SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren Kutubussittah Ponpes Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren Kutubussittah Ponpes Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia. Tampilkan semua postingan

2017/01/23

Lima Tokoh Yahudi Khaibar


Image result for Khaibar


أَفْضَى كُلّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا إلَى صَاحِبِهِ وَبَدَرَ مَرْحَبٌ مُحَمّدًا ، فَيَرْفَعُ السّيْفَ لِيَضْرِبَهُ فَاتّقَاهُ مُحَمّدٌ بِالدّرَقَةِ فَلَحِجَ سَيْفَهُ وَعَلَى مَرْحَبٍ دِرْعٌ مُشَمّرَةٌ فَيَضْرِبُ مُحَمّدٌ سَاقَيْ مَرْحَبٍ فَقَطَعَهُمَا . وَيُقَالُ لَمّا اتّقَى مُحَمّدٌ بِالدّرَقَةِ وَشَمّرَتْ الدّرْعُ عَنْ سَاقَيْ مَرْحَبٍ حِينَ رَفَعَ يَدَيْهِ بِالسّيْفِ فَطَأْطَأَ مُحَمّدٌ بِالسّيْفِ فَقَطَعَ رِجْلَيْهِ وَوَقَعَ مَرْحَبٌ ، فَقَالَ مَرْحَبٌ : أَجْهِزْ يَا مُحَمّدُ قَالَ مُحَمّدٌ ذُقْ الْمَوْتَ كَمَا ذَاقَهُ أَخِي مَحْمُودٌ وَجَاوَزَهُ وَمَرّ بِهِ عَلِيّ فَضَرَبَ عُنُقَهُ وَأَخَذَ سَلَبَهُ فَاخْتَصَمَا إلَى رَسُولِ اللّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ فِي سَلَبِهِ فَقَالَ مُحَمّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ يَا رَسُولَ اللّهِ وَاَللّهِ مَا قَطَعْت رِجْلَيْهِ ثُمّ تَرَكْته إلّا لِيَذُوقَ مُرّ السّلَاحِ وَشِدّةِ الْمَوْتِ كَمَا ذَاقَ أَخِي ، مَكَثَ ثَلَاثًا يَمُوتُ وَمَا مَنَعَنِي مِنْ الْإِجْهَازِ عَلَيْهِ شَيْءٌ قَدْ كُنْت قَادِرًا بَعْدَ أَنْ قَطَعْت رِجْلَيْهِ أَنْ أَجْهَزَ عَلَيْهِ . فَقَالَ عَلِيّ عَلَيْهِ السّلَامُ صَدَقَ ضَرَبْت عُنُقَهُ بَعْدَ أَنْ قَطَعَ رِجْلَيْهِ . فَأَعْطَى رَسُولُ اللّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ مُحَمّدَ بْنَ مَسْلَمَةَ سَيْفَهُ وَدِرْعَهُ وَمِغْفَرَهُ وَبَيْضَتَهُ فَكَانَ عِنْدَ آلِ مُحَمّدِ بْنِ مَسْلَمَةَ سَيْفُهُ فِيهِ كِتَابٌ لَا يُدْرَى مَا هُوَ حَتّى قَرَأَهُ يَهُودِيّ مِنْ يَهُودِ تَيْمَاءَ فَإِذَا فِيهِ هَذَا سَيْفُ مَرْحَبْ مَنْ يَذُقْهُ يَعْطَبْ

Artinya : Yang satu mendekati lainnya. Namun Marchab mendahului menyerang Muhammad dengan pedang. Pedang Marchab tergigit perisai Muhammad yang ditangkiskan. Kain penutup betis Marchab tersingkap; Muhammad memukulkan pedang secepat-cepatnya ke arah bawah, hingga dua betis Marchab patah menyemburkan darah. Ada yang memberitakan ‘di saat Muhammad menangkis pedang dengan perisainya; kain Marchab tersingkap. Dua betisnya tampak di saat Marchab memukulkan pedang ke arah Muhammad yang menunduk sambil mengayunkan pedang sekuat tenaga, hingga mematahkan dua kakinya. Marchab roboh lalu berkata, “Bunuhlah saya! hai Muhammad” Muhammad menjawab, “Rasakan kematian, sebagaimana Machmud sudaraku merasakan.” Akhirnya Muhammad meninggalkan dia. Namun Ali yang menjumpanya, membunuh dan memotong leher, dan merampas lucutan Marchab. Akhirnya Ali RA dan Muhammad, minta pengadilan Rasulallah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ. Muhammad berkata, “Ya Rasulallah, dia saya patahkan dua kakinya lalu kutinggalkan, agar merasakan pedihnya pedang dan beratnya sakarat, sebagaimana saudaraku telah merasakan. Dia telah saya biarkan sakarat tiga hari, meskipun sebetulnya saya mampu membunuh dia, setelah dua kakinya kupotong.” Ali عَلَيْهِ السّلَامُ berkata, “Dia benar, saya membunuh setelah dua kakinya dia patahkan.” Rasulallah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ memberikan pedang, baju-perang, topi-perang dan rumbai-topi-perang Marchab, pada Muhammad. Pedang tersebut dirumat di keluarga Muhammad bin Maslamah. Ditulisi dengan huruf yang tak bisa dibaca. Namun akhirnya ada seorang Yahudi Taimak yang bisa membaca, “Ini pedang Marchab. Barang siapa tertebas, tewas.”

