SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2011/05/07

KW 47: Derap Kaki Mereka Membahana


(Bagian ke-47 dari seri tulisan Khalid bin Walid) 

Kaum Muslimiin yang menyaksikan terperanjat: ternyata kekayaan Raja Tuma luar biasa banyaknya. Pakaian sutra berkancing emas yang dikeluarkan dari simpanannya sekitar 300 muatan. Di luar kota Damaskus dipersiapkan tenda-tenda dari sutra untuk mengumpulkan segala yang akan dibawa oleh Raja Tuma dan lainnya. Ternyata harta kekayaan kaum Damaskus banyak sekali.
Khalid memandang dengan heran. Bibirnya melafalkan, “Betapa banyak sekali yang mereka bawa?.” Lalu membaca firman Allah Ta’ala, “Walau laa an yakuunan naasu ummatan wachidatan laja’alnaa liman yakfuru bi Al-Rocmaani li buyuutihim suqufan min fiddhotin wa ma’aarija alaihaa yadlharuun.”[1]
Artinya: Kalau takkan berakibat manusia akan menjadi Umat yang Satu (kafir semua), niscaya Kami telah menjadikan secara khusus untuk orang yang kufur pada Rohman: atap-atap dari perak untuk rumah-rumah mereka; demikian pula tangga yang mereka pergunakan naik.

Tetapi orang-orang yang sibuk mengumpulkan harta untuk dibawa keluar dari negri Damaskus itu kelihatan ketakutan oleh serangan Muslimiin. Mereka bergerak cepat sekali seperti himar yang ketakutan. Bahkan mereka tidak ada yang menoleh ke arah temannya karena terlalu tergesa-gesa ingin segera pergi jauh. Kaum Damaskus berkumpul banyak sekali akan meninggalkan kota.
Khalid mengangkat tangan lalu berdoa, “Ya Allah, jadikanlah itu semua untuk kami. Berilah kami kekuasaan menikmati itu semua. Jadikanlah ini semua sebagai fasilitas kaum Muslimiin, aamin. Sungguh Engkau mendengar doa.”[2]
Khalid mendekati pasukan Muslimiin dan berkata, “Saya punya pandangan baik. Maukah kalian mengikutiku?.”
Mereka menjawab, “Kami akan mengikutimu, dan takkan menentangmu.”
Khalid berkata, “Rawatlah kuda kalian, dan asahlah pedang kalian. Setelah tiga hari, saya akan mencari mereka dengan harapan mendapatkan rampasan harta yang telah kalian saksikan sendiri. Saya punya keyakinan mereka tidak meninggalkan harta maupun pakaian yang pantas di kota Damaskus ini. Yang baik-baik telah dibawa semuanya.”

Ketika kaum Damaskus telah siap semuanya, Tuma dan Harbis menghadap Abu Ubaidah. Abu Ubaidah berkata, “Kalian telah menetapi janji. Sekarang silahkan pergi ke manapun yang kalian inginkan. Kalian akan dijamin aman selama tiga hari.”
Mereka menyerahkan sejumlah harta pada Abu Ubaidah lalu berpamitan. Rombongan yang menyerupai lautan manusia itu mengalir meninggalkan negri Damaskus. Semua anak-cucu mereka dibawa agar tidak bermasyarakat dengan kaum Muslimiin. Derap kaki kuda mereka membahana karena saking banyaknya.


[1] Di dalam Al-Qur’an dijelaskan:وَلَوْلا أَنْ يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَجَعَلْنَا لِمَنْ يَكْفُرُ بِالرَّحْمَنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفاً مِنْ فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ} [الزخرف:33.
[2] Doa Khalid di dalam kitab Futuchussyam ditulis:اللهم جعله لنا وملكنا إياه واجعل هذه الأمتعة قوتا للمسلمين آمين إنك سميع الدعاء.

0 komentar:

Posting Komentar