SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

2015/04/29

Rayuan Syaitan



Kajian Bersambung


{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ () الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ () يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ () } [البقرة: 267 - 269].

Artinya:
Ya kaum yang telah beriman, infaqkan 1), (hasil dari) kebaikan-kebaikan yang telah kalian kerjakan! 2), sebagian dari yang telah Kami keluarkan dari bumi untuk kalian! Jangan sengaja pada yang jelek darinya! Yakni, kalian menginfaqkan, namun mengenai itu, kalian telah tidak mau mengambil, kecuali dengan memejamkan mata! Ketahuilah bahwa ‘sungguh Allah Maha Kaya Maha Terpuji’. (267)

Ayat ini turun karena apabila kaum Anshar panen kurma, maka beberapa untai pentil kurma dishodaqohkan. Digantunkan pada tali terbentang di antara dua tiang Masjid Rasulillah SAW. Kaum Fakir dari Muhajirin, makan sebagaiannya.
Ada lelaki sengaja menshodaqohkan yang bongkeng. Dia memasukkan pada untaian pentil kurma. Karena menyangka perbuatan demikian itu boleh. 
Maka Allah menurunkan Firman mengenai orang yang melakukan demikian. [1]

Syaitan menjanjikan kefakiran pada kalian! Dan perintah agar kalian berbuat keji. Sedangkan Allah menjanjikan Ampunan dan Keutamaan dariNya. Allah Maha Luas Maha Alim. (268)
Dia memberikan Hikmah pada orang yang dia kehendaki. Barangsiapa diberi Hikmah, maka sungguh telah diberi kebaikan sangat banyak. Dan tidak mengambil peringatan kecuali kaum yang mempunyai akal bersih. (269)

Rasulullah SAW bersabda, “Syaitan dan malaikat membisiki Anak Adam. Bisikan Syaitan ‘rayuan’ agar melakukan kejelekan dan mendustakan kebenaran. Bisikan malaikat, ‘rayuan’ agar berbuat baik dan melakukan kebenaran. Barangsiapa menjumpai demikain, hendaklah tahu bahwa itu dari Allah, hendaklah  bersyukur pada Allah. Barangsiapa menjumpai yang lain, hendaklah berdoa agar dilindungi dari Syaitan.”
Lalu nabi SAW membaca:
“{الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ () يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ ()} [البقرة: 268، 269].” [2]

Bersambung.


Ponpes Mulya Abadi Mulungan


الصَّحِيحُ الْقَوْلُ الْأَوَّلُ؛ قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي الْحُسَيْنُ بْنُ عَمْرٍو العَنْقَزيِّ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ أَسْبَاطٍ، عَنِ السُّدِّيِّ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ فِي قَوْلِ اللَّهِ: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَلا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ} الْآيَةَ. قَالَ: نَزَلَتْ فِي الْأَنْصَارِ، كَانَتِ الْأَنْصَارُ إِذَا كَانَ أَيَّامَ جذَاذ النَّخْلِ، أَخْرَجَتْ مِنْ حِيطَانِهَا أَقْنَاءَ البُسْر، فَعَلَّقُوهُ عَلَى حَبْلٍ بَيْنَ الْأُسْطُوَانَتَيْنِ فِي مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَيَأْكُلُ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ مِنْهُ، فيعْمد الرَّجُلُ مِنْهُمْ إِلَى الحَشَف، فَيُدْخِلُهُ مَعَ أَقْنَاءِ الْبُسْرِ، يَظُنُّ أَنَّ ذَلِكَ جَائِزٌ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ فِيمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ: {وَلا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ}.
 قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَة، حَدَّثَنَا هَنَّاد بْنُ السِّرِي، حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ مُرَّةَ الهَمْداني، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "إِنْ لِلشَّيْطَانِ لَلَمّة  بِابْنِ آدَمَ، وللمَلك لَمة، فَأَمَّا لَمَّةُ الشَّيْطَانِ فَإِيعَادٌ بِالشَّرِّ وَتَكْذِيبٌ بِالْحَقِّ، وَأَمَّا لَمَّةُ الْمَلَكِ فَإِيعَادٌ بِالْخَيْرِ وَتَصْدِيقٌ بِالْحَقِّ. فَمَنْ وَجَدَ ذَلِكَ فليعلَمْ أَنَّهُ مِنَ اللَّهِ، فَلْيحمَد اللَّهَ، وَمَنْ وَجَدَ الْأُخْرَى فَلْيَتَعَوَّذْ مِنَ الشَّيْطَانِ". ثُمَّ قَرَأَ: {الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا} الْآيَةَ.

