SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Kanzul-Ummal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanzul-Ummal. Tampilkan semua postingan

2015/08/20

Iblis Bermoncong





Cerita Islami: Doa Selamat dari Iblis

Dalam Hadits Addailami dijelaskan, “Sungguh Iblis bermoncong seperti anjing. Moncong diletakkan di hati anak Adam, untuk membisikkan:
1.     Syahwat.
2.     Kenikmatan.
3.     Angan-angan.
4.     Keraguan, agar bimbang (pada kebenaran). 
Bila seorang hamba berdoa:
‘Auudzu billaahis Samii’il ‘Aliimi minas Syaithoonir rojiiim. Wa a’uudzu billaahi an yahdhuruuni. Innallooha Huwas Samii’ul ‘Aliimu’.
(Arabiknya: أَعُوذُ بِاللهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطاَنِ الرَّجِيمِ وَأَعُوذُ بِاللهِ أَنْ يَحْضُرُونِ إِنَّ اللهَ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ.
Artinya: Saya berlindung pada Allah yang Maha Dengar Maha Alim, dari Syaitan yang dirajam. Saya berlindung pada Allah, jika mereka datang pada saya. Sungguh Allah Maha Dengar Maha Alim).
Maka Iblis membenamkan moncongnya dijauhkan dari hati anak Adam.” [1]


Ponpes Mulya Abadi Mulungan


1266 - "إن إبليس له خرطوم كخرطوم الكلب واضعه على قلب ابن آدم يذكره الشهوات واللذات ويأتيه بالأماني ويأتيه بالوسوسة على قلبه ليشككه في ربه، فإذا قال العبد أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرجيم وأعوذ بالله أن يحضرون إن الله هو السميع العليم خنس الخرطوم عن القلب". (الديلمي عن معاذ).

2015/05/15

Hindari Tewas Mengenaskan



Sebuah Riwayat menjelaskan, “Sodaqohlah! Selain berpahala; diselamatkan dari Tewas Mengenaskan, atau Musibah.”
Dalam Hadits Ibnu Asakir yang dinukil di dalam Kanzul-Ummal, Abu Hurairah RA meriwayatkan:
Dulu ada lelaki sebelum kalian, mendatangi sarang burung. Untuk mengambil dua anaknya. (Induknya menangis), melaporkan perbuatan dia, pada Allah azza wajalla.
Allah memberi Wahyu, “Jika mengulangi lagi, dia akan Aku siksa.”
Setelah telor burung berikutnya menetas, akan diambil lagi oleh lelaki, seperti yang lalu, dengan alat tangga.
Di ujung desa, lelaki ditemui untuk dimintai, oleh seorang.
Roti bekalnya diberikan pada orang yang minta, lalu dia mendatangi sarang burung. Tiang diletakkan lalu dipanjat, untuk mengambil dua anak burung, disaksikan oleh ayah dan induk burung.
Dua burung (menangis dan) berdoa, “Ya Robbi, sungguh Engkau telah berjanji akan merusak, jika dia mengulangi perbuatannya. Dia telah mengulangi, namun kenapa tidak Kau rusak?.”
Allah memberi Wahyu, “Apa kalian tidak tahu bahwa ‘Aku takkan merusak, ‘membuat mati mengenaskan’ pada orang yang di hari itu ‘sodaqoh ?’.” [1]



[1] كنز العمال (6/ 372)
16116- "كان فيمن كان قبلكم رجل يأتي وكر طائر إذا أفرخ فيأخذ فرخه فشكا ذلك الطير إلى الله عز وجل ما يصنع ذلك الرجل فأوحى الله إليه إن هو عاد فسأهلكه فلما أفرخ خرج ذلك الرجل كما كان يخرج وأسند سلما فلما كان في طرف القرية لقيه سائل فأعطاه رغيفا من زاده ومضى حتى أتى ذلك الوكر فوضع سلمه ثم صعد فأخذ الفرخين وأبواهما ينظران فقالا: يا رب إنك وعدتنا أن تهلكه إن عاد وقد عاد فأخذهما ولم تهلكه، فأوحى الله إليهما أو لم تعلما أني لا أهلك أحدا تصدق في يومه بصدقة ذلك اليوم بميتة سوء". "ابن عساكر عن أبي هريرة".

