SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Surat Al-Baqarah 203 - 206. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Al-Baqarah 203 - 206. Tampilkan semua postingan

2014/04/01

Surat Al-Baqarah 203 - 206




Kajian Bersambung
{وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ () وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ () وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ () وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ ()} [البقرة:203 - 206].

Artinya:
Dan sebutlah Allah! Di hari-hari yang dihitung! Maka barang siapa menggesakan di dalam dua hari, maka tiada dosa atas dia. Namun barang siapa mengakhirkan, maka tiada dosa atas dia, bagi yang bertaqwa. Ketahuilah bahwa! Sungguh kalian akan dikumpulkan padaNya!. [203].

Ibnu Abbas RA berkata, “Hari-hari yang dihitung (الْأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ), adalah hari tasyrik. Sedangkan hari-hari yang dimaklumi (الْأَيَّامُ الْمَعْلُومَاتُ), adalah hari-hari sepuluh.”
Ikrimah berkata, “Dan sebutlah Allah! Di hari-hari yang dihitung! Adalah bertakbir dihari tasyrik setelah shalat wajib; Allahu akbar Allau akbar.”
Ahmad meriwayatkan dari Uqbah bin Amir, Rasulullah SAW bersabda, “Hari Arafah, hari Menyembelih, dan hari Tasyrik, adalah Hari Raya kami umat Islam. Yaitu hari-hari Makan dan Minum.”
Imam Ahmad meriwayatkan lagi dari Nubaisyah Al-Hudzali, Rasulullah SAW bersabda, “Hari Tasyrik adalah hari makan minum, dan menyebut Allah.” [1]

Sebagian manusia ada yang ucapannya menakjubkan padamu di dalam dunia. Bahkan mempersaksikan yang di dalam hatinya, pada Allah. Padahal dia lebih sangat membantah. [204].

Assuddi berkata, “Ayat ini turun mengenai Akhnas bin Syariq Atssaqafi. Dia datang pada Rasulillah SAW untuk menyatakan Islam, namun batinnya justru kebalikannya.” [2]

Dan ketika telah berpaling, dia bergegas di bumi, untuk membuat kerusakan, dan merusak tanaman maupun keturunan. Sedangkan Allah tidak cinta pada kerusakan. [205].

Ketika dikatakan padanya, “Takutlah Allah!” Maka kesombongan merasuki, hingga dia melakukan dosa. Maka cukup padanya, Jahannam. Maka sejelek-jelek hamparan. [206].



[1] تفسير ابن كثير (1/ 560)
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: "الْأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ" أَيَّامُ التَّشْرِيقِ، وَ"الْأَيَّامُ الْمَعْلُومَاتُ" أَيَّامُ العَشْر. وَقَالَ عِكْرِمَةُ: {وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ} يَعْنِي: التَّكْبِيرُ أيامَ التَّشْرِيقِ بَعْدَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ: اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَقَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا وَكِيع، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يَوْمُ عَرَفة وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عيدُنا أَهْلَ الْإِسْلَامِ، وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ" وَقَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ أَيْضًا: حَدَّثَنَا هُشَيم، أَخْبَرَنَا خَالِدٌ، عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ، عَنْ نُبَيشة الْهُذَلِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أيامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ".

[2] تفسير ابن كثير (1/ 562)
قَالَ السُّدِّيُّ: نَزَلَتْ فِي الْأَخْنَسِ بْنِ شَرِيق الثَّقَفِيِّ، جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَظْهَرَ الْإِسْلَامَ وَفِي بَاطِنِهِ خِلَافُ ذَلِكَ.