SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Yahudza kakak Yusuf AS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yahudza kakak Yusuf AS. Tampilkan semua postingan

2015/06/24

Ustadz H Musthafa Luthfi


Ustadz H Musthafa Luthfi


Dulu Ustadz H Musthafa Luthfisuka memelihara kumis. Beliau murid KH Nurhasan Al-Ubaidah.  Oleh Ustadz H Hambali, beberapa tahun silam, beliau ditanya, “Saya dulu pernah mendengar Bapak menjelaskan ‘bila saudara Nabi Yusuf AS, marah’ mengerikan. Asal cerita itu dari mana?” 
Beliau menjawab, “Dari KH Nurhasan.”
Rujukan kisah yang dimaksud ‘Tafsir Arrazi’.
Murid KH Nurhasan yang memiliki kitab tersebut, Ustadz Abdul-Mannan Klaten:
Ibnu Abbas RA berkata, “Ketika Nabi Yusuf AS berkata ‘aku berlindung pada Allah, jika menangkap selain orang yang menyanding perkakas kami’, Yahudza marah. Konon bila dia marah dan membentak, wanita yang mendengar, gugur kandungannya. Bulu-bulu tubuh Yahudza, berdiri. Takkan reda sehingga sebagian keluarga Nabi Yaqub AS meletakkan tangan padanya.
Pada saudara-saudaranya, Yahudza berkata, “Tolong saya! Amuklah kaum di beberapa pasar Mesir! Saya yang akan menghadapi raja!.”
Pada putra kecilnya, Yusuf AS bersabda, “Sentuhlah dia!.”
Begitu disentuh, kemarahan Yahudza mereda. Ketika dia hampir membentak, Yusuf AS menjejak bumi, memegang dan menarik pakaiannya, hingga Yahudza jatuh. Kemarahannya hilang.
Saat itu, dia berkata, “Ya yang Mulia (dan seterusnya).”
Ketika harapan ditolong ‘putus’, mereka saling bertanya, dan berkata, “Sungguh ayah telah menyumpah kita, dengan Sumpah Berat Allah. Selain itu, kita disangka jelek, karena telah bersitegang dengan Yusuf AS. Lalu bagaimana ‘jalan keluar’ dari kesulitan ini?.” [1]


Ponpes Mulya Abadi Mulungan



 قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُمَا: لَمَّا قَالَ يُوسُفُ عَلَيْهِ السَّلَامُ: مَعاذَ اللَّهِ أَنْ نَأْخُذَ إِلَّا مَنْ وَجَدْنا مَتاعَنا عِنْدَهُ [يوسف: 79] غضب يهوذا، وَكَانَ إِذَا غَضِبَ وَصَاحَ فَلَا تَسْمَعُ صَوْتَهُ حَامِلٌ إِلَّا وَضَعَتْ وَيَقُومُ شَعْرُهُ عَلَى جَسَدِهِ فَلَا يَسْكُنُ حَتَّى يَضَعَ بَعْضُ آلِ يَعْقُوبَ يَدَهُ عَلَيْهِ فَقَالَ لِبَعْضِ إِخْوَتِهِ اكْفُونِي أَسْوَاقَ أَهْلِ مِصْرَ وَأَنَا أَكْفِيكُمُ الْمَلِكَ فَقَالَ يُوسُفُ عَلَيْهِ السَّلَامُ لِابْنٍ صَغِيرٍ لَهُ مِسَّهُ فَمَسَّهُ فَذَهَبَ غَضَبُهُ وَهَمَّ أَنْ يَصِيحَ فَرَكَضَ يُوسُفُ عَلَيْهِ السَّلَامُ رِجْلَهُ عَلَى الْأَرْضِ وَأَخَذَ بِمَلَابِسِهِ وَجَذَبَهُ فَسَقَطَ فَعِنْدَهُ قَالَ يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ، فَلَمَّا أَيِسُوا مِنْ قَبُولِ الشَّفَاعَةِ تَذَاكَرُوا وَقَالُوا: إِنَّ أَبَانَا قَدْ أَخَذَ عَلَيْنَا مَوْثِقًا عَظِيمًا مِنَ اللَّه. وَأَيْضًا نَحْنُ مُتَّهَمُونَ بِوَاقِعَةِ يُوسُفَ فَكَيْفَ الْمَخْلَصُ مِنْ هَذِهِ الْوَرْطَةِ.