SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label PS 60: Pembebasan Syam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PS 60: Pembebasan Syam. Tampilkan semua postingan

2015/02/15

PS 60: Pembebasan Syam



PS 60: Pembebasan Syam
Tinggalkan Negeri Tercinta 




Kaum Muslimiin yang menyaksikan mereka, terperanjat. Kekayaan Raja Tuma ‘luar biasa’ banyaknya. Pakaian sutra berkancing emas yang dikeluarkan dari simpanan, sekitar 300 muatan. 

Di luar kota, dipersiapkan tenda-tenda sutra gemerlapan, untuk mengumpulkan yang akan dibawa, oleh Raja Tuma dan lainnya. Ternyata harta kekayaan mereka banyak sekali.

Khalid memandang dengan heran. Bibirnya melafalkan, “Betapa banyak sekali yang mereka bawa?” Lalu dengan bergetar, dia membaca Firman Allah Ta’ala, “Walau laa an yakuunan naasu ummatan wachidatan laja’alnaa liman yakfuru bi Al-Rocmaani li buyuutihim suqufan min fiddhotin wa ma’aarija alaihaa yadlharuun.”  [1]
Artinya: Kalau takkan berakibat manusia ‘menjadi umat satu’ (kafir semua), niscaya Kami telah menjadikan secara khusus, untuk orang yang kufur pada Rohman:
1.     Atap-atap dari perak untuk rumah-rumah mereka.
2.     Demikian pula tangga yang mereka pergunakan naik.

Mereka yang sibuk mengumpulkan harta, untuk dibawa keluar dari negeri Damaskus itu, kelihatan ‘takut serangan’ Muslimiin. Mereka bergerak cepat sekali, seperti himar yang ketakutan. Bahkan tidak ada yang menoleh ke arah teman, karena terlalu tergesa-gesa ‘ingin segera’ pergi jauh.
Mereka telah berkumpul banyak sekali, akan meninggalkan kota.

Khalid mengangkat tangan lalu berdoa, “Ya Allah, jadikanlah itu semua untuk kami. Berilah kami kekuasaan ‘menikmati’ itu semua. Jadikanlah ini semua sebagai fasilitas kaum Muslimiin, aamin. Sungguh Engkau Maha Mendengar doa.” [2]

Khalid mendekati pasukan Muslimiin dan berkata, “Saya punya pandangan baik. Maukah kalian bergabung?.”
Mereka menjawab, “Kami akan ikut kau, dan takkan menentang.”
Khalid berkata, “Rawatlah kuda kalian, dan asahlah pedang kalian! Setelah tiga hari, saya akan mencari mereka, dengan harapan mendapatkan rampasan harta, yang telah kalian saksikan. Saya yakin ‘mereka tidak meninggalkan’ harta maupun pakaian yang pantas, di kota ini. Yang baik-baik telah dibawa semuanya.”


Dengan berkendaraan, lautan manusia telah siap semuanya. Tuma dan Harbis menghadap pada Abu Ubaidah, yang berkata, “Kalian telah menetapi janji. Sekarang silahkan pergi ke manapun yang kalian inginkan. Kalian dijamin aman, selama tiga hari.”

Mereka menyerahkan sejumlah harta pada Abu Ubaidah, lalu berpamitan. Arak-arakan yang sangat panjang itu mengalir, meninggalkan negeri kelahiran, Damaskus. Semua anak-cucu mereka dibawa, agar tidak bermasyarakat dengan kaum Muslimiin. Derap kaki kuda mereka membahana.


In syaa Allah bersambung.




Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia


[1] {وَلَوْلَا أَنْ يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَجَعَلْنَا لِمَنْ يَكْفُرُ بِالرَّحْمَنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِنْ فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ } [الزخرف: 33].
[2] فتوح الشام (1/ 75)
 فلما نظر خالد إلى ذلك رفع يديه إلى السماء وقال اللهم جعله لنا وملكنا إياه واجعل هذه الأمتعة قوتا للمسلمين آمين إنك سميع الدعاء.