2015/05/13

Sodaqoh Tolak Balak


Dalam Kitab Kanzul-Ummal dijelaskan, “Abu Hurairah RA meriwayatkan ‘sungguh sekelompok kaum berjalan berpapasan Isa bin Maryam AS’. 
Isa bersabda ‘in syaa Allah, di hari ini, seorang mereka akan meninggal dunia’.
Mereka meneruskan perjalanan. Sorenya mereka lewat lagi, membawa kayu bakar, berpapasan Isa AS, yang perintah ‘letakkan kayu kalian!’ Pada lelaki yang dituding ‘akan meninggal dunia’, dia bersabda, ‘lepas! Tali pengikat kayumu!’
Ternyata ada ular hitam keluar dari celah kayu-kayunya.
(Dengan heran) dia bertanya ‘apa yang telah kau amalkan, di hari ini?’.
Dia perintah ‘coba diingat-ingat!’.




Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi


[1] كنز العمال (6/ 371)
16115- "إن نفرا مروا على عيسى بن مريم فقال: يموت أحد هؤلاء اليوم إن شاء الله فمضوا، ثم رجعوا عليه بالعشي ومعهم حزم الحطب فقال: ضعوا فقال للذي قال يموت اليوم: حل حطبك فحل، فإذا فيها حية سوداء فقال: ما عملت اليوم؟ قال: ما عملت شيئا، قال: انظر ما عملت، قال: ما عملت شيئا إلا أنه كان معي في يدي فلقة من خبز فمر بي مسكين فسألني فأعطيته بعضها، فقال: بها دفع عنك". "هب عن أبي هريرة".

2015/05/10

Cerita Islami : Jin Bernama Hammah






Dalam kitab Kanzul-Ummal penjelasan Umar RA ditulis, “Suatu hari kami duduk bersama nabi SAW, di gunung Tihamah. Tiba-tiba seorang kekek tua bertongkat, datang. Salam dia dijawab oleh nabi SAW.
Nabi bersabda ‘ini naghomah (suara kawanan lebah) dan suara jin. Siapa kau?’.
Dia menjawab ‘saya Hammah bin Al-Haim, bin Laqis bin Iblis’.
Nabi bertanya ‘berarti antara kau dan Iblis, dua generasi?’.
Dia menjawab ‘betul’.
Nabi SAW bertanya ‘berarti berapa umurmu?’.
Dia menjawab ‘saya hidup hampir selama dunia dihuni oleh manusia’.
Nabi bertanya ‘logikanya bagaimana?’.
Dia menjawab ‘di malam Qobil membunuh Habil; saya kanak-kanak, umur beberapa tahun. Saat itu saya sudah bisa memahami pembicaraan, dan bermain di sejumlah perbukitan. Saya perintah agar makanan dirusak dan hubungan famili dipisahkan (diadu)’.
Nabi bersabda ‘sejelek-jelek kelakuan syaitan yang menjelma orang tua, dan menjelma pemuda yang suka dicela’.
Dia berkata’ biarkan saya sering kemari. Sungguh saya bertobat pada Allah azza wajalla. Saya dulu pernah bersama Nabi Nuh AS di dalam Masjidnya, bersama kaumnya yang beriman. Dia saya cela karena telah mendoakan jelek atas kaumnya. Hingga dia dan saya menangis. Dia berkata ‘saya telah menyesal. Saya berlidung pada Allah agar tidak tergolong kaum Bodoh’.
Saya berkata:
Ya Nuh, saya dulu bergabung dalam membunuh orang beruntung, Habil bin Adam. Apakah tobat saya bisa diterima oleh Tuhanmu?’.
Nuh AS berkata ‘hai Hammah, berniat dan lakukan kebaikan! Sebelum nestapa dan menyesal! Saya telah membaca Wahyu yang diturunkan oleh Allah azza wajalla pada saya:
Tiada hamba yang dosanya sampai puncak, bertobat pada Allah, kecuali Allah menerima tobatnya. Berdirilah untuk wudhu dan sholat dua rakaat!’.
Maka saya melaksanakan perintahnya. Allah menyeru saya:
‘Angkatlah kepalamu! Tobatmu dari langit telah diterima!’
Maka saya merebah untuk bersujud, selama setahun.
Saya juga pernah bersama Hud AS di Masjidnya, bersama kaumnya yang beriman. Saya mencela terus-menerus, karena pernah mendoakan jelek atas kaumnya. Hingga dia dan saya menangis. Dia berkata, ‘saya telah menyesali perbuatan itu. Dan berlindung pada Allah agar tidak tergolong kaum Bodoh’.
Saya juga pernah bersama Sholih AS, di Masjidnya, bersama kaumnya yang beriman. Saya mencela dia terus, karena pernah mendoakan jelek atas kaumnya. Hingga dia dan saya menangis.
Saya juga pernah berkunjung pada Yaqub AS. Juga pernah mendampingi hingga diberi kedudukan penting oleh Yusuf AS. Juga sering menemani Ilyas AS di beberapa jurang. Sekarang ini saya bertemu dia. Saya juga pernah bertemu dan diajar sebagaian kitab Taurat, oleh Musa AS. Dan dipesan ‘jika kau bertemu Isa bin Maryam, sampaikan salam saya padanya!’.
Setelah bertemu, saya menyampaikan salam Musa padanya AS. Dia berpesan ‘kalau kau bertemu Muhammad, sampaikan salam saya padanya!’.
Dua mata Rasulillah SAW berlinang airmatanya, dan menangis. Lalu bersabda ‘semoga Salam atas Isa AS, selama dunia belum Kiamat, begitu pula pada kau Hammah, yang telah menyampaikan titipan salam pada saya’.
Dia berkata ‘ya Rasulallah, perlakukan saya, seperti Musa AS memperlakukan saya. Dia telah mengajarkan sebagaian kitab Taurat pada saya’.
Nabi SAW mengajarkan padanya:
1.     Surat Al-Mursalat.
2.     Surat Annaba.
3.     Surat Attakwir.
4.     Al-Falaq.
5.     Annas.
6.     Al-Ikhlash.
Lalu bersabda ‘laporkan keperluanmu pada kami! Seringlah datang kemari!’.”

Umar bin Al-Khatthab RA berkata, “Rasulullah SAW telah wafat, namun belum pernah ‘memberitakan kematian’ Hammah, pada kami. Kami tidak tahu dia masih hidup, atau telah wafat.” [1]


Semoga Cerita Islami berikutnya “Paling bermanfaat.”



[1] كنز العمال (6/ 164)
15229- عن عمر قال: "بينما نحن قعود مع النبي صلى الله عليه وسلم على جبال من جبال تهامة إذ أقبل شيخ بيده عصا فسلم على النبي صلى الله عليه وسلم فرد عليه السلام، ثم قال: نغمة جن وغنتهم من أنت؟ قال: أنا هامة بن الهيم بن لاقيس بن إبليس، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: فما بينك وبين إبليس إلا أبوان؟ قال: نعم. قال: ـ فكم أتى عليك من الدهر قال: قد أفنيت الدنيا عمرها إلا قليلا، قال: ما علم ذلك، قال: ليالي قتل قابيل هابيل كنت غلاما ابن أعوام أفهم الكلام وأمر بالآكام ، وآمر بإفساد الطعام وقطيعة الأرحام، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: بئس عمل الشيطان المتوسم والشاب المتلوم. قال: ذرني من الترداد إني تائب إلى الله عز وجل، إني كنت مع نوح في مسجده مع من آمن به من قومه، فلم أزل أعاتبه على دعوته على قومه حتى بكى عليهم وأبكاني، وقال لا جرم إني على ذلك من النادمين، وأعوذ بالله أن أكون من الجاهلين، قلت يا نوح إني ممن أشرك في دم السعيد هابيل بن آدم فهل تجد لي عند ربك توبة؟ قال: يا هام هم بالخير وافعله قبل الحسرة والندامة إني قرأت في ما أنزل الله عز وجل علي أنه ليس من عبد تاب إلى الله عز وجل بالغا ذنبه ما بلغ إلا تاب الله عليه، قم فتوضأ واسجد لله سجدتين، ففعلت من ساعتي ما أمرني به، فناداني ارفع رأسك فقد نزلت توبتك من السماء فخررت لله ساجدا حولا، وكنت مع هود في مسجده مع من آمن من قومه، فلم أزل أعاتبه على دعوته على قومه حتى بكى عليهم وأبكاني فقال: لا جرم إني على ذلك من النادمين، وأعوذ بالله أن أكون من الجاهلين، وكنت مع صالح في مسجده مع من آمن به من قومه فلم أزل أعاتبه على قومه حتى بكى عليهم وأبكاني وكنت زوارا ليعقوب، وكنت من يوسف بالمكان المكين، وكنت آلف إلياس في الأودية وأنا ألقاه الآن، وإني لقيت موسى بن عمران فعلمني من التوراة وقال: إن لقيت عيسى ابن مريم فأقرئه مني السلام، وإني لقيت عيسى ابن مريم فأقرأته من موسى السلام، وإن عيسى قال لي: إن لقيت محمدا فأقرئه مني السلام فأرسل رسول الله صلى الله صلى الله عليه وسلم عينيه فبكى، ثم قال: وعلى عيسى السلام ما دامت الدنيا وعليك يا هامة بأدائك الأمانة قال: يا رسول الله افعل بي ما فعل موسى بن عمران فإنه علمني من التوراة فعلمه رسول الله صلى الله عليه وسلم {إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ} و {وَالْمُرْسَلاتِ} و {عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ} و {إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ} و {المعوذتين} و {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ} وقال: ارفع إلينا حاجتك يا هامة ولا تدع زيارتنا، قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه: فقبض رسول الله صلى الله عليه وسلم ولم ينعه إلينا فلسنا ندري أحي أم ميت". "عق وأبو العباس اليشكري في اليشكريات وأبو نعيم ق معا في الدلائل والمستغفري في الصحابة وإسحاق بن إبراهيم المنجنيقي من طرق وطريق ق أقواها وطريق عق أوهاها وأورده ابن الجوزي في الموضوعات من طريق عق فلم يصب وله شواهد من حديث أنس وابن عباس وغيرهما تأتي في محالها وقد بسطت الكلام عليه في اللآلي المصنوعة"..

2014/02/20

Hadits-Hadits Maudhu’


Banyak kitab yang menjelaskan Mushthalach, dan mengkaji Kanzul-Ummal yang besar, juga samadengan mengkaji Mushthalach:
Ali RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda ‘sungguh:
1.     Fatihatul-Kitab.
2.     Dua Ayat Ali Imran ({شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ} [آل عمران: 18، 19]).
3.     Qulillahumma Maalikal-Mulki hingga bighairi hisab ({ قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ} [آل عمران: 26، 27]), digantungkan di Arasy. Tidak ada hijab antara Surat dan Ayat-Ayat tersebut, dengan Allah.
Jika dibaca, Surat dan Ayat-Ayat tersebut berdoa ‘(ya Allah, Kau turunkan kami ke BumiMu? Dan pada orang yang maksiat padaMu?.
Allah azza wajalla berfirman ‘Aku bersumpah, tak seorangpun HambaKu, membaca kalian, setelah shalat, kecuali:
1.     Aku memberi Tempat Surga padanya, sesuai yang telah diamalkan.
2.     Dia Aku tempatkan di Hadziratul-Quds (Kawasan Suci yang terjaga di surga).
3.     Setiap hari, Aku memandang dia dengan MataKu Al-Maknunah (yang istimewa), 70 x.
4.     Setiap hari, keperluannya Aku wujudkan, lebih pastinya ampunan.
5.     Aku lindungi dan Aku tolong mengalahkan musuhnya’.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, di dalam Addhu’afa’. 
Dalam kitab Amalu Yaumin Walailah, juga diriwayatkan oleh Ibnus-Sunni. 
Dalam kitab Arbaiin, juga diriwayatkan oleh Abu Manshur Assahabi. 
Di dalam kitab Al-Maudhu’aat karya Ibnul-Jauzi, hadits ini juga dihadirkan.

Ibnul-Jauzi menjelaskan, “Perowi Hadits ini, bernama Al-Harits bin Umair, memufrodkan Hadits ini. Dia sering meriwayatkan Hadits-Hadits Dhaif, jauh dari Hadit-Hadits shahih.”

Ketika Al-Hafidz Abul-Fadhli Al-‘Iraqi, ditanya tentang Hadits ini. Menjawab, “Tokoh-tokoh isnadnya dinilai shahih oleh ahli Hadits zaman dulu. Dan tidak ada yang perlu diteliti, kecuali :
1.     Muhammad bin Zanbur Al-Makki.
2.     Al-Harits bin ‘Umair.
Dua tokoh ini dinilai shahih oleh sekelompok Imam Muhadditsiin. Orang pertama dinilai dha’if oleh Ibnu Khuzaimah. Hadits orang kedua dihadirkan oleh Ibnu Hajar, di dalam kitab Amali.

Ibnu Hajar menjelaskan, “Kami tidak menyaksikan para ahli Hadits awal, mencela Al-Harits (bin ‘Umair). Bahkan dia disanjung oleh alim yang lebih senior daripada dia, bernama Hammad bin Zaid. Bahkan dia dinilai shahih oleh Annaqad bin Muin dan Abu Hatim. Bahkan secara ta’liq (tidak ditulis isnadnya), Nasai dan para penulis kitab Assunnan, menulis Hadits dia. Di dalam kitab Addhu’afa’, Ibnu Hibban juga memuat Hadits dia, namun dengan nada merendahkan. Adapun perowi yang di atas dia, tidak perlu ditanyakan lagi. Karena sudah sangat agung.

Ibnu Hibban menjelaskan, “Dalam kitab Al-Maudhu’at, Ibnul-Jauzi menulis Hadits dia, dengan mengkritik. Mungkin karena Ibnul-Jauzi menganggap pahala amalan tersebut terlalu besar. Atau karena para perowinya cacat, seperti penjelasan di atas.” [1]



[1] كنز العمال (2/ 679)
5056- عن علي قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " إن فاتحة الكتاب وآية الكرسي والآيتين من آل عمران {شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ} و {قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ} إلى {وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ} معلقات بالعرش ما بينهن وبين الله حجاب، قلن تهبطنا إلى أرضك؟ وإلى من يعصيك؟ فقال الله عز وجل: حلفت لا يقرأكن أحد من عبادي دبر كل صلاة إلا جعلت الجنة مثواه على ما كان منه، وإلا أسكنته حظيرة القدس، وإلا نظرت إليه بعيني المكنونة كل يوم سبعين نظرة وإلا قضيت له كل يوم سبعين حاجة، أدناها المغفرة، وإلا عذته من كل عدو، ونصرته منه". "حب في الضعفاء وابن السني في عمل يوم وليلة وأبو منصور السحابي في الأربعين وأورده ابن الجوزي في الموضوعات وقال: تفرد به الحارث ابن عمير وكان يروي الموضوعات عن الأثبات، وسئل الحافظ أبو الفضل العراقي عن هذا الحديث؟ فقال رجال إسناده وثقهم المتقدمون، وتكلم في بعضهم المتأخرون، وليس فيه محل نظر إلا محمد بن زنبور المكي والحارث بن عمير، وكل منهما وثقه جماعة من الأئمة وضعف الأول ابن خزيمة، والثاني "حب ك" وأورده ابن حجر في أماليه، وقال: الحارث لم نر للمتقدمين فيه طعنا بل أثنى عليه حماد بن زيد وهو أكبر منه، ووثقه النقاد ابن معين، وأبو حاتم والنسائي وأخرج له "خ حب" تعليقا وأصحاب السنن، وذكره "حب" في الضعفاء فأفرط في توهينه، أما من فوقه فلا يسأل عن حالهم لجلالتهم، قال: وقد أفرط ابن الجوزي فذكر هذا الحديث في الموضوعات، ولعله استعظم ما فيه من الثواب وإلا فحال رواته كما ترى انتهى.