SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Arraudhul-Unuf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arraudhul-Unuf. Tampilkan semua postingan

2014/09/27

Abu Bakr RA Berjasa



Enam orang, yang ketujuh Bilal, dimerdekakan oleh Abu Bakr RA. Karena Islam:
1.     Amir bin Fuhairah RA, veteran Perang Badar dan Uhud. Wafat pada perang Biru Maunah.
2.     Ummu Syumais.
3.     Zinnirah. Ketika dimerdekakan, matanya buta. Kaum Quraisy berkata, “Yang membutakan matanya, Tuhan Lata dan Uzza!” Dia membantah, “Mereka bohong! Demi Baitullah! Lata dan Uzza tidak membahayakan dan tidak bermanfaat!.” (Mungkin beliau tidak tau bahwa bersumpah dengan selain Nama Allah, dilarang). Sontak Allah menyembuhkan 'kebutaanya'.
4.     Annahdiyah.
5.     Anak perempuan Annahdiyah. Dua budak ini, milik wanita keluarga Abdiddar. Ketika sedang diperintah menumbuk padi (gandum), oleh majikannya, Abu Bakr lewat. Majikan bersumpah, “Demi Allah aku tak akan memerdekakan kalian! Selamanya!” Abu Bakr perintah, “Merdekakan budakmu! Hai Umma fulan!” Dia membantah, “Kau saja yang memerdekakan! Karena kau yang membuat menderita!” Abu Bakr bertanya, “Saya beli berapa harganya?” Dia menjawab, “Sekian dan sekian” Abu Bakr berkata, “Harga dia sudah saya setujui, untuk dimerdekakan! Hai, kalian berdua kembalilah menumbuk! Untuk dia!” Mereka berdua menjawab, “Masyak kami sudah selesai dari perbudakan, masih disuruh kembali lagi (seperti budaknya)?” Abu Bakr berkata, “Ini kalau kalian mau.”
6.     Di wilayah kampung Bani Adi, Abu Bakr bertemu budak perempuan Muslimah, keluarga Bani Muammal, yang disiksa oleh Umar yang saat itu masih musyrik. Agar meninggalkan Islam. Ketika telah capek, Umar berkata pada Abu Bakr, “Saya jelaskan agar kau maklum. Saya berhenti menyiksa karena punggung saya capek. Namun kau berkata ‘Allah akan menindak kau, seperti ini’.” Budak dibeli untuk dimerdekakan oleh Abu Bakr RA. [1]

Ponpes Mulya Abadi Mulungan



من أعتقهم أَبُو بكر مَعَ بِلَال:
ثُمّ أَعْتَقَ مَعَهُ عَلَى الْإِسْلَامِ قَبْلَ أَنْ يُهَاجِرَ إلَى الْمَدِينَةِ سِتّ رِقَابٍ بِلَالٌ سَابِعُهُمْ عَامِرُ بْنُ فُهَيْرَةَ، شَهِدَ بَدْرًا وَأُحُدًا، وَقُتِلَ يَوْمَ بِئْرِ مَعُونَةَ شَهِيدًا، وَأُمّ شُمَيْسٍ وَزِنّيرَةُ، وَأُصِيبَ بَصَرُهَا حِينَ أَعْتَقَهَا، فَقَالَتْ قُرَيْشٌ: مَا أَذْهَبَ بصرها إِلَّا اللات وَالْعُزّى ; فَقَالَتْ كَذَبُوا - وَبَيْتِ اللهِ - مَا تضر اللات وَالْعُزّى، وَمَا تَنْفَعَانِ فَرَدّ اللهُ بَصَرَهَا وَأَعْتَقَ النّهْدِيّةَ وَبِنْتَهَا، وَكَانَتَا لِامْرَأَةِ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدّارِ فَمَرّ بِهِمَا وَقَدْ بَعَثَتْهُمَا سَيّدَتُهُمَا بِطَحِينِ لَهَا، وَهِيَ تَقُولُ وَاَللهِ لَا أُعْتِقُكُمَا أَبَدًا، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ حِلّا يَا أُمّ فُلَانٍ فَقَالَتْ حِلّ أَنْتَ أَفْسَدْتهمَا فَأَعْتَقَهُمَا ; قَالَ فَبِكَمْ هُمَا؟ قَالَتْ بِكَذَا وَكَذَا، قَالَ قَدْ أَخَذْتهمَا وَهُمَا حُرّتَانِ أَرْجِعَا إلَيْهَا طَحِينَهَا، قَالَتَا: أوَ نَفْرُغُ مِنْهُ يَا أَبَا بَكْرٍ ثُمّ نَرُدّهُ إلَيْهَا؟ قَالَ وَذَلِكَ إنْ شِئْتُمَا وَمَرّ بِجَارِيَةِ بَنِي مُؤَمّلٍ حَيّ مِنْ بَنِي عَدِيّ بْنِ كَعْبٍ، وَكَانَتْ مُسْلِمَةً وَعُمَرُ بْنُ الْخَطّابِ يُعَذّبُهَا لِتَتْرُكَ الْإِسْلَامَ وَهُوَ يَوْمَئِذٍ مُشْرِكٌ وَهُوَ يَضْرِبُهَا، حَتّى إذَا مَلّ قَالَ إنّي أَعْتَذِرُ إلَيْك، إنّي لَمْ أَتْرُكْ إلّا مَلَالَةً فَتَقُولُ كَذَلِكَ فَعَلَ اللهُ بِك، فَابْتَاعَهَا أَبُو بكر فَأعْتقهَا..