Doa Meluluhkan Hati Seseorang
Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah
Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis
Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki
Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan
Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’
Hibah Menurut Bukhori
Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.
Masuk Surga Paling Awal
Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”
2015/12/08
Masuk Surga Paling Awal
2013/11/25
Mushthalah
Kelebihan kitab Abu Dawud, dalam ‘mushthalahnya’.
Penulis menunjukkan contoh bahasan ‘mushthalah’ Abu Dawud: سنن أبي داود (3/ 233)
2011/10/07
NN 3: Nashrani Najrani
Orang Nashrani yang telah masuk Islam, yaitu ayah Abdu Yasuk (عَبْد يَسُوعَ) berkata, “Sesungguhnya Rasululullah SAW pernah mengirimi surat pada penduduk Najran:
Uskup memanggil Syurachbil bin Wadaah (شُرَحْبِيلُ بْنُ وَدَاعَةَ) yang dulunya orang Hamdan. Jika ada sesuatu yang membuat takut dan bingung, uskup selalu memanggil dan minta pertimbangan Syurachbil, sebelum pada lainnya.
Uskup menyerahkan surat Rasulillah SAW agar dibaca oleh Syurachbil, lalu bertanya, “Hai ayah Maryam, bagaimana pendapatmu mengenai kebenaran surat ini?.”
Syurachbil menjawab, “Memang saya tahu bahwa Allah pernah berjanji bahwa Ibrahim AS akan menurunkan seorang nabi melalui putranya yang bernama Ismail AS. Namun jika yang dimaksud nabi tersebut adalah orang ini, takkan ada yang percaya. Saya sendiri tidak punya pandangan mengenai sebetulnya nabi itu siapa?. Mungkin yang bisa memberi keterangan mengenai ini adalah Abdullah bin Syurachbil (عَبْدُ اللّهِ بْنُ شُرَحْبِيلَ).”
Syurachbil menyingkir untuk duduk di tempat lain.
Uskup memanggil Abdullah untuk dimintai keterangan.
Abdullah menghadap lalu disuruh mendengarkan pembacaan surat nabi SAW, untuk ditanya seperti Syurachbil. Ternyata jawabannya sama dengan jawaban Syurachbil.
Abdullah disuruh menyingkir ke tempat lain, dan uskup memanggil Jabbar bin Faidh (جَبّارُ بْنُ فَيْضٍ) untuk disuruh mendengarkan pembacaan surat, dan ditanya tentang pendapatnya. Ternyata jawabannya sama dengan jawaban dua orang sebelumnya. Karena jawaban tiga orang yang dianggap pintar itu sama, maka uskup perintah agar lonceng gereja dipukul sekeras-kerasnya, dan para biarawan di biara-biara, disuruh berbusana sederhana. Sebagai pertanda ada sesuatu yang sangat penting pada siang hari. Jika sesuatu penting datang pada malam hari, lonceng gereja dipukul dan biara-biara diberi obo-obor menyala.
Gereja besar itu tidak mampu memuat jemaat. Banyak sekali jemaat yang mendapat tempat di luar gereja. Di gereja itulah sang uskup membacakan surat Rasulullah SAW di hadapan para jemaat. Uskup minta tanggapan mengenai surat Rasulullah SAW, pada para jemaat.
Jemaat berpandangan sebaiknya Syurachbil, Abdullah, dan Jabbar bin Faidh, diutus ke Madinah, untuk mengecek betulkah Muhammad utusan Allah SAW.
Ternyata mereka berdua sedang berada di kumpulan kaum Anshar dan Muhajiriin. Mereka berkata, “Hai Utsman dan Abdur Rohman, nabi kalian telah mengirimkan surat pada kami, sehingga kami datang kemari. Kami telah mengucapkan salam namun tidak dijawab, bahkan kami telah lama menunggu jawaban hingga capek. Apa sebaiknya kami pulang saja?.”
Ali RA menjawab, “Sebaiknya mereka melepas baju mewah mereka, lalu berganti busana yang mereka kenakan di dalam perjalanan, baru kemudian datang pada baginda.”
Nabi bersabda, “Mengenai ini saya belum memiliki jawaban. Jangan pulang dulu sebelum saya menjawab kalian, mengenai Isa bin Maryam AS.”
Inna matsala Iisaa inda Allahi kamatsali Aadama khalaqahuu min turaabin tsumma qaala lahuu kun fayakuun. Al-Chaqqu min Rabbika falaa takun minal mumtariin. Faman chaaajjaka fiihi min ba’di maaa jaa’aka minal ilmi faqul ta’aalau nad’u abnaaa’anaa wa abnaaa’akum wanisaaa’anaa wanisaaa’akum wa anfusanaa wa anfusakum tsumma nabtahil fanaj’al la’nat Allaahi ‘alal kaadzibiin.
Sesungguhnya gambaran Isa di sisi Allah seperti gambaran Adam. Dia mencipta dia dari tanah, lalu berfirman padanya, “Jadilah!” maka jadi. (Jawaban) Benar ini dari Tuhanmu, maka jangan tergolong kaum yang ragu. Barang siapa membantahmu mengenai dia seteh sebagian ilmu ini datang padamu, maka katakan ‘ayo kita mengajak para anak laki-laki kami dan para anak laki-laki kalian, para perempuan kami dan para perempuan kalian, diri kami dan diri kalian, lalu kita ber-mubahalah untuk memastikan laknat Allah agar menimpa kaum yang bohong’!.”
Abdullah dan Jabbar bertanya, “Lalu bagaimana sebaiknya, kaulah yang selama ini pendapatnya diikuti oleh semua orang. Katakan.”
Dia berkata, “Sebaiknya kita menyerah akan diapakan, karena dia takkan keliru hukumnya.”
Mereka berdua berkata, “Okay, kalau begitu.”
Rasulallah SAW bertanya, “Apa itu.”
Dia menjawab, “Tindakan kau atas kami, kami tunggu hingga malam, hingga besok pagi. Kami akan menerima tindakan kau.”
Rasulallah SAW bertanya, “Barangkali ada orang selain kau yang bisa diajak berembuk mengenai ini?.” Dia menjawab, “Silahkan kau minta pertimbangan dua teman saya yang biasanya berembuk dengan saya ini.”
Ketika Rasulallah SAW bertanya pada Abdullah dan Jabbar, mereka berdua menjawab, “Yang sudah-sudah, seluruh penduduk Najran pasti merasa puas dengan keputusan Syurachbil ini.”
Rasulullah SAW bersabda, “Berarti dia orang kafir.”
1), Mereka menyetorkan 2.000 chullah, pada muslimiin. Yang setengah diberikan pada bulan Sapar, sisanya pada bulan Rajab.
2), Mereka meminjami 30 baju perang 30 kuda, 30 unta, 30 macam peralatan perang, untuk berperang. Peminjaman ini berlaku jika ada serangan atau pengkhianatan di Yaman, dan harus dikembalikan lagi.
3), Gereja tidak boleh dirobohkan dan alim Nashrani tidak boleh diusir dari Gereja.
4), Selama mereka tidak membuat pembaharuan atau tidak makan riba, agama mereka tidak boleh dirusak.”
Abu Dawud berkata, “Jika mereka melanggar satu pasal dalam syarat mereka, berarti sungguh telah membuat pembaharuan.”[1]















