SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al-Qur'an Al-Baqarah 247 - 248. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al-Qur'an Al-Baqarah 247 - 248. Tampilkan semua postingan

2014/12/19

T 4: Tokoh-Tokoh setelah Musa AS




Kajian Bersambung

{وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ () وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَى وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ () } [البقرة: 247، 248].

Artinya:
Nabi mereka AS berkata, “Sungguh Allah telah mengutus Thalut sebagai raja untuk kalian.”
Mereka berkata, “Bagaimana  mungkin kerajaan jatah kami, dikuasai oleh dia? Padahal kami lebih berhak bertahta, daripada dia? Lagian dia tidak memiliki keluasan harta?.”
Nabi AS bersabda, “Sungguh Allah telah memilih dia atas kalian. Dan telah menambahi dia, keluasan dalam ilmu dan raga. Lagian, Allah sedang (dan akan) memberikan KerajaanNya, pada orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas Maha Alim. (247).

Pada mereka, nabi mereka AS bersabda, “Sungguh tanda ‘dia jadi raja’, kalian akan kedatangan peti yang di dalamnya ada ketenangan dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun AS, dari Tuhan kalian. Dibawa oleh para malaikat. Sungguh mengenai kenyataan itu nanti, merupakan mukjizat untuk kalian. Jika kalian kaum mukminin.” (248).

Ibnu Juraij menyampaikan ajaran Ibnu Abbas RA, “Peti dibawa untuk didatangkan oleh sejumlah malaikat. Asalnya kelihatan di antara langit dan bumi, akhirnya peti dibawa turun dan diletakkan di depan Thalut. Disaksikan oleh kaum.”
Assuddi berkata, “Tiba-tiba di pagi itu, ada peti di rumah Thalut. Maka mereka beriman pada Nubuwat (Ramalan) Nabi Syamwil AS. Dan mentaati Thalut.” [1]



[1] تفسير ابن كثير (1/ 667)
قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ: قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: جَاءَتِ الْمَلَائِكَةُ تَحْمِلُ التَّابُوتَ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ حَتَّى وَضَعَتْهُ بَيْنَ يَدَيْ طَالُوتَ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ.
وَقَالَ السُّدِّيُّ: أَصْبَحَ التَّابُوتُ فِي دَارِ طَالُوتَ فَآمَنُوا بِنُبُوَّةِ شَمْعُونَ وَأَطَاعُوا طَالُوتَ.

T 2: Tokoh-Tokoh setelah Musa AS



Kajian Bersambung

{وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ () وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَى وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ () } [البقرة: 247، 248].

Artinya:
Nabi mereka AS berkata, “Sungguh Allah telah mengutus Thalut sebagai raja untuk kalian.”
Mereka berkata, “Bagaimana  mungkin kerajaan atas kami, dikuasai oleh dia? Padahal kami lebih berhak bertahta, daripada dia? Lagian dia tidak memiliki keluasan harta?.”
Nabi AS bersabda, “Sungguh Allah telah memilih dia atas kalian. Dan telah menambahi dia, keluasan dalam ilmu dan raga. Lagian, Allah sedang (dan akan) memberikan KerajaanNya, pada orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas Maha Alim. (247).

Pada mereka, nabi mereka AS bersabda, “Sungguh tanda ‘dia jadi raja’, kalian akan kedatangan peti yang di dalamnya ada ketenangan dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun AS, dari Tuhan kalian. Dibawa oleh para malaikat. Sungguh mengenai kenyataan itu nanti, merupakan mukjizat untuk kalian. Jika kalian kaum Mukminin.” (248).

Ibnu Juraij menyampaikan ucapan Ibnu Abbas RA, “Peti dibawa untuk didatangkan oleh sejumlah malaikat. Asalnya kelihatan di antara langit dan bumi, akhirnya dibawa turun dan diletakkan di depan Thalut. Disaksikan oleh kaum.”
Assuddi berkata, “Tiba-tiba di pagi itu, ada peti di rumah Thalut. Maka mereka beriman pada Nubuwat (Ramalan) Nabi Syamwil AS, dan mentaati Thalut.” [1]



[1] تفسير ابن كثير (1/ 667)
قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ: قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: جَاءَتِ الْمَلَائِكَةُ تَحْمِلُ التَّابُوتَ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ حَتَّى وَضَعَتْهُ بَيْنَ يَدَيْ طَالُوتَ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ.
وَقَالَ السُّدِّيُّ: أَصْبَحَ التَّابُوتُ فِي دَارِ طَالُوتَ فَآمَنُوا بِنُبُوَّةِ شَمْعُونَ وَأَطَاعُوا طَالُوتَ.