SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Tafsir Ibnu Katsir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Ibnu Katsir. Tampilkan semua postingan

2015/10/20

Ali Imran 10 - 12





Tafsir Ibnu Katsir
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

{إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَأُولَئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ (10) كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ (11) قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمِهَادُ (12)} [آل عمران: 10 - 12].

Artinya:
Sesungguhnya kaum Kafir, harta-harta mereka takkan menolak dari Allah, sedikitpun. Mereka bahan bakar neraka. [10].

Seperti kebiasaan keluarga Firaun dan kaum setelah mereka. Mendustakan Ayat-Ayat Kami, maka Allah menindak karena dosa-dosa mereka. Allah Maha Berat Siksa(Nya). [11].

Ibnu Abbas berkata, “Suatu saat, kami di Makkah. Di waktu malam, Rasulullah SAW berdiri untuk bersabda:
‘Bukankah hamba telah menyampaikan? Ya Allah, bukankah hamba telah menyampaikan?’ 3 X.
Sontak Umar bin Al-Khottob berdiri untuk berkata ‘betul!’.
Di pagi hari, nabi SAW bersabda:
1.     ‘Niscaya Islam akan berjaya dengan nyata. Hingga mengembalika kekufuran pada tempat-tempatnya.
2.     Niscaya kalian akan mengarungi lautan untuk Islam.
3.     Dan manusia akan kedatangan Zaman Belajar dan Baca Al-Qur’an. Hingga mereka berkata ‘kami telah membaca dan mengetahui. Siapa yang lebih baik daripada kami? Apa di dalam mereka ada kebaikannya?’.
Mereka berkata ‘ya Rasulallah, siapa mereka itu?’.
Nabi SAW bersabda ‘mereka golongan kalian, namun mereka bahan bakar nereka’.” [1]

Katakan pada kaum yang telah kafir, “Kalian akan dikalahkan! Dan akan dikumpulkan pada Jahannam! Sejelek-jelek hamparan!.” [12].

Bersambung, in syaa Allah.



وَقَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ، أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيْعة، أَخْبَرَنِي ابْنُ الْهَادِ، عَنْ هِنْدَ بِنْتِ الْحَارِثِ، عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ أَمِّ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَتْ: بَيْنَمَا نَحْنُ بِمَكَّةَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ من اللَّيْلِ، فَقَالَ هَلْ بَلَّغْتُ، اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ ... " ثَلَاثًا، فَقَامَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَقَالَ: نَعَمْ. ثُمَّ أَصْبَحَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "لَيَظْهَرَنَّ الْإِسْلَامُ حَتَّى يَرُدَّ الْكُفْرَ إِلَى مَوَاطِنِهِ، وَلَتَخُوضُنَّ الْبِحَارَ بِالْإِسْلَامِ، وَلِيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زمان يتعلمون القرآن ويقرؤونه، ثُمَّ يَقُولُونَ: قَدْ قَرَأْنَا وَعَلِمْنَا، فَمَنْ هَذَا الَّذِي هُوَ خَيْرٌ مِنَّا، فَهَلْ فِي أُولَئِكَ مِنْ خَيْرٍ؟ " قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَمَنْ أولئك؟ قال: "أولئك منكم وأولئك هم وَقُودُ النَّارِ". وَكَذَا رَأَيْتُهُ بِهَذَا اللَّفْظِ.

2015/09/27

Tafsir Ibnu Katsir





{ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ (207) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (208) فَإِنْ زَلَلْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْكُمُ الْبَيِّنَاتُ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (209) هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ يَأْتِيَهُمُ اللَّهُ فِي ظُلَلٍ مِنَ الْغَمَامِ وَالْمَلَائِكَةُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ (210) } [البقرة: 207 - 210]





Artinya:
Sebagian manusia ada yang menukar dirinya mencari Keridhoan-Keridhoan Allah; Allah Maha Sayang pada para Hamba.  [207]

Ada huruf “Wa” dalam kaliamat ‘waminannaasi (وَمِنَ النَّاسِ)’ dan lainnya, yang tidak diartikan ‘tidak’, karena istinaf atau ibtidaiyyah.

