رَحِمَهُ اللَّهُ كَتَبَ: لَا تَقْتُلُوا النِّسَاءَ وَالصِّبْيَانَ وَالرُّهْبَانَ فِي دَارِ الْحَرْبِ فَتَعْتَدُوا {إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ} [البقرة: 190]

2014/02/16

Dunia

Setelah menyempurnakan pembuatan bumi dan langit selama tujuh hari, Allah menghujani bumi dan menyempurnakan penggarapan gunung-gunung yang akhirnya menjadi banyak, bertebaran dibumi.

Rujukan:
تفسير الطبري = جامع البيان (2/ 553)
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، قَالَ: قَالَ عَطَاءٌ وَعَمْرُو بْنُ دِينَارٍ: " بَعَثَ اللَّهُ رِيَاحًا فَصَفَقَتِ الْمَاءَ، فَأَبْرَزَتْ فِي مَوْضِعِ الْبَيْتِ عَنْ حَشَفَةٍ كَأَنَّهَا الْقُبَّةُ، فَهَذَا الْبَيْتُ مِنْهَا فَلِذَلِكَ هِيَ أُمُّ الْقُرَى. قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ: قَالَ عَطَاءٌ: ثُمَّ وَتَدَهَا بِالْجِبَالِ كَيْ لَا تُكْفَأَ بِمَيْدٍ، فَكَانَ أَوَّلُ جَبَلٍ أَبُو قُبَيْسٍ "
التفسير الوسيط للواحدي (1/ 465)
قوله عز وجل: {إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ} [آل عمران: 96] الآية، روى عطاء، عن ابن عباس، عن رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قال: «إن أول لمعة وضعت على الأرض موضع البيت ثم مدت منها الأرض، وإن أول جبل وضعه الله على هذه الأرض أبو قبيس ثم مدت منه الجبال» .
صحيح البخاري (6/ 127)
وَقَالَ المِنْهَالُ: عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، قَالَ: قَالَ رَجُلٌ لِابْنِ عَبَّاسٍ: إِنِّي أَجِدُ فِي القُرْآنِ أَشْيَاءَ تَخْتَلِفُ عَلَيَّ، قَالَ: {فَلاَ أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلاَ يَتَسَاءَلُونَ} [المؤمنون: 101] ، {وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ} [الصافات: 27] {وَلاَ يَكْتُمُونَ اللَّهَ حَدِيثًا} [النساء: 42] ، {وَاللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ} [الأنعام: 23] ، فَقَدْ كَتَمُوا فِي هَذِهِ الآيَةِ؟ وَقَالَ: {أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا} [النازعات: 27] إِلَى قَوْلِهِ: {دَحَاهَا} [النازعات: 30] فَذَكَرَ خَلْقَ السَّمَاءِ قَبْلَ خَلْقِ الأَرْضِ، ثُمَّ قَالَ: {أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ} [فصلت: 9] إِلَى قَوْلِهِ: {طَائِعِينَ} [فصلت: 11] فَذَكَرَ فِي هَذِهِ خَلْقَ الأَرْضِ قَبْلَ خَلْقِ السَّمَاءِ؟ وَقَالَ: {وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا} [النساء: 96] ، {عَزِيزًا حَكِيمًا} [النساء: 56] ، {سَمِيعًا بَصِيرًا} [النساء: 58] فَكَأَنَّهُ كَانَ ثُمَّ مَضَى؟ فَقَالَ: {فَلاَ أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ} [المؤمنون: 101] : " فِي النَّفْخَةِ الأُولَى، ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ: {فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ} فَلاَ أَنْسَابَ [ص:128] بَيْنَهُمْ عِنْدَ ذَلِكَ وَلاَ يَتَسَاءَلُونَ، ثُمَّ فِي النَّفْخَةِ الآخِرَةِ، {أَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ} [الصافات: 27] وَأَمَّا قَوْلُهُ: {مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ} [الأنعام: 23] ، {وَلاَ يَكْتُمُونَ اللَّهَ حَدِيثًا} [النساء: 42] ، فَإِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ لِأَهْلِ الإِخْلاَصِ ذُنُوبَهُمْ، وَقَالَ المُشْرِكُونَ: تَعَالَوْا نَقُولُ لَمْ نَكُنْ مُشْرِكِينَ، فَخُتِمَ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ، فَتَنْطِقُ أَيْدِيهِمْ، فَعِنْدَ ذَلِكَ عُرِفَ أَنَّ اللَّهَ لاَ يُكْتَمُ حَدِيثًا، وَعِنْدَهُ: {يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا} [البقرة: 