SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Hadits-Hadits Maudhu’. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits-Hadits Maudhu’. Tampilkan semua postingan

2014/02/20

Hadits-Hadits Maudhu’


Banyak kitab yang menjelaskan Mushthalach, dan mengkaji Kanzul-Ummal yang besar, juga samadengan mengkaji Mushthalach:
Ali RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda ‘sungguh:
1.     Fatihatul-Kitab.
2.     Dua Ayat Ali Imran ({شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ} [آل عمران: 18، 19]).
3.     Qulillahumma Maalikal-Mulki hingga bighairi hisab ({ قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ} [آل عمران: 26، 27]), digantungkan di Arasy. Tidak ada hijab antara Surat dan Ayat-Ayat tersebut, dengan Allah.
Jika dibaca, Surat dan Ayat-Ayat tersebut berdoa ‘(ya Allah, Kau turunkan kami ke BumiMu? Dan pada orang yang maksiat padaMu?.
Allah azza wajalla berfirman ‘Aku bersumpah, tak seorangpun HambaKu, membaca kalian, setelah shalat, kecuali:
1.     Aku memberi Tempat Surga padanya, sesuai yang telah diamalkan.
2.     Dia Aku tempatkan di Hadziratul-Quds (Kawasan Suci yang terjaga di surga).
3.     Setiap hari, Aku memandang dia dengan MataKu Al-Maknunah (yang istimewa), 70 x.
4.     Setiap hari, keperluannya Aku wujudkan, lebih pastinya ampunan.
5.     Aku lindungi dan Aku tolong mengalahkan musuhnya’.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, di dalam Addhu’afa’. 
Dalam kitab Amalu Yaumin Walailah, juga diriwayatkan oleh Ibnus-Sunni. 
Dalam kitab Arbaiin, juga diriwayatkan oleh Abu Manshur Assahabi. 
Di dalam kitab Al-Maudhu’aat karya Ibnul-Jauzi, hadits ini juga dihadirkan.

Ibnul-Jauzi menjelaskan, “Perowi Hadits ini, bernama Al-Harits bin Umair, memufrodkan Hadits ini. Dia sering meriwayatkan Hadits-Hadits Dhaif, jauh dari Hadit-Hadits shahih.”

Ketika Al-Hafidz Abul-Fadhli Al-‘Iraqi, ditanya tentang Hadits ini. Menjawab, “Tokoh-tokoh isnadnya dinilai shahih oleh ahli Hadits zaman dulu. Dan tidak ada yang perlu diteliti, kecuali :
1.     Muhammad bin Zanbur Al-Makki.
2.     Al-Harits bin ‘Umair.
Dua tokoh ini dinilai shahih oleh sekelompok Imam Muhadditsiin. Orang pertama dinilai dha’if oleh Ibnu Khuzaimah. Hadits orang kedua dihadirkan oleh Ibnu Hajar, di dalam kitab Amali.

Ibnu Hajar menjelaskan, “Kami tidak menyaksikan para ahli Hadits awal, mencela Al-Harits (bin ‘Umair). Bahkan dia disanjung oleh alim yang lebih senior daripada dia, bernama Hammad bin Zaid. Bahkan dia dinilai shahih oleh Annaqad bin Muin dan Abu Hatim. Bahkan secara ta’liq (tidak ditulis isnadnya), Nasai dan para penulis kitab Assunnan, menulis Hadits dia. Di dalam kitab Addhu’afa’, Ibnu Hibban juga memuat Hadits dia, namun dengan nada merendahkan. Adapun perowi yang di atas dia, tidak perlu ditanyakan lagi. Karena sudah sangat agung.

Ibnu Hibban menjelaskan, “Dalam kitab Al-Maudhu’at, Ibnul-Jauzi menulis Hadits dia, dengan mengkritik. Mungkin karena Ibnul-Jauzi menganggap pahala amalan tersebut terlalu besar. Atau karena para perowinya cacat, seperti penjelasan di atas.” [1]



[1] كنز العمال (2/ 679)
5056- عن علي قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " إن فاتحة الكتاب وآية الكرسي والآيتين من آل عمران {شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ} و {قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ} إلى {وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ} معلقات بالعرش ما بينهن وبين الله حجاب، قلن تهبطنا إلى أرضك؟ وإلى من يعصيك؟ فقال الله عز وجل: حلفت لا يقرأكن أحد من عبادي دبر كل صلاة إلا جعلت الجنة مثواه على ما كان منه، وإلا أسكنته حظيرة القدس، وإلا نظرت إليه بعيني المكنونة كل يوم سبعين نظرة وإلا قضيت له كل يوم سبعين حاجة، أدناها المغفرة، وإلا عذته من كل عدو، ونصرته منه". "حب في الضعفاء وابن السني في عمل يوم وليلة وأبو منصور السحابي في الأربعين وأورده ابن الجوزي في الموضوعات وقال: تفرد به الحارث ابن عمير وكان يروي الموضوعات عن الأثبات، وسئل الحافظ أبو الفضل العراقي عن هذا الحديث؟ فقال رجال إسناده وثقهم المتقدمون، وتكلم في بعضهم المتأخرون، وليس فيه محل نظر إلا محمد بن زنبور المكي والحارث بن عمير، وكل منهما وثقه جماعة من الأئمة وضعف الأول ابن خزيمة، والثاني "حب ك" وأورده ابن حجر في أماليه، وقال: الحارث لم نر للمتقدمين فيه طعنا بل أثنى عليه حماد بن زيد وهو أكبر منه، ووثقه النقاد ابن معين، وأبو حاتم والنسائي وأخرج له "خ حب" تعليقا وأصحاب السنن، وذكره "حب" في الضعفاء فأفرط في توهينه، أما من فوقه فلا يسأل عن حالهم لجلالتهم، قال: وقد أفرط ابن الجوزي فذكر هذا الحديث في الموضوعات، ولعله استعظم ما فيه من الثواب وإلا فحال رواته كما ترى انتهى.