Ibnu Katsir menjelaskan, “Ibnu Abbas, Anas, Said bin Al-Musayyab, Abu Utsman Annahdi, Ikrimah, dan Jamaah, berkata:
‘Ayat ini turun mengenai Shuhaib bin Sinan Arrumi. Sungguh ketika masuk Islam, dan akan hijrah, dia dihalang-halangi oleh masyarakat, jika hijrah membawa hartanya. Kalau mau, diperbolehkan hijrah tidak membawa harta. Dia memilih hijrah dengan meningalkan dan memberikan hartanya pada mereka’.
Maka Allah menurunkan Ayat di atas. 

Di ujung tanah Harrah, Umar dan sekelompok orang menjemput dia. Berkata "Tukar-menukar ini menguntungkan."
Dia menjawab "Kalian juga demikian. Allah takkan membuat kalian rugi, dalam tukar-menukar ini. Sebetulnya ini ada apa?" 
Mereka memberitakan bahwa Allah telah menurunkan Ayat di atas, mengenai dia. Diriwayatkan bahwa sungguh Rasulullah SAW bersabda padanya "Tukar-menukar ini menguntungkan, hai Shuhaib! Tukar-menukar ini menguntungkan, hai Shuhaib.” [1]

Ya khusus kaum yang telah beriman! Masuklah di dalam Islam secara menyeluruh! Jangan ikuti langkah-langkah Syaitan! Sungguh dia musuh nyata bagi kalian.[208]

Maka jika kalian tergelincir, setelah Keterangan-Keterangan datang pada kalian, maka ketahuilah bahwa sungguh Allah Maha Perkasa Maha Bijak. [209]

Bukankah mereka tidak menunggu? Kecuali DatangNya Allah dan Para Malaikat di atas mendung, pada mereka? Dan segala perkara diselesaikan? Dan segala perkara akan dikembalikan pada Allah. [210].

Huruf “Fii” Di dalam kalimat ‘fii zhulalin (فِي ظُلَلٍ)’ diartikan ‘di atas mendung’ karena isti’la’.




[1] تفسير ابن كثير (1/ 564)
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ، وَأَنَسٌ، وَسَعِيدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ، وَأَبُو عُثْمَانَ النَّهْدِيُّ، وَعِكْرِمَةُ، وَجَمَاعَةٌ: نَزَلَتْ فِي صُهيب بْنِ سنَان الرُّومِيِّ، وَذَلِكَ أنَّه لَمَّا أَسْلَمَ بِمَكَّةَ وَأَرَادَ الْهِجْرَةَ، مَنَعَهُ النَّاسُ أَنْ يُهَاجِرَ بِمَالِهِ، وإنْ أَحَبَّ أَنْ يَتَجَرَّدَ مِنْهُ وَيُهَاجِرَ، فَعَل. فَتَخَلَّصَ مِنْهُمْ وَأَعْطَاهُمْ مَالَهُ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِ هَذِهِ الْآيَةَ، فَتَلَقَّاهُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَجَمَاعَةٌ إِلَى طَرَفِ الْحَرَّةِ. فَقَالُوا : رَبح الْبَيْعُ. فَقَالَ: وَأَنْتُمْ فَلَا أَخْسَرَ اللَّهُ تِجَارَتَكُمْ، وَمَا ذَاكَ؟ فَأَخْبَرُوهُ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ فِيهِ هَذِهِ الْآيَةَ. وَيُرْوَى أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ: "ربِح الْبَيْعُ صُهَيْبُ، رَبِحَ الْبَيْعُ صُهَيْبُ".


Ponpes Mulya Abadi Mulungan 

2015/08/25

Al-Baqarah 284 – 286







{لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (284) آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (286) } [البقرة: 284 - 286].



