SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2017/03/30

Wa’tashimuu Bihablillaahi Jamii’an (3)


Image result for ‫بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا‬‎


{وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ} [آل عمران: 103]

Artinya: Dan berpeganglah pada Tali Allahdengan berjamaah! Jangan berpecah! Dan ingatlah Nikmat Allah, atas kalian! ; Ketika kalian menjadi musuh. Lalu (Allah) menyatukan antar hati kalian. Maka karena NikmatNya, kalian menjadi saudara (Jamaah). Dan kalian dulu di atas bibir jurang dari Neraka. Lalu (Allah) selamatkan kalian darinya. Seperti itulah, Allah menjelaskan Ayat-Ayat-Nya pada kalian, agar kalian mendapat Hidayah.




وَقَدْ ضُمِنتْ لَهُمُ العِصْمةُ، عِنْدَ اتِّفَاقِهِمْ، مِنَ الْخَطَأِ، كَمَا وَرَدَتْ بِذَلِكَ الْأَحَادِيثُ الْمُتَعَدِّدَةُ أَيْضًا، وخِيفَ عَلَيْهِمُ الِافْتِرَاقُ، وَالِاخْتِلَافُ، وَقَدْ وَقَعَ ذَلِكَ فِي هَذِهِ الْأُمَّةِ فَافْتَرَقُوا عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، مِنْهَا فِرْقَةٌ نَاجِيَةٌ إِلَى الْجَنَّةِ ومُسَلمة مِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَهُمُ الَّذِينَ عَلَى مَا كَانَ عَلَيْهِ رسولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ.
Artinya: Dan sungguh ketika mereka mufakat (bersatu), telah dipastikan Terjaga dari kesalahan. Sebagaimana sejumlah Hadits mengenai itu, hadir juga. (Maksudnya) Perpecahan dan perselisihan dihawatirkan melanda mereka. Namun sungguh (yang dihawatirkan) di dalam umat ini, telah terjadi. Mereka telah berpecah menjadi 73 pecahan. Dari pecahan-pecahan tersebut, ada satu Pecahan Najiyah (Selamat), yang berjalan menuju Surga dan selamat dari Adzab Neraka. Mereka yang menjalankan yang dijalankan oleh Rasulullah SAW dan sahabatnya RA.

Wa’tashimuu Bihablillaahi Jamii’an (2)






{وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ} [آل عمران: 103]



تفسير ابن كثير (2/ 89)
وَقَوْلُهُ: {وَلا تَفَرَّقُوا} أمَرَهُم بِالْجَمَاعَةِ وَنَهَاهُمْ عَنِ التَّفْرِقَةِ وَقَدْ وَرَدَتِ الأحاديثُ الْمُتَعَدِّدَةُ بِالنَّهْيِ عَنِ التَّفَرُّقِ وَالْأَمْرِ بِالِاجْتِمَاعِ وَالِائْتِلَافِ كَمَا فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ مِنْ حَدِيثِ سُهَيل بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلم قال: "إنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاثًا، وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلاثًا، يَرْضى لَكُمْ: أنْ تَعْبدُوهُ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وأنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا، وأنْ تُنَاصِحُوا مَنْ وَلاهُ اللهُ أمْرَكُمْ؛ وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلاثًا: قيلَ وَقَالَ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ، وإِضَاعَةَ الْمَالِ") . 

Artinya: FirmanNya, “(Walaa tafarroquu) jangan berpecah. Perintah agar mereka berjamaah, dan melarang mereka dari Firqoh (berpecah).” Sungguh sejumlah Hadits mengenai Larangan Berpecah, dan Agar Berjamaah dan Bersatu, telah hadir. Sebagaimana yang di dalam Shohih Muslim yakni Hadits Suhail bin Abi Sholih dari Ayahnya, dari Abi Hurairah RA; sungguh Rasulullah SAW bersabda:
Sungguh Allah ridho 3 untuk kalian, dan benci 3 untuk kalian:
1.     Ridho pada kalian jika kalian menyembah Dia tidak menyekutukan sesuatu padaNya.
2.     Jika kalian berpegangan Tali Allah dengan berjamaah, tidak berpecah.
3.     Dan jika kalian nasehat (berbuat baik) pada orang yang oleh Allah diserahi perkara kalian.
Dan benci 3 pada kalian:
1.     Dikatakan dan berkata (membicarakan yang sumbernya tidak jelas).
2.     Banyak bertanya.
3.     Dan menyia-nyiakan harta.  

Terusannya

2017/03/07

Kabur Berhamburan

  
Image result for Kabur

Abdul-Malik menoleh dan pergi. Bibirnya justru melafalkan, “Semoga Khalid diberi kemenangan!.”

Penduduk Bushr
o sepakat mengangkat Bathriq Dirjansebagai Panglima Perang, untuk melawan pasukan Arab. Pada Dirjan, beberapa tokoh berkata, “Jika telah mengalahkan pasukan Arab, kita segera menghadap Raja Hiraqla. Agar Tuan Rumas (Abdul-Malik) dilepas jabatannya. Agar Tuan yang memimpin kami.”
Dirjan berkata, “Kalian ingin apa? Akan saya turuti.”
Mereka menjawab, “Kita ingin memerangi kaum Arab.”

Dirjan membawa mereka berarak-arak
. mendekati pasukan Arab. 

Dia keluar dari barisan
, mencari Khalid.

