SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Al-Baqarah 57 – 60. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Baqarah 57 – 60. Tampilkan semua postingan

2013/03/14

Kajian Al-Baqarah 57 – 60


وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ وَإِذْ قُلْنَا ادْخُلُوا هَذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُولُوا حِطَّةٌ نَغْفِرْ لَكُمْ خَطَايَاكُمْ وَسَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ وَإِذِ اسْتَسْقَى مُوسَى لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Artinya:
Dan Kami telah menaungkan Mendung atas kalian, dan telah menurunkan madu serta burung salwa atas kalian. Makanlah sebagian dari yang baik-baik yang telah Kami rizkikan pada kalian!. Mereka tidak menganiaya Kami, tetapi mereka telah menganiaya diri mereka. (57)

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman, “Masuklah ini desa! Maka makanlah darinya! Di mana kalian menghendaki, dengan leluasa! Dan masuklah pintu dengan bersujud! Dan katakan ‘chitthoh!’ Kami akan mengampuni kalian. Dan Kami akan menambahi pada kaum Muhsin. (58)

Namun kaum Aniaya telah menggantikan ucapan yang tidak dikatakan (diperintahkan) pada mereka. Maka Kami turunkan Siksa dari langit, atas orang-orang yang telah aniaya, karena telah fasiq (berbuat pelanggaran). (59)

Dan (ingatlah) ketika Musa memintakan minuman untuk kaumnya, maka Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkat!” Sontak 12 mata air menyembur darinya. Sungguh tiap-tiap manusia telah tahu tempat minum mereka. “Makan dan minumlah sebagian Rizqi Allah! Jangan membuat kerusakan di dalam bumi, dengan melakukan pelanggaran!.” (60)

Ibnu Katsir menjelaskan pernyataan Athiyah murid Ibnu Abbas RA: تفسير ابن كثير (1 / 278):
وَقَالَ عَطِيَّةُ الْعَوْفِيُّ: وجُعل لَهُمْ حَجَرٌ مِثْلُ رَأْسِ الثَّوْرِ يُحْمَلُ عَلَى ثَوْرٍ، فَإِذَا نَزَلُوا مَنْزِلًا وَضَعُوهُ فَضَرَبَهُ مُوسَى بِعَصَاهُ، فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا، فَإِذَا سَارُوا حَمَلُوهُ عَلَى ثور، فاستمسك الماء.
Artinya:
Athiyah Al-Aufi berkata, “Dipersiapkan batu semisal kepala sapi untuk mereka. Jika berhenti, batu mereka letakkan, agar dipukul oleh Musa AS, dengan tongkatnya. Sontak 12 mata air menyembur dari batu. Jika mereka berjalan; batu dibawa di atas punggung sapi; sontak semburan airnya berhenti.”