Artinya:
Yang di beberapa langit dan yang di bumi, milik Allah. Jika yang di dalam diri kalian, kalian tampakkan atau kalian samarkan, Allah menghitung padanya. Dia mengampuni pada orang yang Dia kehendaki, dan mengadzab orang yang Dia kehendaki. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. [284].

Mengenai Ayat ini, Ibnu Katsir menjelaskan, “Allah Taala mengkhabarkan:
1.     ‘Sungguh Kerajaan beberapa langit, bumi, dan yang di dalamnya, MilikNya’.
2.     ‘Sungguh Dia mengawasi yang berada di dalamnya. Bagi Dia, semua yang lahir, yang rahasia, dan yang tersembunyi, tidak samar. Meskipun kecil dan samar.
3.     Sungguh Dia akan menghisab amalan-amalan para HambaNya, dan rahasia yang mereka samarkan di dalam dada mereka. Sebagaimana FirmanNya ‘Katakan! Jika kalian menyamarkan yang di dada-dada kalian, atau menyembunyikan, Allah mengetahui. Dia mengetahui yang di beberapa langit dan yang di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu’. [Qs Ali Imran 29]. (Dia) tahu yang samar dan yang lebih rahasia. [Qs Thoha 7].
Ayat-Ayat penjelasan seperti itu banyak nyata. Pemberitaan Allah di sini sebagai tambahan ilmu. Yakni Allah akan menghisab semuanya. Oleh karena itu, ketika Ayat ini turun, membuat para sahabat RA Rasulillah SAW merasa keberatan, dan ketakutan. Takut jika Allah menghisab amalan besar dan kecil. Ini menunjukkan iman dan keyakinan mereka kuat.”
  
Imam Ahmad meriwayatkan dengan isnad, dari Abi Hurairah RA, “Ketika Firman Allah:
Yang di beberapa langit dan yang di bumi, milik Allah. Jika yang di dalam diri kalian, kalian tampakkan atau kalian samarkan, Allah menghitung padanya. Dia mengampuni pada orang yang Dia kehendaki, dan mengadzab orang yang Dia kehendaki. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu’.
Membuat para sahabat Rasulillah SAW keberatan. Mereka datang lalu duduk bersimpuh di hadapan Rasulullah, dan berkata ‘ya Rasulillah! Kami telah diwajibkan mengamalkan yang kami mampu, shalat, puasa, jihad, dan shodaqoh. Namun Ayat ini telah diturunkan atas tuan, kami takkan mampu menanggung’.
Rasulullah SAW bersabda ‘masyak kalian ingin berkata seperti dua kaum Ahli Kitab sebelum kalian:
Kami mendengar, namun menentang’.
Bahkan yang benar, katakan! Kami telah mendengar dan telah taat. AmpunanMu ya Tuhan kami, dan padaMu Tempat Kembali!’.
Ketika mereka telah mengucapkan kalimat tersebut  dengan lidah mereka, Allah menurunkan Firman:
Rasul telah beriman pada yang diturunkan padanya dari Tuhannya, demikian pula kaum Iman. Semua telah beriman pada Allah, para MalaikatNya, Kitab-KitabNya, dan Rasul-RasulNya. “Kami takkan membeda-bedakan antara seorang dari Rasul-RasulNya” Kata mereka, “Kami telah mendengar dan telah taat. AmpunanMu ya Tuhan kami, dan padaMu Tempat Kembali.”
Ketika mereka telah mengamalkan, Allah menyalin (memansukh) Ayat tersebut, dengan Firman:
Allah takkan memaksa jiwa, kecuai semampunya. Dia mendapat kebaikan yang diamalkan, dan mendapat dosa yang diamalkan. “Ya Tuhan kami, jangan Kau tindak, jika kami telah lupa atau keliru. Ya Tuhan kami, jangan Kau bebankan dosa atas kami! Sebagaimana Kau telah membebankan atas kaum sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangan Kau bebani kami, pada yang kami tak memilik kemampuan! Ampuni kami! Maafkan kami! Dan sayangilah kami! Engkau Kekasih kami, maka tolonglah kami, mengalahkan kaum Kafir!.” [1]



