Ketika malam akan berakhir, dia berjalan menyusuri pantai, lalu mendekati penduduk untuk berteriak, “Bersiaplah untuk mati! Akulah Abul-Haul! Pagi ini kalian harus mati! Kalian akan diserang dari darat dan laut!.” Lalu berteriak ke arah lain, “Hai kaumku balaslah dendam orang kalian! Hai kaum Tharif! Hai kaum Kindah!.”
Damis berlari sambil melawan dan membunuh mereka satu demi satu. Beberapa orang berlari keatas untuk menghalang-halangi, namun Damis menerjang dan menyerang lalu berlari mendekati boneka-bonekanya.
Dia berkata pada boneka-bonekanya, “Hai penduduk Kindah dan Tharif, awasilah mereka! Sayalah yang akan menyerbu mereka. Tugas kalian menyerbu jika mereka curang!.”
Di pagi buta itu, musuh-musuh Damis terkejut saat menyaksikan boneka-boneka yang dikira orang-orang bersurban. Mereka surut ke belakang untuk pulang ke kampung halaman. Mereka makin terkejut oleh bentakan Damis, “Hai jangan pergi! Yang akan menghadapi kalian hanya saya sendirian!.”
Mereka berlari cepat dengan ketakutan. Ada yang meboncengkan istrinya, ada yang memboncengkan anak-anaknya, ada yang memboncengkan budak perempuannya, ada yang membawa hartanya.
Bersambung.