Abdur Rohman berkata, “Yang mulia! Saya yang akan menghadapi dia!.”
Khalid perintah, “Silahkan hai Putra Asshiddiq!.”
Abdur Rohman keluar dari barisan untuk menyerang Dirjan. Serangannya terlalu ganas, bertubi-tubi, memaksa Dirjan mundur.  
Dirjan menghindar cepat dan kabur dengan ketakutan.

Pasukan Bushr
o makin ketakutan, ketika melihat pimpinan mereka kabur dengan kudanya.

Khalid tahu bahwa mereka grogi ketika menyaksikan ganasnya serangan Abdur Rohman. Khalid dan Abdur Rohman
menyerang dengan garang. Pasukan Muslimiin lainnya juga menyerang dengan serempak.
Awalnya pasukan Bushr
o tak mau mengalah.
Pertempuran sengit membuat suasana menjadi gaduh dan bising. Kaum Bushro meneriakkan kalimat kafir.

Syurachbil berdoa, “Ya Allah ! Mereka takkan mengakui bahwa Engkau satu-satunya Tuhan yang harus disembah; Muhammad 
Hamba dan UtusanMu. Tolonglah agama ini, agar kami menaklukkan Musuh-MusuhMu.”

Serangan Muslimiin terlalu dahsyat, hingga musuh berhamburan dan kabur. Arak-arakan pasukan Bushr
o berlarian memasuki benteng. Mereka menutup dan mengunci pintu-pintu-gerbang. Lalu mengangkat Salib-Salib.

Sebagaian mereka mengirim
kan surat ‘Permohonan Bala Bantuan’ pada Raja Hiraqla. 



Kaum Muslimiin kecewa karena terhalang oleh pintu benteng tinggi. Lalu mereka bersiap pulang menuju perkemahan. Mereka terkejut, 300 pasukan berkuda mereka hilang. Setelah dicari, ternyata sama gugur sebagai Syuhada. Walau begitu cukup banyak, rampasan perang yang didapatkan.

Khalid mengimami shalat untuk jenazah Syuhada, lalu memimpin penguburan masal. Di malam yang mendebarkan itu, mereka istirahat di dalam tenda-tenda. Yang ditugaskan jaga-malam, Abdur Rohman bin Abi Bakr, Mamar bin Rasyid, dan 100 pasukan Jaisyuzzachf.

Ketika mengelilingi tenda-tenda dengan berkuda, mereka terkejut oleh munculnya Abdul-Malik (Rumas) penguasa kota Bushro, yang bertanya, “Di mana Khalid?.”
Mereka menjawab dan mengantar dia menuju Khalid. 
Abdul-Malik mengucapkan salam dan berkata, “Wahai Pimpinan! Setelah saya bertemu Tuan, dipaksa oleh kaum saya: ‘Tinggallah di rumah! Jika menolak, akan kami bunuh!’. Saya pun tinggal di rumah yang kebetulan bersebelahan dengan benteng. 
Ketika terjadi pertempuran, dan kaum saya telah kabur memasuki benteng, dan malam telah kelam; saya perintah pelayan-pelayan saya, agar membobol benteng dan membuka pintu gerbangnya. 
Melalui pintu itu, saya keluar dan datang kemari. Sekarang perintahlah orang-orang kepercayaan Tuan, agar ikut saya. Untuk memasuki benteng.”

Khalid perintah agar Abdur Rohman memimpin 100 orang, untuk mengikuti Rumas (Abdul-Malik). Mereka telah bergerak menuju istana Abdul-Malik. Dhirar bin Al-Azwar ada di dalam rombongan tersebut. 
Setelah memasuki istana, Abdul-Malik membuka gudang-senjata. Beberapa senjata dikeluarkan untuk diberikan pada mereka.

Abdur Rohman membagi  100 pasukannya, menjadi empat. Masing-masing terdiri dari 25 orang. 
Dia berpesan, “Jika kalian mendengar takbir! Bertakbirlah!.”
Abdur Rohman didampingi oleh Abdul-Malik, mencari tangga untuk naik benteng yang di dalamnya ada rumah Dirjan.
Di belakang mereka berdua; 24 pasukan, yang di dalamnya ada Dhirar dan Syurachbil.

Dirjan terkejut oleh kedatangan mereka. Pada Abdul-Malik, dia membentak, “Kurangajar! Kau dan semuanya!.”   
Abdul-Malik berkata, “Saya membawa sahabat karib yang ingin menjumpai kau.”
Dirjan berkata, “Jangan macam-macam! Siapa orang yang kau maksud?.”
Abdul-Malik berkata, “Beliau ini Putra Abi Bakr Asshiddiq.”

Dirjan bergerak cepat menyerang Abdur Rohman, tetapi semua serangan dengan pedangnya dipatahkan. Bahkan dia terkejut oleh tebasan pedang Abdur Rohman yang mendarat membelah wajah, dan memotong lehernya. 
Ketika sakarat dan bermandi darah, tubuh Dirjan bergerak sebentar; mulutnya bersuara, “Khakh.”   

Abdur Rohman bertakbir; Abdul-Malik juga bertakbir; pasukan Muslimiin di luar juga bertakbir dengan keras. Bebatuan dan pepohonan memantulkan suara takbir mereka
Pasukan Muslimiin yang telah meninggalkan tenda-tenda juga bertakbir.

Ketika Khalid dan pasukannya bertakbir; pelayan-pelayan Abdul-Malik telah berhasil membukakan pintu-pintu-gerbang. Khalid dan pasukannya memasuki benteng.
Pasukan Bushro di dalamnya terkejut ketakutan dan berteriak, “Ampun! Ampun!.”

Tubuh mereka bergetar dan wajah mereka pucat.