Rasul telah beriman pada yang diturunkan padanya dari Tuhannya, demikian pula kaum Iman. Semua telah beriman pada Allah, para MalaikatNya, Kitab-KitabNya, dan Rasul-RasulNya. “Kami takkan membeda-bedakan antara seorang dari Rasul-RasulNya” Kata mereka, “Kami telah mendengar dan telah taat. AmpunanMu ya Tuhan kami, dan padaMu Tempat Kembali.” [285]

Allah takkan memaksa jiwa, kecuai semampunya. Dia mendapat kebaikan yang diamalkan, dan mendapat dosa yang diamalkan. “Ya Tuhan kami, jangan Kau tindak, jika kami telah lupa atau keliru. Ya Tuhan kami, jangan Kau bebankan dosa atas kami, sebagaimana Kau telah membebankan atas kaum sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangan Kau bebani kami, pada yang kami tak memilik kemampuan! Ampuni kami! Maafkan kami! Dan sayangilah kami! Engkau Kekasih kami, maka tolonglah kami! Mengalahkan kaum Kafir!.” [286].


Bersambung

Ponpes Mulya Abadi Mulungan


يُخْبِرُ تَعَالَى أَنَّ لَهُ مُلْكَ السموات وَالْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ وَمَا بَيْنَهُنَّ، وَأَنَّهُ الْمُطَّلِعُ عَلَى مَا فِيهِنَّ، لَا تَخْفَى عَلَيْهِ الظَّوَاهِرُ وَلَا السَّرَائِرُ وَالضَّمَائِرُ، وَإِنْ دَقَّتْ وَخَفِيَتْ، وَأَخْبَرَ أَنَّهُ سَيُحاسب عِبَادَهُ عَلَى مَا فَعَلُوهُ وَمَا أَخْفَوْهُ فِي صُدُورِهِمْ كَمَا قَالَ: {قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} [آلِ عِمْرَانَ: 29] ، وَقَالَ: {يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى} [طَهَ: 7] ، وَالْآيَاتُ فِي ذَلِكَ كَثِيرَةٌ جِدًّا، وَقَدْ أَخْبَرَ فِي هَذِهِ بِمَزِيدٍ عَلَى الْعِلْمِ، وَهُوَ: الْمُحَاسَبَةُ عَلَى ذَلِكَ، وَلِهَذَا لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ اشْتَدَّ ذَلِكَ عَلَى الصَّحَابَةِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ، وَخَافُوا مِنْهَا، وَمِنْ مُحَاسَبَةِ اللَّهِ لَهُمْ عَلَى جَلِيلِ الْأَعْمَالِ وَحَقِيرِهَا، وَهَذَا مِنْ شِدَّةِ إِيمَانِهِمْ وَإِيقَانِهِمْ.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنِي أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ يَعْنِي الْعَلَاءَ -عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} اشْتَدَّ ذَلِكَ عَلَى أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثم جَثَوْا عَلَى الرُّكَبِ، وَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كُلِّفْنَا مِنَ الْأَعْمَالِ مَا نُطيق: الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالْجِهَادُ وَالصَّدَقَةُ، وَقَدْ أُنْزِلَ عَلَيْكَ هَذِهِ الْآيَةُ وَلَا نُطِيقُهَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "أَتُرِيدُونَ أَنْ تَقُولُوا كَمَا قَالَ أَهْلُ الْكِتَابَيْنِ مِنْ قَبْلِكُمْ: سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا؟ بَلْ قُولُوا: سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا، غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ". فَلَمَّا أقَر بِهَا الْقَوْمُ وَذَلَّتْ بِهَا أَلْسِنَتُهُمْ، أَنْزَلَ اللَّهُ فِي أَثَرِهَا: {آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ} فَلَمَّا فَعَلُوا ذَلِكَ نَسَخَهَا اللَّهُ فَأَنْزَلَ: {لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا} إِلَى آخِرِهِ . -