Dalam suasana duka tersebut, kerajaan tak menemukan putra mahkota, karena 17 adik laki-laki Syiruih telah dibunuh. Ada orang luar kerajaan yang diajukan agar menjadi pengganti Raja Syiruih; namun keluarga kerajaan menolak. Jalan satu-satunya mereka mengangkat (بُورَان بِنْت شيرويه بْن كِسْرَى بْن برويز) Buran binti Siruih bin Kisra bin Barwiz sebagai ratu.
Tak lama setelah itu, Buran pun wafat. Maka Adzarmidakhat yang cantiknya luar biasa menggantikan dia.
Sepertinya ratu sangat cantik ini benci lelaki. Seorang pangeran sangat tampan yang mendekati ditanggapi, “Datanglah kemari besok!” dengan dingin.