105] الآيَةَ، وَخَلَقَ الأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ ثُمَّ خَلَقَ السَّمَاءَ، ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ فِي يَوْمَيْنِ آخَرَيْنِ، ثُمَّ دَحَا الأَرْضَ، وَدَحْوُهَا: أَنْ أَخْرَجَ مِنْهَا المَاءَ وَالمَرْعَى، وَخَلَقَ الجِبَالَ وَالجِمَالَ وَالآكَامَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي يَوْمَيْنِ آخَرَيْنِ، فَذَلِكَ قَوْلُهُ: {دَحَاهَا} [النازعات: 30] . وَقَوْلُهُ: {خَلَقَ الأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ} [فصلت: 9] . فَجُعِلَتِ الأَرْضُ وَمَا فِيهَا مِنْ شَيْءٍ فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ، وَخُلِقَتِ السَّمَوَاتُ فِي يَوْمَيْنِ، {وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا} [النساء: 96] سَمَّى نَفْسَهُ ذَلِكَ، وَذَلِكَ قَوْلُهُ، أَيْ لَمْ يَزَلْ كَذَلِكَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يُرِدْ شَيْئًا إِلَّا أَصَابَ بِهِ الَّذِي أَرَادَ، فَلاَ يَخْتَلِفْ عَلَيْكَ القُرْآنُ، فَإِنَّ كُلًّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ " قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ: حَدَّثَنِي يُوسُفُ بْنُ عَدِيٍّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أُنَيْسَةَ، عَنِ المِنْهَالِ بِهَذَا، وَقَالَ مُجَاهِدٌ: {لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ} [فصلت: 8] : «مَحْسُوبٍ» ، {أَقْوَاتَهَا} [فصلت: 10] : «أَرْزَاقَهَا» {فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا} [فصلت: 12] : «مِمَّا أَمَرَ بِهِ» ، {نَحِسَاتٍ} [فصلت: 16] : «مَشَائِيمَ» ، {وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاءَ} [فصلت: 25] : «قَرَنَّاهُمْ بِهِمْ» ، {تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ المَلاَئِكَةُ} [فصلت: 30] : «عِنْدَ المَوْتِ» ، {اهْتَزَّتْ} [الحج: 5] : «بِالنَّبَاتِ» ، {وَرَبَتْ} [الحج: 5] : «ارْتَفَعَتْ» ، {مِنْ أَكْمَامِهَا} [فصلت: 47] : «حِينَ تَطْلُعُ» ، {لَيَقُولَنَّ هَذَا لِي} [فصلت: 50] : «أَيْ بِعَمَلِي أَنَا مَحْقُوقٌ بِهَذَا» وَقَالَ غَيْرُهُ: {سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ} [فصلت: 10] : «قَدَّرَهَا سَوَاءً» ، {فَهَدَيْنَاهُمْ} [فصلت: 17] : " دَلَلْنَاهُمْ عَلَى الخَيْرِ وَالشَّرِّ، كَقَوْلِهِ: {وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ} [البلد: 10] وَكَقَوْلِهِ: {هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ} [الإنسان: 3] : وَالهُدَى الَّذِي هُوَ الإِرْشَادُ بِمَنْزِلَةِ أَصْعَدْنَاهُ، وَمِنْ ذَلِكَ قَوْلُهُ: {أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ} [الأنعام: 90] ، {يُوزَعُونَ} [النمل: 17] : يُكَفُّونَ، {مِنْ أَكْمَامِهَا} [فصلت: 47] : قِشْرُ الكُفُرَّى هِيَ الكُمُّ " وَقَالَ غَيْرُهُ: " وَيُقَالُ لِلْعِنَبِ إِذَا خَرَجَ أَيْضًا كَافُورٌ وَكُفُرَّى، {وَلِيٌّ حَمِيمٌ} [فصلت: 34] : القَرِيبُ، {مِنْ مَحِيصٍ} [إبراهيم: 21] : حَاصَ عَنْهُ أَيْ حَادَ، {مِرْيَةٍ} [هود: 17] : وَمُرْيَةٌ وَاحِدٌ، أَيْ امْتِرَاءٌ " وَقَالَ مُجَاهِدٌ: {اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ} [فصلت: 40] : «هِيَ وَعِيدٌ» وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: {ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ} [المؤمنون: 96] : «الصَّبْرُ عِنْدَ الغَضَبِ وَالعَفْوُ عِنْدَ الإِسَاءَةِ، فَإِذَا فَعَلُوهُ عَصَمَهُمُ اللَّهُ، وَخَضَعَ لَهُمْ عَدُوُّهُمْ» {كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ} [فصلت: 34]
__________

