SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2011/10/26

Al-Qur'an




Sebagian pengertian dua Ayat ini: أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ [هود/13، 14], adalah, “Teori bisa dikatakan benar bila telah teruji kebenarannya.”

Artinya:
Apa mereka justru berkata, “Dia (Muhammad) telah mengarang Al-Qur’an? Katakan ‘datangkan sepuluh Surat semisalnya yang dikarang! Dan ajaklah selain Allah yang kalian mampu (mengajak)! Jika (pernyataan) kalian telah benar !’. Jika mereka mutlak tidak bisa mengabulkan tantangan ini pada kalian, maka ketahuilah bahwa (kesimpulannya):
1.     Sungguh Al-Qur’an diturunkan dengan memuat Ilmu Allah.
3.     Bukankah kalian mau masuk Islam?.[1]

Yang perlu dicatat:
1.     Am (أَمْ) yang tidak diletakkan setelah a (أَ) artinya bal (بَلْ), di sini diartikan justru.
2.     Kalimat, “Sungguh Al-Qur’an diturunkan dengan memuat Ilmu Allah” Sama dengan kalimat, “Sungguh Al-Qur’an bukan karangan Muhammad.”
3.     Kalimat, “Jika (pernyataan) kalian telah benar,” adalah pelajaran bahwa ‘teori bisa dikatakan benar jika telah teruji kebenarannya’.
4.     Hal (هَلْ) dalam fahal (فَهَلْ) diartikan, “Bukankah mau,” karena pertanyaan untuk (merayu), agar dijawab ‘ya’.
5.     Muslimuun (مُسْلِمُونَ) diartikan, “Masuk Islam karena berasal dari ‘aslama (أَسْلَمَ) yang artinya masuk Islam.
6.     Ketika manusia mengkufuri Kitab Allah; Allah justru menunjukkan pada mereka, cara membuktikan secara ilmiah paling dahsyat sepanjang sejarah kehidupan, bahwa Al-Qur’an bukan karangan Muhammad, tetapi diturunkan dari Allah dan memuat Ilmu Allah. 

7.       Petunjuk Allah mengenai cara membuktikan secara ilmiah paling dahsyat sepanjang sejarah kehidupan insan, bahwa Al-Qur’an bukan karangan Muhammad, tetapi diturunkan dari Allah, dan memuat Ilmu Allah ini, juga berfungsi sebagai bukti bahwa Allah hanya satu.



[1] Am (أَمْ) di sini diartikan justru karena sebelumnya tidak ada a (أَ). Merujuk: تفسير الجلالين - (ج 3 / ص 485)
{ أَمْ } بل أ { يَقُولُونَ افتراه } أي القرآن؟ .

0 komentar:

Posting Komentar