SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2015/07/09

Cerita Islami Ajaran Nabi SAW Mulya Abadi




Lafal “Dunia” berasal dari ‘adna’  (bahasa Arab), yang ditaknits (digolongkan perempuan), sehingga menjadi ‘dunia’. Artinya ‘lebih rendah’ atau ‘lebih hina’ atau ‘lebih pendek’. Allah mengistilahkan demikian, karena ada bandingannya, akhirat yang jauh lebih indah atau lebih panjang.
Allah berfirman tentang Dunia Hina:
“Kalau manusia takkan berakibat menjadi umat satu (kafir semua); niscaya Kami telah membuatkan ‘rumah-rumah’ yang dilengkapi dengan: 
1.     Atap-atap dari perak.
2.     Tangga-tangga yang mereka gunakan naik.
3.     Pintu-pintu dan kursi-kursi yang diduduki.
4.     Dan perhiasan. 
Khusus untuk orang yang mengkufuri Rohman. Namun semua itu tiada lain kecuali hanya kesenangan kehidupan lebih rendah. Sedangkan akhirat di sisi Tuhanmu, khusus untuk kaum bertaqwa.” [1]

Menurut Mustaurid bin Syadad, seorang sahabat yang ketika masih muda, pernah ikut rombongan nabi SAW:
“Saya pernah bersama rombongan nabi SAW, yang berhenti pada bangkai anak kambing. Nabi SAW bersabda ‘apakah kalian pernah berpikir’ ketika pemilik bangkai ini membuang?’. Karena menurut mereka ‘hina?’. 
Mereka menjawab ‘karena hina, maka mereka membuang! Ya Rasulallah!’.
Nabi SAW bersabda ‘dunia’ menurut Allah, lebih hina, daripada ‘bangkai ini’ menurut pemiliknya.” 

Saat itu Mustaurid bin Syadad masih muda. [2]
Jabir dan Ibnu Umar juga pernah membahas bab ini. Hadits Mustaurid hasan’. Albani menghukumi Hadits ini shahih[3]
Semoga Cerita Islami berikutnya lebih bermanfaat. Alloohumma aamiiiin.


[1] {وَلَوْلَا أَنْ يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَجَعَلْنَا لِمَنْ يَكْفُرُ بِالرَّحْمَنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِنْ فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ وَزُخْرُفًا وَإِنْ كُلُّ ذَلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ (33-35) } [الزخرف].

[2]  أسد الغابة (5/ 148)
ولما قبض النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ غلاما، قاله الواقدي.

[3]  سنن الترمذي (4/ 560)
2321 - حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ المُبَارَكِ، عَنْ مُجَالِدٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ المُسْتَوْرِدِ بْنِ شَدَّادٍ، قَالَ: كُنْتُ مَعَ الرَّكْبِ الَّذِينَ وَقَفُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى السَّخْلَةِ المَيِّتَةِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَتَرَوْنَ هَذِهِ هَانَتْ عَلَى أَهْلِهَا حِينَ أَلْقَوْهَا» ، قَالُوا: مِنْ هَوَانِهَا أَلْقَوْهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «فَالدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ عَلَى أَهْلِهَا» وَفِي البَاب عَنْ جَابِرٍ، وَابْنِ عُمَرَ: «حَدِيثُ المُسْتَوْرِدِ حَدِيثٌ حَسَنٌ»
__________

[حكم الألباني] : صحيح.

0 komentar:

Posting Komentar