[تعليق مصطفى البغا]
4537 (4/1814) -[ش (رجل) قيل هو نافع بن الأزرق الذي صار بعد ذلك رأس الأزارقة - وهي فرقة من الخوارج - وقد كان يجالس ابن عباس رضي الله عنهما في قلة ويعارضه. (تختلف. .) تشكل وتظهر كأنها متعارضة. (فقد كتموا. .) أي أنهم كانوا مشركين
(إلى قوله) وتتمتها رفع {سمكها فسواها. وأغطش ليلها وأخرج ضحاها والأرض بعد ذلك دحاها} (رفع. .) جعل سقفها بعيدا عن الأرض أو المسافة بينها وبين الأرض بعيدة مديدة. (دحاها) بسطها ومدها وجعلها صالحة للسكنى والعيش عليها والتقلب في أقطارها. (إلى قوله) وتتمتها {وتجعلون له أندادا ذلك رب العالمين. وجعل فيها رواسي من فوقها وبارك فيها وقدر فيها أقواتها في أربعة أيام سواء للسائلين. ثم استوى إلى السماء وهي دخان فقال لها وللأرض ائتيا طوعا أو كرها قالتا أتينا طائعين} . (أندادا) شركاء جمع ند وهو المثل أو النظير. (رواسي) جبالا ثوابت جمع راسية من رسا الشيء إذا ثبت أصله ورسخ. (بارك فيها) بما يخرج منها من زرع وثمر وما يعيش عليها من حيوان وما يحتاج إليه. (قدر. .) قسم أرزاق أهلها ومصالحهم ومعايشهم وجعل في كل قسم منها ما ليس في الآخر ليكون التبادل وتقوم التجارة. (سواء. .) مستوية ومتعادلة لا زيادة فيها ولا نقصان جوابا لمن سأل في كم خلقت الأرض والأقوات وقيل على قدر حاجة السائلين وهم جميع البشر. (استوى إلى السماء) توجهت إرادته إلى خلقها. (وهي دخان) قيل المراد بخار الماء وما هو على صورته. (كرها) ملجآت مقهورات وانظر أول الباب. (فكأنه. .) أي فكأن الله تعالى كان متصفا بهذه الصفات في الزمن الماضي ثم تغير عن ذلك. (فقال) أي ابن عباس رضي الله عنهما مجيبا للسائل المبتدع ومفندا له ما التبس عليه أو ما تتبعه من متشابه القرآن ابتغاء الفتنة. (فصعق) مات
وانظر الباب (299) . (في النفخة. .) أجابه عن المسألة الأولى مبينا أن التساؤل بعد النفخة الثانية ولكن ليوم القيامة أحوال ومواطن قبل أن يدخل أهل الجنة الجنة وأهل النار النار ففي موطن يشغل كل بنفسه ويبرأ من غيره فلا تساؤل وفي موطن يتلاوم أهل الباطل ويتهم بعضهم بعضا بالإفساد والتضليل فيكون التساؤل وهكذا. (الآية) وتتمتها {وعصوا الرسول لو تسوى بهم الأرض ولا يكتمون الله حديثا} أي لا يقدرون على كتمان شيء لأن جوارحهم تشهد عليهم. (تسوى بهم الأرض) يدفنون ويصيرون فيها فتسوى بهم كما تسوى بالموتى أو يتمنون أن لو لم يبعثوا. (الآكام) جمع أكمة وهي الموضع المرتفع من الأرض كالتل والرابية
(ممنون) مقطوع أو معدود. (مشائيم) لما فيها من العذاب لهم جمع مشومة من الشؤم وهو الشر. (قيضنا) هيأنا وأعددنا. (قرناء) شياطين ملازمين لهم
(عليهم) على المؤمنين تبشرهم بما سيلقون من جزاء عند الله تعالى بعد الموت. (اهتزت) تحركت تحريكا شديدا. (أكمامها) جمع كم وهو الغلاف الذي يغطي الثمر والحب في الشجر والنخل والزرع. (محقوق) مستحق له. (النجدين) مثنى نجد وهو ما ارتفع من الأرض من تل أو نحوه ويقال النجد للطريق الواضح وفسرا بطريقي الخير والشر لوضوحهما واستبانة أمرهما. (والهدى. .) يشير إلى أن الهدى يكون بمعنى الدلالة مطلقا كما في الآيات السابقة ويكون بمعنى الدلالة الموصلة. (أولئك) إشارة إلى الأنبياء الذين سبق ذكرهم في الآيات قبلها. (فبهداهم) ما جاؤوا به من أصول الدين التي لا اختلاف فيها بين الأنبياء وما سلكوه واتصفوا به من مكارم الأخلاق الفاضلة. (يكفون) أي يحبس أولهم ليلحق آخرهم وقيل معنى (يوزعون) يساقون ويدفعون. (الكفرى) هي الكم وقد سبق بيانه والكم بكسر الكاف وقيل بضمها. (كافور) هو زهر النخيل. (حميم) هو القريب المشفق لأن له في الإشفاق على قريبه حرارة وحدة. (محيص) محيد ومهرب من عذاب الله عز وجل. (واحد) أي من حيث المعنى وهو الامتراء أي الشك. وقرأ الجمهور بالكسر وقرأ الحسن البصري
بالضم. (هي. .) أي قوله اعملوا أمر تهديد ووعيد وليس أمر تخيير وتكريم. (عصمهم) حفظهم وحماهم]  

