SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Kayu menjadi pedang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kayu menjadi pedang. Tampilkan semua postingan

2012/03/06

Wafat lalu Hilang


Wafat lalu Hilang


Ada dua sahabat nabi SAW yang jasadnya hilang ketika wafat. Yang satu bernama Mukhassyin bin Chumair (مُخَشّن بن حُمّير), yang lebih hebat bernama Ukasyah bin Michsan RA. Mereka berdua wafat di dalam Perang Yamamah pada tahun 12 Hijriah pada masa pemerintahan Abu Bakr RA. Jasad Mukhassyin hilang karena pernah berdoa agar jika wafat, Allah menghilangkan jasadnya.[1]
Ukasyah sahabat nabi SAW yang di hari kiamat nanti akan melewati Shirathal-Mustaqim pertama kali bersama rombongan berjumlah 70.000 orang. Dia termasuk Muslimiin yang berperang dengan gigih di dalam Perang Badar. Dia terkejut karena pedangnya patah. Lalu menghadap nabi SAW untuk menerima kayu dan diperintah, “Berperanglah dengan ini!.”
Sontak kayu pemberian nabi SAW menjadi pedang panjang putih bermata tajam. Hingga perang selesai pedang itu masih dibawa, bahkan hingga tahun 12 Hijriah pedang itu dibawa di dalam Perang Ar-Riddah yang di sana dia gugur, karena serangan Thalchah dan Tsabit. Di dalam perang itulah dia gugur dan jasadnya hilang.
Pedangnya yang mashur bernama ‘Aun’diwaris oleh ahli warisnya.


Ponpes Mulya Abadi Mulungan


[1] Yang menjelaskan jasad Mukhassyin hilang ketika wafat ‘Ibnu Katsir’: تفسير ابن كثير - (ج 4 / ص 172)
فقال مُخَشّن بن حُمّير: يا رسول الله، قعد بي اسمي واسم أبي. فكان الذي عفى عنه في هذه الآية مُخَشّن بن حُمّير، فتسمى عبد الرحمن، وسأل الله أن يقتل شهيدا لا يعلم بمكانه، فقتل يوم اليمامة، فلم يوجد له أثر).