Peperangan tersebut sangat seru dan menegangkan. Kaum Yahudi bertahan mati-matian karena berada di kandang yang paling mereka andalkan. Muslimiin berjuang mati-matian karena yakin bahwa pasti akan menang. Banyak yang luka, banyak pula yang gugur. Banyak yang ketakutan, banyak pula yang justru keberaniannya melonjak dan berkobar. Banyak yang menangis, banyak pula yang puas setelah merobohkan dan membunuh musuh. Banyak darah tumpah, banyak pula yang rasa kasihan dan cintanya terhadap sesama teman dan saudara, justru menjadi sempurna. Saat itu telah banyak kaum Yahudi yang menjadi korban keganasan perang. Tinggal tokoh-tokoh besar mereka yang masih berperang dengan garang. Banyak yang melaporkan, “Setelah Muhammad membunuh Marchab, Usair lelaki Yahudi kuat pendek, datang menantang ‘siapa berani melawanku? dengan suara keras. Muhammad mendekat. Mereka berdua bergerak cepat, saling memukulkan pedang. Namun tak lama kemudian, Usair tewas oleh tusukan pedang Muhammad. Tak lama kemudin, Yasir datang untuk menyerang Muhammad. Dia termasuk orang mereka paling kejam. Sebelum itu, dia memburu Muslimiin dengan tombaknya.
Ketika Ali bergerak menghadapi; Az-Zubair berkata, “Saya bersumpah jangan kau biarkan dia lepas.”
Ali melaksanakan perintah Az-Zubair, yakni melawan Yasir.
Sabda Nabi SAW, “لِكُلّ نَبِيّ حَوَارِيّ وَحَوَارِيّ الزّبَيْرُ وَابْنُ عَمّتِي – Setiap Nabi AS, memilikiHawari (pembela setia), dan Hawari-ku Az-Zubair, anak bibiku,” disabdakan, setelah Az-Zubair membunuh Yasir yang tertahan oleh amukan Ali RA. Setelah Marchab dan Yasir, dua tokoh Yahudi tewas terbunuh, Nabi bersabda “Berbahagialah, Khaibar telah menjadi lebar dan urusannya lancar.”
Kebetulan Marchab yang tewas, artinya dilebarkan; Yasir yang tewas, artinyalancar. 
Lelaki Yahudi tinggi besar bernama Amir, muncul. Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ bertanya, “Apakah kira-kira tingginya ada limadzirak?.”
Satu dzirak: panjang mulai ujung jari tengah hingga ujung siku. Amir berbaju perang, menantang, “Siapa berani melawanku?,” sambil mengangkat-angkat pedangnya.
Beberapa orang menjauhi lelaki yang lihai berperang tersebut. Namun Ali justru mendekatinya. Berkali-kali pedang Ali memukul; namun dia tetap tegak berdiri. Akhirnya roboh karena dua betisnya patah menyemburkan darah, oleh pedang Ali. Sambaran pedang Ali beraksi, setelah dia roboh ke tanah, menghantarkan dia ke alam baka. Tak lama kemudian, pedangnya diambil oleh Ali. Dengan tewasnya tokoh-tokoh besar mereka:
1.     Charits.
2.     Marchab.
3.     Usair.
4.     Yasir.
5.     Dan Amir. Maka berakhirlah Perang Khaibar, karena mereka tokoh andalan kaum Yahudi.   

Ponpes Mulya Abadi Mulungan

2016/05/29

Istri-Istri Rasulullah SAW




Image result for ‫ازواج النبي محمد‬‎



Di bawah ini saya terjemahkan mengenai, “Istri-Istri Rasulillah SAW.” Karena ada teman kita yang membaca tulisan yang banyak salah. Tapi mungkin niatnya benar dan baik, agar kaum Lelaki tidak salah pandang, mengenai Poligami. Nabi SAW berpoligami bukan semata-mata untuk mengumbar nafsu birahi, tetapi berniat suci, karena Beliau orang suci.