Mulungan Sleman Yogyakarta Indonesia Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi

2014/02/14

Doa Nabi SAW

Ternyata yang dibaca oleh nabi SAW, ketika bibirnya bergerak-gerak, adalah doa dahsyat:
تحفة الأحوذي (9/ 183)
اللَّهُمَّ بِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أقاتل.

Rujukan tulisan ini kitab syarah Tirmidzi, bernama Tuhfatul-Ahwadzi. Arti dari doa itu; ya Allah denganMu hamba berupaya. DenganMu hamba menyerang. Dan denganMu hamba bertempur.

Rujukan lengkapnya:
سنن الترمذي  (5/ 437)
3340 - حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ، وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، المَعْنَى وَاحِدٌ، قَالَا: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنْ ثَابِتٍ البُنَانِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى العَصْرَ هَمَسَ - وَالهَمْسُ فِي قَوْلِ بَعْضِهِمْ تَحَرُّكُ شَفَتَيْهِ كَأَنَّهُ يَتَكَلَّمُ - فَقِيلَ لَهُ: إِنَّكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذَا صَلَّيْتَ العَصْرَ هَمَسْتَ؟ قَالَ: " إِنَّ نَبِيًّا مِنَ الأَنْبِيَاءِ كَانَ أُعْجِبَ بِأُمَّتِهِ فَقَالَ: مَنْ يَقُومُ لِهَؤُلَاءِ؟ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ أَنْ خَيِّرْهُمْ بَيْنَ أَنْ أَنْتَقِمَ مِنْهُمْ وَبَيْنَ أَنْ أُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوَّهُمْ، فَاخْتَارُوا النِّقْمَةَ، فَسَلَّطَ عَلَيْهِمُ المَوْتَ، فَمَاتَ مِنْهُمْ فِي يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفًا "
__________

[حكم الألباني] : صحيح

Dan seterusnya.