SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2011/05/19

KW 63: Berlumuran Darah karena Luka Parah

(Bagian ke-63 dari seri tulisan Khalid bin Walid)   

Pasukan Muslimiin mengagumi pernyataan Khalid yang di luar dugaan. Abu Ubaidah berkata pada Khalid, “Hai ayah Sulaiman! Bantulah saudara-saudaramu! Semoga Allah memberimu rahmat.”
Khalid bergerak cepat menakutkan bagai singa jantan. Baju perang bekas milik Musailamah Al-Kadzdzab (مُسَيْلِمَةُ الْكَذَّابُ) penguasa Yamamah, bahkan helm perang telah dikenkan oleh Khalid. Tak ketinggalan chusamnya digenggam dengan tangannya.[1] Khalid telah duduk tegak di atas kuda beralas pelana. Dia menyeru pasukan andalannya (zaman dulu disebut Jaisyuz-Zahf/جيش الزحف): “Ayo menyerang pasukan berpedang!.”
Sontak pasukannya sama  berdatangan mendekat cepat sekali bagai kawanan burung garuda. Semua telah membawa senjata untuk mendampingi Khalid mendatangi panggilan Rohman. Khalid mengibarkan panjinya; pasukan berkudanya berlarian mengelilingi dari segala penjuru. Ada pesan yang disampaikan untuk mereka sebelum berangkat.

Arak-arakan pasukan berkuda berangkat dengan penunjuk jalan Abdullah bin Unais. Tokoh penting bernama Rafi’ bin Umairoh ikut dalam rombongan itu. Mereka berlari cepat dengan kuda; Allah mempercepat lari mereka. Derap kaki-kaki kuda mengusir sepi; debu-debu beterbangan.

Ketika matahari tenggelam; mereka sampai tujuan. Pasukan Romawi bagai kawanan semut banyak sekali. Abdullah bin Ja’far dan pasukannya yang hanya berjumlah 5.00 tidak tampak karena di pertengahan lautan lawan.
Khalid bertanya, “Hai putra Unais! Di mana saya harus mencari putra paman Rasulillah?.”
Abdullah bin Unais menjawab, “Kata dia tempat kumpul mereka di bawah rumah kediaman rahib, atau di surga.”
Setelah mengamati dengan teliti, Khalid melihat panji Islam berkibar di sudut jauh; Abdullah bin Ja’far dan pasukannya sangat lelah dan harapan hidup mereka telah menipis. Mereka telah yakin bahwa hidup mereka akan segera berakhir. Apa lagi ketika luka mereka makin banyak; mereka yakin sepenuhnya bahwa akan segera tewas meninggalkan dunia menuju alam baka.
Abdullh bin Ja’far perintah, “Lawan dan bertahanlah! Ketahuilah bahwa Allah telah melihat kita.” Lalu membaca, “{كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ}.”[2] Artinya: Banyak golongan sedikit telah mengalahkan golongan sangat banyak karena Idzin Allah. Allah menyertai orang-orang sabar.
Khalid dan pasukannya bergerak cepat menyeberangi lautan pasukan Romawi mengikuti Abdullah bin Unais dan kawan-kawannya. Khalid terkejut saat melihat Abdullah bin Unais dan kawan-kawannya berdarah karena penuh luka parah oleh goresan senjata tajam musuh. Khalid perintah, “Tumpahkanlah darah orang-orang jahat ini untuk mencomba pedang kalian! Berbahagialah hai orang-orang yang rajin mendatangi panggilan sholat!.”
Di saat Abdullah bin Ja’far dan teman-temannya telah lemas dan putus harapan; Khalid dan pasukan berkudanya telah semakin dekat. Derap kaki kuda dan hiruk-pikuk mereka menyeruak. Awalnya Abdullah dan kawan-kawannya justru menyangka yang datang mendekat adalah bala-bantun lawan, sehingga mata mereka terbelalak dan tubuh mereka lunglai, karena yakin pasti akan segera mati. Pasukan musyrik telah mengepung rapat sekali pada Abdullah dan kawan-kawannya, dan serangan kaum musyrik justru makin ganas.
Ada suara keras mengejutkan, “Hai ahli Al-Qur’an! Pertolongan dari Rohman telah datang!.”
Ada orang berkuda menakutkan datang cepat sekali, tangannya bersinar bagaikan bulan, mulutnya meneriakkan, “Berbahagialah hai ahli Al-Qur’an! Kalain mendapat pertolongan! Sayalah Khalid!.”[3]
Abdullah dan kawan-kawannya meledakkan tahlil dan takbir keras sekali karena bahagia; ribuan pasukan Romawi terkejut; Khalid dan pasukan berkudanya melancarkan serangan mematikan bertubi-tubi. Pasukan Romawi berguguran banyak sekali, yang masih hidup lari terbirit-birit ke segala arah. Yang merasa kuat dan pemberani yang masih bertahan melawan pasukan Muslimiin. Khalid telah berdekatan dengan Abdullah yang berlumuran darah karena luka parah.  


[2] [البقرة: 249].
[3] Al-Waqidi menulis: ويده تشرق بالانوار كاشراف القمر.

0 komentar:

Posting Komentar