2015/04/22

Berkata Maksudnya Berjanji



Dalam Al-Qur’an, terkadang, “Berkata ‘maksudnya berjanji’.” Contoh:
1.     Kalimat ‘tuhsyaruun’ (kalian akan dikumpulkan), dalam Surat Al-Mulk 24. Lengkapnya kalimat, “Katakan! ‘Dia yang membuat kalian di bumi, dan kalian akan dikumpulkan padaNya’.” [1] Kepastian ini bisa diketahui berdasarkan kalimat ayat setelahnya, yang artinya, “Namun mereka (justru) berkata ‘kapan ini janji? Jika kalian telah benar?’.” [2] ‘Wa’ yang biasanya diartikan ‘dan’, diartikan namun, karena huruf athof yang dilanjutkan dengan kalimat yang bertentangan dengan maksud baik yang diharapkan.
2.     Dalam Surat Al-Baqarah 70; “Dan sungguh kami, in syaa Allah niscaya kaum yang mendapatkan bimbingan.” [3]
3.     Dalam Surat Al-Kahfi 69; “Dia berkata ‘kau akan jumpai saya, in syaa Allah, 1), sebagai orang yang sabar, 2), saya takkan menentang perintah untuk kau’.” [4]
4.     Dalam Surat Asshoffat 102; “Dia berkata ‘ya Ayahku, lakukan yang kau diperintah. Kau akan menjumpai saya, in syaa Allah, tergolong kaum sabar’.” [5]
5.     Dalam Surat Al-Fath 27; “Niscaya Allah sungguh telah menilai benar pada RasulNya, yakni mimpi tersebut ‘niscaya kalian sungguh akan masuk Masjidal-Haram, in syaa Allah dalam kondisi aman’.” [6]


[1] { قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ} [الملك: 24].
[2] {وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ} [الملك: 25].
[3] {وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ} [البقرة: 70].
[4] { قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا} [الكهف: 69].
[5] {قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ} [الصافات: 102].
[6] {لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ} [الفتح: 27].

2015/04/15

Yang Membatalkan Infaq



Surat Al-Baqarah 262264


{ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (262) قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ (263) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لَا يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ (264) } [البقرة: 262 - 264].

Artinya:
Orang-orang yang menginfakkan harta-harta mereka di Jalan Allah, lalu tidak meneruskan ungkitan dan cemoohan pada yang telah mereka infakkan, berhak mendapatkan pahala mereka, di sisi Tuhan mereka. Tiada takut atas mereka, dan mereka takkan susah. (262).

Ucapan baik dan ampunan, lebih baik daripada shodaqoh yang diikuti oleh cemoohan. Allah Maha Kaya Maha Bijak. (263)

Hai orang-orang iman secara khusus, jangan membatalkan shodaqoh kalian dengan mengungkit-ungkit dan cemoohan! Seperti orang yang menginfakkan hartanya dengan pamer manusia. Dan tidak beriman pada Allah dan hari akhir. Gambarannyaseperti batu bersih yang di atasnya ada debu, lalu tertimpa oleh hujan lebat, hingga ditinggalkan dengan bersih. Mereka tidak mampu atas sesuatu dari yang telah mereka kerjakan. Dan Allah takkan membimbing kaum Kafir. (264)    


Mulungan Sleman Yogyakarta Indonesia Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi

2015/04/06

Agar Iman Mantap



Image result for ‫رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتَى‬‎

{وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتَى قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ قَالَ بَلَى وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ () مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ ()} [البقرة: 260، 261].

Dan ketika Ibrahim AS berdoa, “Tuhanku, tunjukkan hamba ‘bagaimana Kau hidupkan yang sama mati?” Allah berfirman, “Apa kau belum beriman?” Dia berdoa, “Jelas, (sudah). Tetapi agar hati hamba mantap” Allah berfirman, “Ambil empat burung! Hancurkan untukmu! Berikan sebagaian, pada tiap gunung! Lalu panggil mereka! Maka (mereka) akan datang bergegas padamu. Ketahuilah sungguh Allah Maha Dahsyat Maha Bijaksana.” (260)

Burung yang dimaksud:
1.     Gagak.
2.     Ayam hutan.
3.     Biduk
4.     Merak.

Gambaran kaum yang menginfakkan harta-harta mereka untuk Jalan Allah, seperti gambaran biji menumbuhkan tujuh tangkai. Di tiap tangkai, seratus biji. Allah melipat gandakan (pahala) untuk orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas Maha Alim. (261)  

Bersambung


Mulungan Sleman Yogyakarta Indonesia Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi

2015/03/22

Ayat Kursi




Kajian Bersambung
Surat Al-Baqarah 255 – 256

17 Asama Allah
{اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ () لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ () } [البقرة: 255، 256].



