SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2013/08/28

Hajal Haram untuk yang Ihram



Abu Dawud meriwayatkan Hadits tentang binatang yang haram dimakan oleh orang ihram. Termasuk di antaranya, burung Hajal dan Yaaqib; سنن أبي داود (2/ 170)
1849 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ، عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ، عَنْ إِسْحَاقَ ابْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ أَبِيهِ، وَكَانَ الْحَارِثُ، خَلِيفَةُ عُثْمَانَ عَلَى الطَّائِفِ فَصَنَعَ لِعُثْمَانَ طَعَامًا فِيهِ مِنَ الحَجَلِ وَالْيَعَاقِيبِ وَلَحْمِ الْوَحْشِ، قَالَ: فَبَعَثَ إِلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ فَجَاءَهُ الرَّسُولُ وَهُوَ يَخْبِطُ لِأَبَاعِرَ لَهُ فَجَاءَهُ وَهُوَ يَنْفُضُ الْخَبَطَ عَنْ يَدِهِ، فَقَالُوا لَهُ: كُلْ، فَقَالَ: أَطْعِمُوهُ قَوْمًا حَلَالًا؛ فَأَنَا حُرُمٌ فَقَالَ: عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنْشُدُ اللَّهَ مَنْ كَانَ هَا هُنَا مِنْ أَشْجَعَ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْدَى إِلَيْهِ رَجُلٌ حِمَارَ وَحْشٍ وَهُوَ مُحْرِمٌ فَأَبَى أَنْ يَأْكُلَهُ؟ "، قَالُوا: نَعَمْ
__________

[حكم الألباني] : صحيح
Arti (selain isnad)nya:
Dari Ishaq bin Abdillah bin Al-Charits, dari ayahnya. Dulu Al-Charits (kakek Ishaq) wakil Utsman untuk kota Thoif. Dia mempersiapkan makanan untu Utsman. Di dalam makanan tersebut ada beberapa daging burung Hajal, beberapa daging Yaaqib (Hajal jantan), dan daging binatang liar.
Utsman mengirimkan makanan tersebut pada Ali RA yang saat itu sedang memukul dedaunan untuk pakan unta-unta miliknya. Utusan datang; Ali menghempaskan dedaunan dari tangannya.
Mereka berkata, “Makanlah!.”
Ali RA menjawab, “Berikan makanan pada kaum halal! Sungguh kami sama ihram.” Lalu berkata, “Saya bertanya dengan sumpah pada Allah, pada orang di sini yang dari Asyjak, ‘apakah kalian tahu sungguh di saat Rasulallah SAW ihram, pernah diberi himar liar oleh lelaki? Namun beliau menolak makan padanya?’.”
Mereka menjawab, “Betul.”
Albani menghukumi Hadits di atas shachih.

2013/08/18

Semoga Kalian dan



Darah pahlawan kemerdekaan
Telah kering bahkan
Telah hilang ditelan zaman
Betulkah yang diinginkan oleh mereka?
Kemerdekaan yang tak sempurna?
Harapan mereka
Negara ini dipimpin oleh kaum adil dan beradab
Agar negri ini menjadi Baldatun
Thoyyibatun
Warabbun Ghafuurun
Semoga kalian dan anak-cucu kita
Menjadi kaum yang diberi anugrah kemampuan oleh Taala
Mewujudkan harapan mereka

2013/08/15

Rizqi Melimpah


Makkah rizqinya melimpah
Berkat doa suami Sarah AS
Madinah rizqinya melimpah
Berkat doa Ayah Fathimah SAW
Indonesia yang kaya raya
Rakyatnya juga akan segera kaya
Kalau Allah telah mengabulkan doa kita
Ya Allah berilah kami Rahmat yang
Kau gunakan merahmati orang-orang
Yang kaya di dunia dan di surga
Engkau Maha Segala-galanya

Aamiiin, ya Robbanaa

Ponpes Mulya Abadi.

اللهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ، وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ، وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ، وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكِ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ، وتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ، وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ، وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ، وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَرَحِيمَهُمَا، تُعْطِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُمَا، وتَمْنَعُ مَنْ تَشَاءُ، ارْحَمْناَ رَحْمَةً تُغْنِيناَ بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ.

2013/08/14

Terpental Jauh



Sekitar 9 tahun yang lalu, Zuhdan juragan terperpetal jauh bersama mobil yang dikendarai, karena diseruduk oleh Bus Sumber Kencono. “Brang! Glar! Krompyang!”
Setelah terpental sejauh 16 meter, mobilnya ringsek alias hancur.
Setelah menyaksikan pengendaranya masih hidup, orang-orang bertanya, “Mas punya kesaktian berbentuk apa?.”
Zuhdan penduduk Bantul Yogyakarta, menjawab, “Saya nggak punya kesaktian.”
Penulis membocorkan rahasia, “Karena ketika dia keluar rumah bertawakkal dengan berdoa ‘بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ’ yang artinya ‘dengan Nama Allah saya berserah pada Allah. Tiada upaya dan tiada kekuatan kecauli karena Allah’.”

Lima hari sebelum berita ini diturunkan, juga terjadi hal yang sama; Mr Thoyib Al-Marhum memboncengkan Mr Udin bin Jumadi, mengendarai motor berkecepatan 100 Km/jam.
Di barat pasar Gamping, ada tiga orang ragu-ragu saat menyeberang jalan. Yang seorang tertabrak hingga meninggal; yang satu terserempet hingga menderita luka parah. Dua pengendaranya terpental 50 meter. Mr Thoyib pengemudi meninggal sekitar 20 menit setelah kejadian; Udin menderita luka parah bagian dari wajahnya lalu pingsan.
{إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ} [البقرة: 156] ، اللهُمَّ أْجُرْناَ فِي مُصِيبَتِناَ، وَأَخْلِفْ لَناَ خَيْرًا مِنْهَا. (Sungguh kita milik Allah, dan sungguh kita akan kembali padaNya. Ya Allah berilah kami pahala di dalam musibah kami. Dan berilah ganti untuk kami yang lebih baik darinya).

2013/08/07

Keturunan Nabi Ya’qub AS



Kitab lengkap tentang tafsir adalah Ibnu Jarir. Kitab ini sering diistilahkan, “Atthobari, atau ‘Jami’ul-Bayan’.” 
Berikut ini uraian Ibnu Jarir tentang istri dan putraNabi Yaqub AS: تفسير الطبري = جامع البيان  (2/ 598)
حَدَّثَنَا ابْنُ حُمَيْدٍ، قَالَ: ثَنَا سَلَمَةُ، قَالَ: حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، قَالَ: " نَكَحَ يَعْقُوبُبْنُ إِسْحَاقَ وَهُوَ إِسْرَائِيلُ ابْنَةَ خَالِهِ لِيَا ابْنَةَ لِيَانَ بْنِ تُوبِيلَ بْنِ إِلْيَاسَ، فَوَلَدَتْ لَهُ رُوبِيلَ بْنَ يَعْقُوبَ، وَكَانَ أَكْبَرَ وَلَدِهِ، وَشِمْعُونَ بْنَ يَعْقُوبَ، وَلَاوِي بْنَ يَعْقُوبَ، وَيَهُوذَا بْنَ يَعْقُوبَ، وَرِيَالُونَ بْنَ يَعْقُوبَ، وَيَشْجَرَ بْنَ يَعْقُوبَ وَدِينَةَ بِنْتَ يَعْقُوبَ. ثُمَّ تُوُفِّيَتْ لِيَا بِنْتُ لِيَانَ، فَخَلَّفَ يَعْقُوبُ عَلَى أُخْتِهَا رَاحِيلَ بِنْتِ لِيَانَ بْنِ تُوبِيلَ بْنِ إِلْيَاسَ، فَوَلَدَتْ لَهُ يُوسُفَ بْنَ يَعْقُوبَ وَبِنْيَامِينَ، وَهُوَ بِالْعَرَبِيَّةِ أَسَدٌ، وَوُلِدَ لَهُ مِنْ سَرِيَّتَيْنِ لَهُ اسْمُ إِحْدَاهُمَا زُلْفَةَ، وَاسْمُ الْأُخْرَى بَلْهِيَّةَ أَرْبَعَةُ نَفَرٍ: دَانُ بْنُ يَعْقُوبَ، وَنَفْثَالِي بْنُ يَعْقُوبَ، وَجَادُ بْنُ يَعْقُوبَ، وَإِشْرَبُ بْنُ يَعْقُوبَ. فَكَانَ بَنُو يَعْقُوبَ اثْنَيْ عَشَرَ رَجُلًا، نَشَرَ اللَّهُ مِنْهُ اثْنَيْ عَشَرَ سِبْطًا لَا يُحْصَى عَدَدُهُمْ وَلَا يَعْلَمُ أَنْسَابَهُمْ إِلَّا اللَّهُ، يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: {وَقَطَّعْنَاهُمْ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًا} [الأعراف: 160] ".
Arti (selain isnad)nya:
Muhammad bin Ishaq berkata, “Yaqub bin Ishaq yakni Israil AS telah menikahi putri pamannya bernama Lia binti Lian bin Tubil bin Ilyas. Lia melahirkan putra Yaqub:
1.     Rubil bin Yaqub, yang merupakan putra tertua.
2.     Syam’un bin Yaqub.
3.     Lawi bin Yaqub.
4.     Yahudza bin Yaqub.
5.     Rialun bin Yaqub.
6.     Yasjar bin Yaqub.
7.     Dinah binti Yaqub.
Karena Lia binti Lian wafat. Maka Yaqub AS memperistri adik Lia bernama Rachil binti Lian bin Tubil bin Ilyas. Rachil melahirkan putra Yaqub AS:
1.     Yusuf AS.
2.     Binyamin. Dalam bahasa Arab artinya ‘singa jantan’.
Dua suriyyah (istri yang tidak pernah ditampakkan di depan orang banyak) Yaqub AS, bernama Zulfah dan Bahliyah, juga melahirkan untuk Yaqub AS:
1.     Dan bin Yaqub.
2.     Naftsali bin Yaqub.
3.     Jad bin Yaqub.
4.     Isyrab bin Yaqub.
Berarti putra Yaqub berjumlah 12 orang. Melalui  mereka Allah menurunkan 12 marga yang jumlah mereka tidak terhitung. Dan yang tahu jumlah nasab mereka juga hanya Allah. Allah berfirman, “وَقَطَّعْنَاهُمْ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًا.” Dan Kami telah memutus-mutus mereka 12 asbath (marga) sebagai beberapa umat.”