SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Al-Kassyaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Kassyaf. Tampilkan semua postingan

2016/07/17

Azzamakhsyari Bahas Yusuf AS





Azzamakhsyari seorang mufassir (ahli tafsir) mashur. Walau begitu, banyak ulama yang melarang membaca tulisannya, dengan alasan sebagai penjagaan. Dua Ustadz Abdullah Assirri dan Abdul-Aziz Ridhwan juga menjelaskan, “Membaca tulisannya, berbahaya. Karena dia berfaham Mu’tazilah. Tetapi bagi yang mampu menyaring hingga tahu yang benar, dipastikan mendapat ilmu atau hikmah yang luar biasa.”

Inilah tulisan Azzamakhsyari yang saya terjemahkan :
Saya menjawab, “Mereka memperhatikan dia AS menjelaskan dengan gaya yang mereka kenal. Mereka juga tahu bahwa tak mungkin kalimat seperti itu diucapkan oleh seorang, kecuali oleh seorang Muslim berhati mulia keturunan Ibrahim AS. Itu bukan ucapan sebagian penguasa Mesir.
Ada yang menjelaskan, ketika itu dia AS tersenyum, hingga deretan giginya yang seperti untaian mutiara, tampak.
Ada yang menjelaskan, mereka tidak menganal, hingga dia AS mengangkat mahkotanya. Sontak mereka melihat tanda pada ujung kepalanya. Ayah dan Sarah ibunya, memiliki tanda seperti itu, mirip tompel putih.”
Jika kau bertanya, “Kenapa ketika mereka bertanya mengenai dirinya dan saudaranya, dia AS tidak menjawab ? Padahal (Binyamin) saudaranya, telah dikenal oleh mereka ?”
Saya jawab, “Karena jawaban mengenai saudaranya dimasukkan di dalam penjelasan mengenai, siapapunyang bertaqwa, yakni takut Allah dan SiksaNya, dan bersabar, yakni meninggalkan kemasksiatan, dan mengamalkan ketaatan. Maka Allah takkan menyia-nyiakan Pahala mereka. (Dalam Al-Qur’an) dia menjadikan ‘Muhsiniin’ sebagai dhomir (rujukan istilah), karena kaum Taqwa dan kaum Sabar, berada di kalangan kaum Ihsan (Muhsiniin). Mereka berkata ‘niscaya Allah benar-benar telah memilih Anda mengalahkan kami’. Maksudnya, mengunggulkan Anda mengalahkan kami, karena bertakwa, bersabar, dan melakukan yang dilakukan oleh kaum Muhsiniin. Sedang kami kaum jahat dan salah, karena tidak bertaqwa dan tidak bersabar. Balasan yang pantas, Allah menjayakan Anda dengan memberi Kerajaan, dan merendahkan kami, dengan membuat kami bersimpuh di hadapan Anda.” [1]  






[1] تفسير الزمخشري = الكشاف عن حقائق غوامض التنزيل (2/ 502)
فإن قلت: كيف عرفوه؟ قلت: رأوا في روائه «1» وشمائله حين كلمهم بذلك ما شعروا به أنه هو، مع علمهم بأنّ ما خاطبهم به لا يصدر مثله إلا عن حنيف مسلم من سنخ إبراهيم، لا عن بعض أعزاء مصر. وقيل: تبسم عند ذلك فعرفوه بثناياه وكانت كاللؤلؤ المنظوم. وقيل: ما عرفوه حتى رفع التاج عن رأسه فنظروا إلى علامة بقرنه كانت ليعقوب وسارة مثلها، تشبه الشامة البيضاء. فإن قلت: قد سألوه عن نفسه فلم أجابهم عنها وعن أخيه؟ على أن أخاه كان معلوماً لهم. قلت: لأنه كان في ذكر أخيه بيان لما سألوه عنه مَنْ يَتَّقِ من يخف الله وعقابه وَيَصْبِرْ عن المعاصي وعلى الطاعات فَإِنَّ اللَّهَ لا يُضِيعُ أجرهم، فوضع المحسنين موضع الضمير لاشتماله على المتقين والصابرين لَقَدْ آثَرَكَ اللَّهُ عَلَيْنا أى فضلك علينا بالتقوى والصبر وسيرة المحسنين. وإنّ شأننا وحالنا أنا كنا خاطئين متعمدين للإثم، لم نتق ولم نصبر، لا جرم أنّ الله أعزّك بالملك وأذلنا بالتمسكن بين يديك.

2012/09/15

Belajar Bahasa Asing



Entah tahun berapa, KH Abdul Adzohir (عبد الظاهر) perintah, "ِِِِAgar para muballigh dan muballighot mempelajari bahasa English" untuk berdakwah pada kaum asing. Saya ingat betul saat itu Mas Haji Barjo lalu mengundang guru bahasa English. Saat itu saya juga diundang agar belajar bersama. Tetapi saya belum pernah bisa mengabulkan ajakannya karena kesibukan yang menumpuk.
Yang pasti bahwa perintah itu merujuk pada Hadits: سنن الترمذي - (ج 9 / ص 351)
2639 - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أَبِيهِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَعَلَّمَ لَهُ كَلِمَاتٍ مِنْ كِتَابِ يَهُودَ قَالَ إِنِّي وَاللَّهِ مَا آمَنُ يَهُودَ عَلَى كِتَابِي قَالَ فَمَا مَرَّ بِي نِصْفُ شَهْرٍ حَتَّى تَعَلَّمْتُهُ لَهُ قَالَ فَلَمَّا تَعَلَّمْتُهُ كَانَ إِذَا كَتَبَ إِلَى يَهُودَ كَتَبْتُ إِلَيْهِمْ وَإِذَا كَتَبُوا إِلَيْهِ قَرَأْتُ لَهُ كِتَابَهُمْ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَوَاهُ الْأَعْمَشُ عَنْ ثَابِتِ بْنِ عُبَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَعَلَّمَ السُّرْيَانِيَّةَ
Arti (selain isnad)nya:
Dari ayah Kharijah (bernama) Zaid bin Tsabit RA: Rasulullah SAW telah perintah agar saya mempelajari beberapa kalimat dari kaum Yahudi. Dia bersabda, “Sungguh saya demi Allah, merasa tidak tenang pada kaum Yahudi, mengenai surat saya.”
Zaid berkata, “Tak sampai lewat waktu setengah bulan, saya berhasil belajar untuk beliau. Setelah berhasil mempelajari, jika dia SAW kirim surat pada kaum Yahudi; saya yang menulis jawaban untuk mereka. Jika kaum Yahudi kirim surat pada nabi SAW; saya yang membacakan surat-surat mereka untuk nabi SAW.”