Artinya:
Allah, tiada Tuhan yang wajib disembah, kecuali Dia yang Maha Hidup Maha Merawat. Kantuk dan tidur takkan menyentuh Dia. Dia pemilik yang di beberapa langit dan yang di (beberapa) bumi. Tiada orang bersyafaat di sisiNya, kecuali dengan IdzinNya. Dia tahu yang di depan dan yang di belakang mereka. Mereka tak meliputi sedikitpun dari IlmuNya, kecuali yang Dia kehendaki. KursiNya memuat beberapa langit dan (beberapa) bumi. Merawat duanya, takkan memberatkan Dia. Dia Maha Alim Maha Agung. (255)


Kalau rijal (nama-nama perowi) dalam isnad (sandaran) Hadits Muslim dirunut hingga kami, maka ada Imam Assayuthi penulis kitab Al-Itqon. Di sana beliau menulis:

Ibnu Al-Munir berkata, “Ayat Kursi memuat beberapa Asma Allah Taala, tidak seperti Ayat lainnya. Ayat ini memuat 17 Asma Allah, ada yang jelas sekali, ada yang tersembunyi di dalam sebagiannya:
1.     Allah’.
2.     Huwa’.
3.     Al-Hayyu’.
4.     Al-Qayyuum’.
5.     Dhomir (Kata ganti) takhudzuhuu’.
6.     Lahuu’.
7.     IndaHuu’.
8.     Bi IdzniH’.
9.     Ya’lamu’.
10. ‘IlmiHii’.
11. Syaaa’.
12. KursiyyuHu’.
13. YauuduHuu’.
14. Dhomir mustatar (Kata ganti tertutup)nya hifdzuhumaa’.
15. WaHuwa’.
16. Al-‘Aliyyu’.
17. Al-‘Azhiiim’.”  [1]

Tiada paksaan di dalam agama (ini). Kebenaran dari kesesatan telah jelas. Barangsiapa mengkufuri Thoghut (Berhala), dan beriman pada Allah, berarti telah berpegangan pada tali yang lebih kuat. Tiada putus baginya. Allah Maha Dengar Maha Alim. (256)

Ayat ini mansukh bissaif.



Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia


وَقَالَ ابْنُ الْمُنِيرِ: اشْتَمَلَتْ آيَةُ الْكُرْسِيِّ عَلَى مَا لَمْ تَشْتَمِلْ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ أَسْمَاءِ اللَّهِ تَعَالَى، وَذَلِكَ أَنَّهَا مُشْتَمِلَةٌ عَلَى سَبْعَةَ عَشَرَ مَوْضِعًا، فِيهَا اسْمُ اللَّهِ تَعَالَى ظَاهِرًا فِي بَعْضِهَا وَمُسْتَكِنًّا فِي بَعْضٍ وَهِيَ: اللَّهُ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ضَمِيرُ {تَأْخُذُهُ} "وله" و"عنده" و"بإذنه" و"يعلم" و"علمه" و"شاء" و"كرسيه" و"يؤده" ضَمِيرُ "حِفْظُهُمَا" الْمُسْتَتِرُ الَّذِي هُوَ فَاعِلُ الْمَصْدَرُ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ.

2015/01/24

Kodar Kaum Israil



Image result for ‫وقضينا الى بني اسرائيل‬‎




Dalam Al-Kitab, Kami telah memberitakan pada Bani Israil:
1.     “Niscaya kalian benar-benar akan membuat kerusakan di bumi, dua kali.
2.     Dan niscaya kalian akan melakukan arogan sangat besar. [1] 
Maka apabila (kodar) awal duanya telah datang, Kami mengirim Hamba-Hamba milik Kami berbahaya yang sangat dahsat, atas kalian. Mereka menjelajah pada tiap-tiap perkampungan. Dan janji ini telah dilakukan. [2] 
Lalu ulangan (nasib baik) Kami kembalikan pada kalian, ‘mengalahkan mereka’. 
Kami membantu kalian dengan harta-harta dan anak-anak. Bahkan Kami buat ‘kalian lebih banyak’ golongannya. [3]
Jika kalian telah melakukan kebaikan, maka telah melakukan kebaikan untuk diri-diri kalian. Jika kalian telah melakukan kejelekan, juga (berat) atas diri-diri (kalian). Jika (kodar) janji akhir telah datang, mereka akan membuat jelek wajah-wajah kalian. Akan masuk Masjid, sebagaimana di awal kali pernah memasuki. Dan akan merusak kearogan mereka (kaum Israil) dengan benar-benar rusak.

