Raja Mahan Panglima Besar, pernah meremehkan Khalid bin Al-Walid yang berdiri di depannya, yang berkata panjang lebar.
Raja Mahan tertegun lalu menoleh dan berteriak, “Hai! Saya kira dia bodoh! Ternyata sangat pandai!.”
Ketika Damaskus wilayah andalan Hiraqla yang pertahanannya sangat kuat, yang sepanjang sejarah belum pernah diserbu oleh seorang raja, telah direbut oleh Abu Ubaidah, saat itu makin terbukti di alam nyata bahwa Nabi yang para sahabatnya sangat pandai dan pemberani adalah Muhammad SAW.
Al-Qur’an yang diwahyukan pada Nabi Muhammad SAW adalah Kitab Petunjuk dari Allah agar Hamba-Nya mengetahui Allah, Rasulullah, para Nabi dan Rasul, alam, bahkan kehidupan setelah mati. Maka pantas jika umat Islam menjadi pelopor dari ilmu pengetahuan. Memang ilmu pengetahuan berasal dari para Nabi, namu ilmu pengetahuan sebelum Nabi Muhammad SAW sudah tercampur dengan syirik dan tahayul. Yang memilah ilmu dan menyingkirkan syirik yang mengotori adalah umat Islam.
Saat Kaisar Agustus masih di dalam perut ibunya, kaum Romawi telah memiliki dokter ahli bedah yang handal. Ibu Agustus wafat ketika Agustus masih di dalam kandungan. Keluarga kerajaan minta agar permaisuri yang wafat, dibedah perutnya, dengan berharap semoga bayinya lelaki, yang akan mewaris Tahta ayahnya. Ternyata betul, bayi itu lelaki yang diberi nama Kaisar Agustus. Tetapi ilmu kedokteran di sana lalu dicampur dengan syirik dan tahayul. Para dokter yang akan mengobati minta tolong pada jin-jin dengan jalan trance, setelah itu baru mengobati.
Ponpes Mulya Abadi Mulungan











