SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2015/07/12

Cerita Islami : Perang Khaibar (3)





Yang paling seru Peperangan SayyidinaaAli RA. Karena mendapat doa khusus dari Nabi SAW, maka dia mampu membobol pintu gerbang kastil, berupa besi besar lebar sangat berat. Hingga orang-orang terkejut oleh debam suaranya yang membahana. Mereka berlarian ketakutan hampir saja tak percaya; tapi nyata: pintu gerbang sangat besar hanya dijinjing dengan tangan satu hingga perang usai. Diperkirakan jika mereka dihantam dengannya; hancur-lebur menjadi darah.

Menurut Ibnu Ishaq[1], “Pada saat Rasulullah SAW mengutus agar Abu Bakr RA membawa panjinya berwarna putih, untuk menaklukkan penghuni kastil, ternyata tak  juga meraih kemenangan, meskipun telah diperjuangkan sekuat tenaga.
Paginya Rasulullah SAW mengutus Umar RA, namun tak juga berhasil meraih kemenangan, meskipun segala upaya dan tenaga telah dikerahkan.
Rasulullah SAW bersabda ‘Niscaya besok pagi, panji ini akan aku berikan sungguh, pada pria yang cinta Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memberi kemenangan melalui dua tangannya. Dia bukan orang yang mudah lari dari musuh’.
Rasulullah SAW berdoa dan meludahi mata Ali yang saat itu sakit. Rasulullah SAW perintah ‘ambil panji ini! Dan segera berangkat berjuang! Hingga Allah memberi Kemenangan!’.
Salamah yang saat itu menyaksikan, melaporkan, “Demi Allah penyakit mata Ali langsung hilang. Dan dia bergegas melaksanakan tugas. Saya mengikuti dia terus di belakangnya hingga dia menancapkan panjinya di pertengahan tumpukan batu-batu besar di bawah kastil. Seorang Yahudi menengok dia dari atas kastil, untuk bertanya, “Siapa kau?.”
Ali menjawab, “Aku Ali bin Abi Thalib.”
Dia berkata, “Kalian pasti meraih kemenangan yang belum pernah diraih oleh Musa AS.” [2]

Nyatanya Ali tak kembali ke hadirat Nabi SAW, sebelum Allah memberi dia Kemenangan.

Ibnu Ischaq sejarahwan Islam mendapat berita dari Abdullah bin Al-Chusain, dari sebagian keluarganya, dari Abi Rafiq mantan hamba-sahaya Rasulillah SAW:
“Kami dulu keluar bergabung pada Ali RA, di saat dia diutus oleh Rasulillah, agar membawa panji. Ketika dia telah mendekati kastil; beberap lelaki datang menyerang dengan garang, hingga terjadi pertempuran sengit. Perisai Ali RA terlempar dari tangannya, oleh pukulan pedang seorang. Ali RA bergerak cepat meraih dan membobol pintu besar di sisi kastil, untuk menangkis serangan berbahayaPintu sangat berat dipergunakan sebagai perisai dalam perangnya, dalam waktu cukup lama. Hingga Allah memberi dia kemenangan.
Setelah peperangan berakhir, dia melemparkan ke tanah. Saya telah mencoba bersama tujuh teman saya untuk mendirikan. Namun tidak mampu. [3]

Ilmuan Hadits, Ibnu Chajar Al-Asqalani penyarah Hadits Al-Bukhari melaporkan, “Bahkan akhirnya pintu besi diangkat oleh empat puluh orang, namun tidak mampu.“ [4]

Meskipun secara sekilas seakan-akan perjalanan sejarah Nabi SAW, mulai Perang Khaibar hingga Fatchu Makkah, hanyalah kekerasan. Namun sesungguhnya yang benar adalah cinta kasih dan akhlaq mulia yang mempesona. Mungkin karena pengaruh wahyu yang diturunkan berwujud Surat Al-Fatch, sehingga Nabi SAW sangat berhati-hati dalam menindak manusia. Terlalu banyak kesalahan kaum Khaibar atas Muslimiin. Pengusiran Nabi SAW atas kaum Khaibar jauh lebih indah, dibanding dengan saat kaum selain Muslimiin menindak kaum Yahudi dalam waktu sangat panjang. Kaum Yahudi diperangi dan diusir oleh kaum Nashrani mulai sejak Raja Qusthanthin (قسطنطين) atau Konstantin, hingga waktu yang panjang sekali, yaitu hingga Deklarasi Balvour, dengan perlakuan yang jauh lebih kejam. Perang Salib Satu, atau amukan Hitler, atau amukan Raja Bukhtunashar atas mereka, mungkin termasuk yang paling menonjol. Perang Khaibar sebagai training Nabi SAW dan kaum Muslimiin dalam menindak manusia dengan bijak dan indah. Karena keberhasilannya maka sekitar 19 bulan setelahnya, Nabi SAW mampu menaklukkan bangsa Quraisy dengan cara yang indah sekali, melebihi indahnya yang dianggap paling indah. Keindahan yang hakiki bukan pada lukisan atau music, atau atau gadis tercantik. Tetapi pada akhlaq sempurna yang diperagakan dengan tulus dan sadar bahwa, Allah yang Esa, Firman-Nya Indah menggetarkan sukma.

Semoga Cerita Islami berikutnya lebih bermanfaat. Alloohumma aamiiiin.



[1] Sejarahwan Islam terkenal.
[2] Nabi Musa AS hingga wafat belum mampu menaklukkan kaum Jabbar atau kaum Imlaq yang diperangi selama 40 tahun. Sedangkan Ali RA mampu menaklukkan penghuni kastil bahkan menaklukkan penduduk Khaibar, karena Pertolongan Allahu Akbar, dengan cara yang lebih dari mengagumkan.   
[3] فتح الباري لابن حجر (7/ 478)
 وَذكر بن إِسْحَاقَ مِنْ حَدِيثِ أَبِي رَافِعٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ عَلِيٍّ حِينَ بَعَثَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَايَتِهِ فَضَرَبَهُ رَجُلٌ مِنْ يَهُودَ فَطَرَحَ تُرْسَهُ فَتَنَاوَلَ عَلِيٌّ بَابًا كَانَ عِنْدَ الْحِصْنِ فَتَتَرَّسَ بِهِ عَنْ نَفْسِهِ حَتَّى فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ فَلَقَدْ رَأَيْتُنِي أَنَا فِي سَبْعَةٍ أَنَا ثَامِنُهُمْ نَجْهَدُ عَلَى أَنْ نَقْلِبَ ذَلِكَ الْبَابَ فَمَا نَقْلِبُهُ.
[4] فتح الباري لابن حجر (7/ 478)
 وَلِلْحَاكِمِ مِنْ حَدِيثِ جَابِرٍ أَنَّ عَلِيًّا حَمَلَ الْبَابَ يَوْمَ خَيْبَرَ وَأَنَّهُ جُرِّبَ بَعْدَ ذَلِكَ فَلَمْ يَحْمِلْهُ أَرْبَعُونَ رَجُلًا وَالْجَمْعُ بَيْنَهُمَا أَنَّ السَّبْعَةَ عَالَجُوا قَلْبَهُ وَالْأَرْبَعِينَ عَالَجُوا حَمْلَهُ وَالْفَرْقُ بَيْنَ الْأَمْرَيْنِ ظَاهِرٌ.

0 komentar:

Posting Komentar