SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2014/04/14

Keturunan Iblis


Keturunan Iblis



Mujahid menjelaskan, “Para Syaitan adalah keturunan Iblis.”
Dia menyebutkan nama jenis-jenis Syaitan:
1.     Zalnabur, pekerjaannya menggoda di pasar. Panji yang oleh dia dipasang di pasar, dari bumi menjulang kelangit. Panji berguna mempengaruhi kaum, mulai pasar dibuka hingga ditutup.
2.     Tsabar, pekerjaannya menggoda kaum yang terkena musibah. Mereka digoda agar menampar wajah, merobek kerah leher, dan berteriak, ‘Celaka!’. Dan agar menyerang atau berperang.
3.     Al-A’war, tempat kerjanya di pintu rumah pezina.
4.     Musawwath, adalah wartawan bohong. Warta yang dibawa diletakkan pada mulut-mulut kaum. Kalau berita tersebut ditelusuri, tidak ada sumbernya yang akurat.
5.     Dasim. Kalau seorang masuk rumah, tidak membaca Salam, dan tidak menyebut AllahDasim bisa melihat perkakas di dalam rumah tersebut, dan melihat perkakas yang tidak dirapikan. Dia juga makan makanan di dalam rumah, yang tidak dibacakan‘bismillah’. Al-A’masy berkata ‘Terkadang saya masuk rumah, tidak menyebut Allah, dan tidak membaca Salam. Namun tempat cuci tangan telah tersedia. Sontak saya menegur ‘singkirkan dulu ini!’ dan mereka saya nasehati. Saya berkata ‘Dasim! Dasim! Saya berlindung pada Allah dari dia’. Atssa’labi dan lainnya menambahkan keterangan:
6.     Al-Abyadh, pekerjaanya menggoda para nabi AS.
7.     Shakhr, yang telah merebut cincin Sulaiman AS.
8.     Al-Walahan, penggoda orang bersuci. Pekerjaannya menggoda agar ragu-ragu mengenai kesucian.
9.     Al-Aqyas, penggoda shalat. Pekerjaannya menggoda agar orang ragu-ragu di dalam shalat.
10.   Murrah, pekerjaannya meniup seruling (musik). Makanya dia di sebut ‘Ahli Seruling’.
11.   Al-Haffaf, tempat kerjanya di hutan. Membuat kaum sesat dan ‘bingung’.
12.   Al-Ghailan (Gendruwo atau Leak).”

Dalam kitab Allu’lu’iyyaat (اللؤلئيات), Abu Muthi Makhul bin Al-Fadhl, menyampaikan penjelasan Mujahid:
1.     Al-Haffaf, pekerjannya menggoda orang minum.
2.     Laqus, pekerjannya mengadu kaum.
3.     Al-A’war, tempat kerjanya di pintu-pintu gerabang penguasa.”

Addarani berkata, ‘Syaitan anak Iblis, ada yang bernama Al-Mutaqadha. Pekerjaannya menghukumi manusia (mendampingi Hakim). Lalu memberitakan amalan baik yang telah dirahasiakan selama 20 tahun. Agar disiarkan pada kaum.”

Ibnu ‘Athiyah berkata, “Riwayat ini dan yang sejenisnya, tidak memiliki isnad shahih. Sungguh Annaqash juga telah menjelaskan panjang lebar mengenai ini. Dia juga menunjukkan sejumlah hikayat, yang jauh dari shahih. Tidak ada riwayat shahih dalam kisah ini, kecuali yang merujuk Hadits Muslim:
‘Sungguh ada syaitan penggoda, yang merusak kekhusukan shalat ini. Bernama Khanzab’.”  [1]


Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia


وَذَكَرَ الطَّبَرِيُّ وَغَيْرُهُ أَنَّ مُجَاهِدًا قَالَ: ذُرِّيَّةُ إِبْلِيسَ الشَّيَاطِينُ، وَكَانَ يَعُدُّهُمْ: زَلَنْبُورُ صَاحِبُ الْأَسْوَاقِ، يَضَعُ رَايَتَهُ فِي كُلِّ سُوقٍ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، يَجْعَلُ تِلْكَ الرَّايَةَ عَلَى حَانُوتِ أَوَّلِ مَنْ يفتح وآخر من يغلق. وثبر صَاحِبُ الْمَصَائِبِ، يَأْمُرُ بِضَرْبِ الْوُجُوهِ وَشَقِّ الْجُيُوبِ، والدعاء بالويل والحرب. والأعور صاحب أبواب الزنى. وَمُسَوَّطُ صَاحِبُ الْأَخْبَارِ، يَأْتِي بِهَا فَيُلْقِيَهَا فِي أَفْوَاهِ النَّاسِ فَلَا يَجِدُونَ لَهَا أَصْلًا. وَدَاسِمُ الَّذِي إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَلَمْ يُسَلِّمْ وَلَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ بَصَّرَهُ مِنَ الْمَتَاعِ مَا لَمْ يُرْفَعْ وَمَا لَمْ يُحْسَنْ مَوْضِعُهُ، وَإِذَا أَكَلَ وَلَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ أَكَلَ مَعَهُ. قَالَ الْأَعْمَشُ: وَإِنِّي رُبَّمَا دَخَلْتُ الْبَيْتَ فَلَمْ أَذْكُرِ اللَّهَ وَلَمْ أُسَلِّمْ، فَرَأَيْتُ مَطْهَرَةً فَقُلْتُ: ارْفَعُوا هَذِهِ وَخَاصَمْتُهُمْ، ثُمَّ أَذْكُرُ فَأَقُولُ: دَاسِمُ دَاسِمُ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْهُ زَادَ الثَّعْلَبِيُّ وَغَيْرُهُ عَنْ مُجَاهِدٍ: وَالْأَبْيَضُ، وَهُوَ الَّذِي يُوَسْوِسُ لِلْأَنْبِيَاءِ. وَصَخْرٌ وَهُوَ الَّذِي اخْتَلَسَ خَاتَمَ سُلَيْمَانَ عَلَيْهِ السَّلَامُ. وَالْوَلَهَانُ وَهُوَ صَاحِبُ الطَّهَارَةِ يُوَسْوِسُ فِيهَا. وَالْأَقْيَسُ وَهُوَ صَاحِبُ الصَّلَاةِ يُوَسْوِسُ فِيهَا. وَمُرَّةُ وَهُوَ صَاحِبُ الْمَزَامِيرِ وَبِهِ يُكَنَّى. وَالْهَفَّافُ يَكُونُ بِالصَّحَارَى يُضِلُّ النَّاسَ وَيُتَيِّهُهُمْ. وَمِنْهُمُ الْغِيلَانُ. وَحَكَى أَبُو مُطِيعٍ مَكْحُولُ بْنُ الْفَضْلِ النَّسَفِيُّ في كتاب اللؤلئيات عَنْ مُجَاهِدٍ أَنَّ الْهَفَّافَ هُوَ صَاحِبُ الشَّرَابِ، ولقوس صَاحِبُ التَّحْرِيشِ، وَالْأَعْوَرُ صَاحِبُ أَبْوَابِ السُّلْطَانِ. قَالَ وَقَالَ الدَّارَانِيُّ: إِنَّ لِإِبْلِيسَ شَيْطَانًا يُقَالُ لَهُ الْمُتَقَاضِي، يَتَقَاضَى ابْنَ آدَمَ فَيُخْبِرُ بِعَمَلٍ كَانَ عَمِلَهُ فِي السِّرِّ مُنْذُ عِشْرِينَ سَنَةً، فَيُحَدِّثَ بِهِ فِي الْعَلَانِيَةِ. قَالَ ابْنُ عَطِيَّةَ: وَهَذَا وَمَا جَانَسَهُ مِمَّا لَمْ يَأْتِ بِهِ سَنَدٌ صَحِيحٌ، وَقَدْ طَوَّلَ النَّقَّاشُ فِي هَذَا الْمَعْنَى وَجَلَبَ حِكَايَاتٍ تَبْعُدُ عَنِ الصِّحَّةِ، وَلَمْ يَمُرَّ بِي فِي هَذَا صَحِيحٌ إِلَّا مَا فِي كِتَابِ مُسْلِمٍ مِنْ أَنَّ لِلصَّلَاةِ شَيْطَانًا يُسَمَّى خَنْزَبُ.

0 komentar:

Posting Komentar