SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2015/07/13

Cerita Islami Ibnul-Atsir Mulya Abadi




Cerita Islami sohor, banyak yang ditulis oleh Syaikh Alim kuno yang hingga saat ini sohor, Ibnul-Atsir rahimahullaah. [1] Buah karya dia yang hingga saat ini dibutuhkan oleh para ulama besar, di antaranya Annihayatu fii Ghariibil-Hadiitsi wal-Atsar. Yaitu kitab lengkap yang membahas bahasa Arab dan Cerita Islami sohor.
Saya akan menerjemahkan sebagian tulisan beliau, berkaitan makna “Tasbih, Sabaha, Subhaana, atau ‘Subhaanallaah’.”
Sungguh penjelasan lafal “Attasbih” telah diulang-ulang di dalam Al-Hadits, dengan lafal yang berbeda-beda. Asli makna istilah “Tasbih” menyatakan sempurna, menyatakan suci, dan menyatakan “Tidak ada cacatnya.” Lalu istilah ini dipergunakan di beberapa tempat secara luas. Diucapkan “Sabbahtuhuu (Aku telah bertasbih padaNya), Usabbihuhuu tasbiihan wasubhaanan (Aku sedang bertasbih padaNya, dengan nyata, dan dengan mensucikan).” Makna lafal “Subhaanallaah” menyataknan ‘Suci’ pada Allah. Huruf “Na” dalam lafal ‘Subhaana’ (dinashob) difathah, karena menyimpan kata kerja. Sunggguh menyatakan demikian (Subhaana), seperti menyatakan “Aku menyatakan Allah Suci dari kejelekan.” [2]

Di Ajaran Khadhir dijelaskan mengenai “Tujuh Tasbih” ;

1.     Subhhanal-Waahidilladzii laisa ghoirohuu Illah (Maha Suci yang sejak dulu ‘selain Dia’ bukan Tuhan).
2.     Subhaanal-Qodiimilladzii laa baadiya laH (Maha Suci yang Maha Terdahulu yang tiada permulaan bagiNya).
3.     Subhaanaddaaimilladzii laa nafaada laH (Maha Suci yang Maha Kekal yang tak berakhir bagiNya).
4.     Subhaanalladzii kulla yaumin Huwa fii syaen (Maha Suci yang tiap hari di tiap hari di dalam kesibukan (berbuat baik)).
5.     Subhaanalladzii yuhyii wayumiiit (Maha Suci yang menghidupkan dan mematikan).
6.     Subhaanalladzii kholaqo maa yuroo wamaa laa yuroo (Maha Suci yang telah mencipta yang bisa dilihat dan yang tidak bisa dilihat).
7.     Subhaanalladzii ‘alima kulla syaiin bighori ta’liim (Maha Suci yang tahu segala sesuatu dengan tanpa belajar).
Semoga Cerita Islami berikutnya lebih bermanfaat. Alloohumma aamiiiin.


[1] Beliau wafat tahun 606 Hijriyah.
[2] النهاية في غريب الحديث والأثر (2/ 331)
(سَبَحَ)
قَدْ تَكَرَّرَ فِي الْحَدِيثِ ذِكرُ «التَّسْبِيح» عَلَى اخْتِلافِ تصرُّف اللَّفظة. وأصلُ التَّسْبِيحُ: التَّنزيهُ وَالتَّقْدِيسُ وَالتَّبْرِئَةُ مِنَ النَّقاَئِص، ثُمَّ استُعْمِل فِي مواضعَ تقْرُب مِنْهُ اتِّسَاعا. يُقال سَبَّحْتُهُ أُسَبِّحُهُ تَسْبِيحاً وسُبْحَاناً، فَمَعْنَى سُبْحَانَ اللهِ: تَنْزيه اللهِ، وَهُوَ نَصْب عَلَى الْمَصْدَرِ بفِعْل مُضْمر، كَأَنَّهُ قَالَ: أُبَرئُ اللَّهَ مِنَ السُّوء بَراءةً.

0 komentar:

Posting Komentar