Abu Isa berkata, “Hadits ini hasan shohih. Sungguh ini telah diriwayatkan dari selain ini arah, dari Zaid bin Tsabit. Al-Akmasy juga meriwayatkan Hadits ini, dari Tsabit bin Ubaid Al-Anshori dari Zaid bin Tsabit: Rasulullah SAW telah perintah agar saya mempelajari bahasa Suryani.

Hadits yang mulia di atas, menunjukkan pentingnya bahasa bagi kita, karena sebagai alat komunikasi. Azzamakhsyari menulis riwayat memikat mengenai Penguasaan Bahasa Asing, untuk kita semua: الكشاف - (ج 3 / ص 183)
روي أنّ الرسول جاءه فقال : أجب الملك ، فخرج من السجن ودعا لأهله : اللهم أعطف عليهم قلوب الأخيار ولا تعم عليهم الأخبار ، فهم أعلم الناس بالأخبار في الواقعات . وكتب على باب السجن : هذه منازل البلوى وقبور الأحياء وشماتة الأعداء وتجربة الأصدقاء ، ثم اغتسل وتنظف من درن السجن ، ولبس ثياباً جدداً فلما دخل على الملك قال : اللهمّ إني أسألك بخيرك من خيره ، وأعوذ بعزتك وقدرتك من شره ، ثم سلم عليه ودعا له بالعبرانية ، فقال : ما هذا اللسان؟ قال لسان آبائي ، وكان الملك يتكلم بسبعين لساناً ، فكلمه بها فأجابه بجميعها ، فتعجب منه وقال : أيها الصدّيق ، إني أحب أن أسمع رؤياي منك . فقال : رأيت بقرات فوصف لونهنّ وأحوالهنّ ومكان خروجهنّ ، ووصف السنابل وما كان منها على الهيئة التي رآها الملك لا يخرم منها حرفاً ، وقال له : من حقك أن تجمع الطعام في الأهراء ، فيأتيك الخلق من النواحي يمتارون منك ، ويجتمع لك من الكنوز ما لم يجتمع لأحد قبلك.
Artinya:
Diriwayatkan bahwa sungguh utusan (dari raja) datang untuk berkata pada Yusuf AS: “Kabulkan undangan raja!.”
Yusuf AS keluar dari penjara, dan untuk keluarganya, berdoa, “Ya Allah! Buatlah hati orang-orang pilihan, sayang pada mereka! Dan  jangan Kau tutup, berita-berita untuk mereka” 
(Berkat doa tersebut), mereka menjadi kaum yang lebih tahu kejadian-kejadian yang muncul.
Di pintu penjara, Yusuf AS menulis, “Ini tempat kaum terkena cobaan. Dan kuburan kaum hidup. Tempat penjeblosan yang membuat musuh bergembira. Dan tempat cobaan berat kaum jujur.” Lalu mandi dan membersihkan diri dari kotoran. Dan mengenakan pakaian yang bagus.

Ketika telah bertemu raja di istana raja, dia AS berdoa, “Ya Allah! Dengan KebaikanMu, saya mohon bagian kebaikan dia. Dengan Kedahsyatan dan QodratMu, saya berlindung dari kejelekan dia.”
Yusuf AS mengucapkan salam dan memanggil raja, dengan bahasa Ibrani
Raja bertanya, “Ini bahasa Apa?.”
Yusuf AS menjawab, “Ini bahasa kakek-kakek saya.”
Konon sang raja menguasai 70 bahasa. Ketika raja mempergunakan 70 bahasa tersebut; Yusuf AS bisa mengimbangi dengan baik. Raja takjub padanya AS.
Raja berkata, “Hai orang yang sangat benar! Sungguh saya senang jika bisa mendengar langsung darimu, penjelasan mengenai Mimpi Saya.”
Yusuf AS berkata, “Saat itu Tuan bermimpi melihat kawanan sapi.” 
Dia AS menjelaskan warna, keadaan, dan tempat keluar kawanan sapi tersebut. Juga menjelaskan dengan lengkap mengenai keadaan tujuh tangkai gandum yang dilihat di dalam mimpi oleh raja. Penjelasannya lengkap sekali, mutlak tidak ada yang ketinggalan.
Raja perintah, “Termasuk tugasmu mengumpulkan bahan makan di dolok-dolok. Jika orang-orang berdatangan dari segala penjuru untuk membeli gandum; kau yang bertugas melayani mereka. Semua simpanan harta-kekayaan milik negara, kau yang akan menanganinya. Bidang yang kau tangani takkan tertandingi oleh seorangpun sebelum kau.”[1]


Ponpes Mulya Abadi Mulungan

[1] Baidhowi jugamenulis riwayat ini di dalam kitabnya.