Semoga Tuhan kalian menyayang kalian. Namun jika kalian (nanti) telah mengulangi, Kami juga mengulangi. Bahkan Kami telah menjadikan Jahannam sebagai hamparan khusus kaum Kafir.” [4]

Mengenai Janji awal dari Allah untuk mereka, banyak riwayat dicatat oleh Ibnu Katsir di dalam kitabnya. Namun yang dipilih dan dinilai shohih dan mashur, hanya ini:

Said bin Al-Musayyab berkata, “Raja Bukhtunashar menduduki kota Syam. Lalu merobohkan Baitul-Maqdis dan membantai penduduknya. Lalu pergi ke kota Damaskus yang di dalamnya ada darah meluap dari wadah.
Pada mereka, dia bertanya ‘ini darah apa?’.
Mereka menjawab ‘darah ini ada, sejak kakek-kakek kami’.
Tiap berhasil membuat darah surut dari wadahnya, dia berhasil mengalahkan mereka. Setelah jumlah kaum Muslim dan non Muslim yang terbunuh mencapai, 70.000 mayat; darah berhenti meluap.”

Para tokoh dan Ulama Bani Israil juga dibantai oleh Bukhtunashar. Semua yang hafal kitab Taurat, dibunuh. Keturunan para Nabi dan tokoh lainnya yang masih anak-anak, ditawan, dan seterusnya. [5]

Kisah lengkapnya, di sini.

Mengenai ‘Mereka mengulangi maksiat’, Qatadah menjelaskan, “Sungguh Bani Israil telah mengulangi maksiat. Maka Allah memberi kekuasaan kaum ini, yaki Muhammad SAW dan para sahabatnya, untuk mengalahkan mereka. Mereka dipaksa membayar pajak, dalam keadaan hina. [6]


Catatan: Uraian yang akhirnya dicela atau dinyatakan ghorib, oleh Ibnu Katsir, telah ditinggalkan. Yang dinyatakan shohih atau tidak dinilai ghorib, oleh Ibnu Katsir, “Tulisan ini.”


Ponpes Mulya Abadi Mulungan


[1] {وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا} [الإسراء: 4].
[2] { فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا} [الإسراء: 5].
[3] {ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا} [الإسراء: 6].
[4] {عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا} [الإسراء: 8].
وَقَدْ رَوَى ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَ: سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ يَقُولُ: ظَهَرَ بُختنَصَّر عَلَى الشَّامِ، فَخَرَّبَ بَيْتَ الْمَقْدِسِ وَقَتَلَهُمْ، ثُمَّ أَتَى دِمَشْقَ فَوَجَدَ بِهَا دَمًا يَغْلِي عَلَى كِبًا، فَسَأَلَهُمْ: مَا هَذَا الدَّمُ؟ فَقَالُوا أَدْرَكْنَا آبَاءَنَا عَلَى هَذَا، وَكُلَّمَا ظَهَرَ عَلَيْهِ الْكِبَا ظَهَرَ. قَالَ: فَقَتَلَ عَلَى ذَلِكَ الدَّمِ سَبْعِينَ أَلْفًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَغَيْرِهِمْ، فَسَكَنَ) .
وَهَذَا صَحِيحٌ إِلَى سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، وَهَذَا هُوَ الْمَشْهُورُ، وَأَنَّهُ قَتَلَ أَشْرَافَهُمْ وَعُلَمَاءَهُمْ، حَتَّى إِنَّهُ لَمْ يَبْقَ مَنْ يَحْفَظُ التَّوْرَاةَ، وَأَخَذَ مَعَهُ خَلْقًا مِنْهُمْ أَسْرَى مِنْ أَبْنَاءِ الْأَنْبِيَاءِ وَغَيْرِهِمْ، وَجَرَتْ أُمُورٌ وَكَوَائِنُ يَطُولُ ذِكْرُهَا. وَلَوْ وَجَدْنَا مَا هُوَ صَحِيحٌ أَوْ مَا يُقَارِبُهُ، لَجَازَ كِتَابَتُهُ وَرِوَايَتُهُ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
[6] تفسير ابن كثير (5/ 48)
وَقَالَ قَتَادَةُ: قَدْ عَادَ بَنُو إِسْرَائِيلَ، فَسَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ هَذَا الْحَيَّ، مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ، يَأْخُذُونَ مِنْهُمُ الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ.