SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Al-Baqarah 30 – 32. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Baqarah 30 – 32. Tampilkan semua postingan

2013/01/02

Kajian Al-Qur’an




وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ (30) وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (31) قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (32).

Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman pada para malaikat, “Sungguh Aku (akan) menjadikan Khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Masyak di dalam bumi, Engkau akan mencipta orang yang membuat kerusakan di dalamnya? Padahal kami bertasbih dengan PujianMu dan mengkuduskan padaMu?.” Dia berfirman, “Sungguh Aku tahu yang tidak kalian ketahui.” (30).

Dia (Taala) mengajarkan nama-nama semua (benda) pada Adam (AS). Lalu menunjukkan itu semua, pada para malaikat. Untuk berfirman, “Ceritakan padaKu! Nama-nama ini semua! Jika kalian benar!.” (31). 

Mereka berkata, “Maha Suci Engkau! Mutlak tiada ilmu kami miliki, kecuali yang telah Kau ajarkan pada kami! Sungguh Engkau Maha Alim Maha Kaya Hikmah.” (32).

Rujukan yang lebih diutamakan oleh KH Nurhasan, ‘Ibnu Katsir’. Di dalamnya dijelaskan mengenai ‘pertanyaan para malaikat’ pada Allah: تفسير ابن كثير (1 / 216):

قَالَ قَتَادَةُ: وَقَدْ تَقَدَّمَ إِلَيْهِمْ أَنَّهُمْ يُفْسِدُونَ فِيهَا فَقَالُوا: {أَتَجْعَلُ فِيهَا} الْآيَةَ] وَإِنَّمَا هُوَ سُؤَالُ اسْتِعْلَامٍ وَاسْتِكْشَافٍ عَنِ الْحِكْمَةِ فِي ذَلِكَ، يَقُولُونَ: يَا رَبَّنَا، مَا الْحِكْمَةُ فِي خَلْقِ هَؤُلَاءِ مَعَ أَنَّ مِنْهُمْ مَنْ يُفْسِدُ فِي الْأَرْضِ وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ، فَإِنْ كَانَ الْمُرَادُ عِبَادَتُكَ، فَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ، أَيْ: نُصَلِّي لَكَ.
Artinya:
Qatadah berkata, “Berita ‘sungguh manusia nanti akan membuat kerusakan di bumi’ telah sampai pada para malaikat. Maka mereka bertanya, “Masyak di dalam bumi, Engkau akan mencipta (orang yang membuat kerusakan di dalamnya? Padahal kami bertasbih dengan PujianMu dan mengkuduskan padaMu)?.”
Sungguh sebetulnya pertanyaan ini, sebagai kajian dan permohonan, agar disingkapkan rahasia hikmah di dalam penciptaan itu. Mereka berkata, “Tuhan kami! Apa kihmah dalam ciptaan mereka? Padahal di antara mereka nanti akan ada yang membuat kerusakan dan menumpahkan darah? Jika yang dimaksud agar (mereka) beribadah! Kami bertasbih dengan PujianMu dan mengkuduskan padaMu? Maksudnya ‘kami sholat padaMu?.”  

Kesimpulan: Apa saja yang dikehendaki oleh Allah, pasti ada hikmahnya. Oleh karena itu jangan mudah susah atau marah. Pujilah Allah dalam segala keadaan. Dan serahkan sepenuhnya diri kalian pada Allah! Dengan diiringi ucapan, “حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ.” Berusahalah dengan yakin ‘Allah yang Maha Alim Maha Kaya Hikmah’ akan membereskan usaha kita.
Yang dimaksud ‘Allah mengetahui’ yang tidak diketahui oleh para malaikat, ‘Ibnu Katsir menjelaskan’:

إِنِّي أَعْلَمُ مِنَ الْمَصْلَحَةِ الرَّاجِحَةِ فِي خَلْقِ هَذَا الصِّنْفِ عَلَى الْمَفَاسِدِ الَّتِي ذَكَّرْتُمُوهَا مَا لَا تَعْلَمُونَ أَنْتُمْ؛ فَإِنِّي سَأَجْعَلُ فِيهِمُ الْأَنْبِيَاءَ، وَأُرْسِلُ فِيهِمُ الرُّسُلَ، وَيُوجَدُ فِيهِمُ الصِّدِّيقُونَ وَالشُّهَدَاءُ، وَالصَّالِحُونَ وَالْعُبَّادُ، وَالزُّهَّادُ وَالْأَوْلِيَاءُ، وَالْأَبْرَارُ وَالْمُقَرَّبُونَ، وَالْعُلَمَاءُ الْعَامِلُونَ وَالْخَاشِعُونَ، وَالْمُحِبُّونَ لَهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى الْمُتَّبِعُونَ رُسُلَهُ، صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِمْ.

Artinya:
Sungguh Aku (Allah) tahu Bobot Kemaslahatan mengenai ciptaan ini, yang mengalahkan kerusakan yang kalian jelaskan dengan tidak tahu. Aku akan menjadikan Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul di kalangan mereka. Di kalangan mereka nantinya akan ada Shiddiqqiin, Syuhadak, kaum Sholih, para Ahli Ibadah, kaum Zuhud, para Wali, orang-orang baik, kaum yang dekat Allah, para Ulama, kaum yang rajin beramal sholih, kaum Khusuk, kaum Cinta Allah Tabaraka wa Taala, kaum yang mengikuti Rasul-RasulNya SAW.


Ponpes Mulya Abadi Mulungan