SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Tatakerama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tatakerama. Tampilkan semua postingan

2015/10/22

Tumpahkan Cinta Beracun




Bila anda ingin menumpahkan cinta 
Pada putera atau puteri anda
Harus dengan perhitungan
Jika ayah dia mengamuk karena “Dia tidak ikut pengajian”
Jangan sontak membela anak di depan ayahnya! Kawan
Itu membahayakan
Lihatlah kaum di sekeliling kita
Mereka yakni anak-anak, menjadi kaum asyqaa
Itu bahasa Arab yang artinya lebih celaka atau sangat celaka

2015/09/28

Tatakerama




Mengatakan anaknya yang belum bisa bertanggung jawab, “Dia anak tidak bertanggung jawab!” Sepertinya benar, tapi kurang tepat. Karena kalimat itu bisa menjadi:
1.     Doa.
2.     Penilaian.
3.     Atau pernyataan putus asa.
4.     Menyelisihi ajaran nabi SAW “Al-Fael.”
Mestinya berkata, “Hasbiyalloohu laa Ilaaha illaa Huwa ‘alaiHi tawakkaltu wa Huwa Robbul ‘Arsyil ‘Azhiiiim (حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ)” Artinya ‘semoga Allah membereskan (urusan) saya. Tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Dia. KepadaNya saya berserah. Dia Tuhan Arasy Maha Agung’.
Boleh ditambahi doa:

2015/09/16

Hakikat Sabar





Menurut Hadits Ibnu Abiddunya, “Sobaro (bahasa Arab) memiliki tiga arti:
1.      Sabar atas musibah.
3.     Rela meninggalkan maksiat.


2.     Barangsiapa tekun (sabar/semangat) atas ketaatan, maka Allah menulis untuknya 600 derajat. Jarak antara dua derajat bagaikan lapisan bumi paling bawah hingga tujuh bumi.
3.     Barangsiapa rela (sabar) meninggalkan maksiat, Allah menulis untuknya 900 derajat. Jarak antara dua derajat bagaikan lapisan bumi paling bawah, hingga ujung Arasy.” [1]



1.     Ayat yang menjelaskan Sabar atas Musibah“Wa lanabluwannakum bisyai in minal khoufi waljuu’i wanaqshin minal amwaali wal anfusi watssamarooti wabassyirisshoobiriin ({وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ} [البقرة: 155]). Dan niscaya Kami memberi cobaan secara nyata pada kalian, dengan sesuatu berupa takut, lapar, kekurangan harta, diri, dan buah-buahan. Berilah kabar gembira! Kaum Sabar.” [Qs Al-Baqarah 155].

3.     Ayat yang menjelaskan Sabar (Rela Meninggalkan Maksiat), “Washbir nafsaka ma’alladziina yad’uuna Robbahum bil ghodaati wal ‘asyiyyi yuriiduuna WajhaH. Walaa ta’du ‘ainaaka ‘anhum turiidu ziinatal hayatiddunyaa. Walaa tuthi’ man aghfalnaa qolbahuu ‘an dzikrinaa wattaba’a hawaahu wakaana amruhuu furuthon ({وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا} [الكهف: 28]). Dan relakan dirimu (agar tidak maksiat terpengaruh mereka)! Bersama kaum yang menyeru Tuhan mereka, di pagi dan sore, mengharap Wajah (PerhatianNya). Matamu jangan lewat jauh dari mereka! Karena menghendaki kehidupan dunia. Dan jangan kau taati! Orang yang hatinya Kami buat lupa dari Peringatan Kami, dan mengikuti hawa nafsunya, dan perkaranya telah menjadi penyesalan.” [Qs Al-Kahfi 28].




[1] كنز العمال (3/ 273)
6515- الصبر ثلاثة: فصبر على المصيبة، وصبر على الطاعة، وصبر عن المعصية، فمن صبر على المصيبة حتى يردها بحسن عزائها كتب الله له ثلثمائة درجة، ما بين الدرجتين كما بين السماء والأرض، ومن صبر على الطاعة كتب الله له ستمائة درجة، ما بين الدرجتين كما بين تخوم الأرض إلى منتهى الأرضين، ومن صبر عن المعصية كتب الله له تسعمائة درجة ما بين الدرجتين كما بين تخوم الأرض إلى منتهى العرش مرتين. "ابن أبي الدنيا في الصبر وأبو الشيخ في الثواب عن علي".

2015/09/12

Dosa Sentuh Bukan Mahrom



Maqil bin Yasar berkata, “Rasulullah SAW bersabda ‘niscaya jika kepala seorang kalian ditusuk dengan jarum besi, lebih baik untuknya, daripada menyentuh wanita yang belum halal untuknya’.” [1]


[1] المعجم الكبير للطبراني (20/ 211)
486 - حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ هَارُونَ، ثنا إِسْحَاقُ بْنُ رَاهَوَيْهِ، أَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، ثنا شَدَّادُ بْنُ سَعِيدٍ الرَّاسِبِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ يَزِيدَ بْنَ عَبْدِ اللهِ بْنِ الشِّخِّيرِ يَقُولُ: سَمِعْتُ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لَا تَحِلُّ لَهُ».  


Ponpes Mulya Abadi Mulungan Sleman Yogyakarta Indonesia

2015/04/22

Berkata Maksudnya Berjanji



Dalam Al-Qur’an, terkadang, “Berkata ‘maksudnya berjanji’.” Contoh:
1.     Kalimat ‘tuhsyaruun’ (kalian akan dikumpulkan), dalam Surat Al-Mulk 24. Lengkapnya kalimat, “Katakan! ‘Dia yang membuat kalian di bumi, dan kalian akan dikumpulkan padaNya’.” [1] Kepastian ini bisa diketahui berdasarkan kalimat ayat setelahnya, yang artinya, “Namun mereka (justru) berkata ‘kapan ini janji? Jika kalian telah benar?’.” [2] ‘Wa’ yang biasanya diartikan ‘dan’, diartikan namun, karena huruf athof yang dilanjutkan dengan kalimat yang bertentangan dengan maksud baik yang diharapkan.
2.     Dalam Surat Al-Baqarah 70; “Dan sungguh kami, in syaa Allah niscaya kaum yang mendapatkan bimbingan.” [3]
3.     Dalam Surat Al-Kahfi 69; “Dia berkata ‘kau akan jumpai saya, in syaa Allah, 1), sebagai orang yang sabar, 2), saya takkan menentang perintah untuk kau’.” [4]
4.     Dalam Surat Asshoffat 102; “Dia berkata ‘ya Ayahku, lakukan yang kau diperintah. Kau akan menjumpai saya, in syaa Allah, tergolong kaum sabar’.” [5]
5.     Dalam Surat Al-Fath 27; “Niscaya Allah sungguh telah menilai benar pada RasulNya, yakni mimpi tersebut ‘niscaya kalian sungguh akan masuk Masjidal-Haram, in syaa Allah dalam kondisi aman’.” [6]


[1] { قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ} [الملك: 24].
[2] {وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ} [الملك: 25].
[3] {وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ} [البقرة: 70].
[4] { قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا} [الكهف: 69].
[5] {قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ} [الصافات: 102].
[6] {لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ} [الفتح: 27].

2014/12/25

Sabar




Menurut Hadits Ibnu Abiddunya dan Abussyaikh, yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, “Sabar terbagi tiga:
1.   Sabar dalam menerima musibah (cobaan).
2.   Tekun (semangat) melaksanakan ketaatan.
3.   Bertahan menjauhi kemaksiatan.


1.   Barangsiapa ‘bersabar’ ketika mendapat musibah atau cobaan, hingga mengisi waktu dengan amalan-amalan baik. Maka Allah menulis untuknya, ‘Tigaratus derajat’. Jarak derajat satu dengan lainnya, bagaikan ‘langit dan bumi’.
2.   Barangsiapa ‘tekun (semangat)’ menjalankan ketaatan (ibadah), maka Allah menulis untuknya, ‘Enamratus derajat’. Jarak derajat satu dengan lainnya, bagai dasar bumi hingga atas bumi ketujuh.
3.   Barangsiapa rela ‘bertahan’ meninggalkan kemaksiatan, maka Allah menulis untuknya, ‘Sembilan ratus derajat’. Jarak derajat satu hingga lainnya, bagai dasarnya bumi hingga atas Arasy.” 

Hadits ini dinilai "Dhoif" oleh Al-Bani. Namun bisa diamalkan karena 1), hanya urusan Targhib (membuat senang) dalam beramal, 2), berhubungan dengan tatakerama atau adab, 3), ada Mishdaq (pengukur kebenaran) dari Al-Qur’an, “{ مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ } [البقرة: 261].”

Dalil bahwa lafal “Sabar” terkadang harus diartikan ‘tekun (semangat)’ Fiman Allah:
1.     ‘{وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ} [البقرة: 250]’.
2.   ‘{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} [آل عمران: 200]’.  

Dalil tentang itu, yang dari kitab selain Al-Qur’an:
1.     ولتكن السهام إذا خرجت من اكباد القسى كأنها من قوس واحدة فإذا تلاصقت السهام رشقا كالجراد لم يخل أن يكون منها سهم صائب: {اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} [آل عمران: 200] واعلموا إنكم لم تلقوا بعد هذا عدوا مثله’.
2.      وثبت عمرو في القلب ومعه أهل مكة وأمر الناس يقرأون القرآن وقال لهم: اصبروا على قضاء الله وارغبوا في ثواب الله وجنته’. [1]



[1] فيض القدير (4/ 234)
7971 - الصبر ثلاثة: فصبر على المعصية وَصَبْرٌ عَلَى الطَّاعَةِ وَصَبْرٌ عَنِ المَعْصِيَةِ فَمَنْ صَبَرَ عَلَى المُصِيبَةِ حَتَّى يَرُدَّهَا بِحُسْنِ عَزَائهَا كتب الله له ثلاثمائة درجة مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّماءِ والأَرْضِ وَمَنْ صَبَرَ عَلَى الطَّاعَةِ كَتَبَ الله لَهُ ستمائة درجة ما بين الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ تُخُومِ الأَرْضِ إِلَى مُنْتَهَى الأَرَضِينَ السَّبْعِ وَمَنْ صَبَرَ عَنِ المَعْصِيَةِ كَتَبَ الله له تسعمائة درجة ما بين الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ تُخُومِ الأَرْضِ إِلَى مُنْتَهَى الْعَرْشِ مَرَّتَيْنِ
(ابْن أبي الدُّنْيَا فِي فضل الصبر أبو الشيخ في الثواب) عن علي.

[حكم الألباني]
 (ضعيف) انظر حديث رقم: 3532 في ضعيف الجامع.