Sungguh jarang, orang menerangkan, “Umur Ibu Kaum Iman (Ummul-Mukminiin / istri-istri Rasulillah SAW) ketika dinikah (oleh Rasulillah SAW).” Dengan membaca beberapa kitab Tarikh, maka kita tahu umur ketika mereka dinikah. Namun perselisihan mengenai itu, tak mungkin dihindari.
Sungguh Khadijah binti Khuwailid dinikah oleh Nabi SAW, dalam umur 40 tahun, sebagaimana penjelasan kebanyakan ahli sejarah. Hanya, Baihaqi dan Al-Hakim menjelaskan, “Khadijah berumur 35 tahun.”
Di dalam kitab Assiyarah, Ibnu Katsir menjelaskan:
“Azzuhri berkata ‘ketika menikahi Khadijah, umur Rasulillah SAW 21 tahun’.
Ada yang berkata ’25 tahun’.
Ada yang berkata ‘(pernikahan dilakukan) pada zaman Kabah dibangun ulang’.”
Al-Waqidi (ahli Hadits dan ahli sejarah Islam) berkata, “Saat itu, Khadijah berumur 45 tahun.”
Ahli sejarah lainnya berkata, “Saat itu umur Nabi SAW 35 tahun.” Hakim bin Hizam (sahabat Nabi) berkata, “Ketika menikahi Khadijah, umur Rasulillah SAW 25 tahun. Umur Khadijah 40 tahun.” Dari Ibnu Abbas, “Umur Khadijah 28 tahun.”

Lalu Nabi SAW menikahi Saudah binti Zamah yang berumur 66 tahun, sebagaiaman penjelasan Abu Zahroh di dalam kitabnya, Khaatimu Annabiyyiin :
Setelah itu sebelum hijrah, Nabi SAW menikahi Saudah binti Zamah yang berumur sepadan Khadijah RA, yakni 66 tahun.

Lalu Nabi SAW menikahi Aisyah bintu Abi Bakr RA yang berumur 6 tahun. Beliau berkumpul serumah setelah Aisyah berumur 9 tahun,  bulan Syawal, awal Nabi hijrah di Madinah.

Lalu Nabi SAW menikahi Hafshah bintu Umar RA yang berumur 21 tahun, pada tahun 2 Hijriah. Sejumlah ahli sejarah menjelaskan, “Hafshah wafat pada tahun 45 Hijriah, dalam umur 63 tahun.”
Di dalam kitabnya, Assiiratu Annabawiyyah waddawatu fil ahdi al-madani (السيرة النبوية والدعوة في العهد المدني), Ahmad Ghalus berkata :
“Beliau menikahi Hafshah RA, tahun 3 Hijriah. Hafshah wafat tahun 45 Hijriah, dalam umur 63 tahun, di zaman kekhalifahan Muawiyah. Jenazah disolati oleh Marwan bin Al-Hakam, dimakamkan di Baqi.”

Lalu Nabi SAW menikahi Zainab bintu Khuzaimah yang berumur 30 tahun, sebagaimana penjelasan Ghalus, di dalam kitabnya, Assiiratu Annabawiyyah waddawatu fil ahdi al-madani :
“Nabi SAW serumah dengan dengan beliu di bulan Ramadhan tahun 4 Hijriah. Beliau wafat 8 bulan setelah dinikah oleh Rasulillah SAW, dalam umur 30 tahun, dan dikubur di Baqi. Istri Rasulillah yang wafat di masa hayatnya SAW, Zainab bintu Khuzaimah dan Khadijah RA.”

Lalu Nabi SAW menikahi Ummu Salamah (Hindun bintu Abi Umayah bin Al-Mughirah), yang dinikah pada bulan Syawal tahun 4 Hijriah, dalam umur 27 tahun.
Ummu Salamah wafat pada zaman kekhalifahan Yazid bin Muawiyah, tahun 61 Hijriah. Berita ini shohih. Yazid menjadi Khalifah tahun 60 Hijriah, setelah Ummu Salamah mendengar berita, “Husain Bin Ali RA Dibunuh.” Berita yang benar, “Umur Ummu Salamah 84 tahun.”

Lalu Nabi SAW menikahi Zainab bintu Jahsy yang berumur 38 tahun, sebagaimana penjelasan dalam Tarikh Atthobari :
Rasulullah SAW menikahi Zainab bintu Jahsy, tanggal 1 Dzul-Qadah tahun 5 Hijriah. Guru kami Umar bin Utsman Al-Jahsyi murid Ibrahim bin Abdullah bin Muhammad murid ayahnya yang pernah bertanya, “Ketika Zainab ibnatu Jahsy wafat dalam umur berapa ?" pada Ummu Ukasyah bin Mihshan yang menjawab ‘kami datang ke Madinah untuk hijrah, saat itu Zainab berumur sekitar 33 hingga 39 tahun. Dan wafat pada tahun 20 Hijriah’.
Umar bin Utsman berkata, “Ayah saya berkata ‘Zainab bintu Jahsy wafat berumur 53 tahun.”
Di dalam kitabnya, Assiratu Annabawiyyah Ardha Waqaai’i watahliila Ahdaats (السيرة النبوية عرض وقائع وتحليل أحداث), Asshalabi berkata, “Yang mashur, Nabi SAW menikahi Zainab, tahun 5 Hijriah. Dan wafat pada tahun 20 Hijriah, dalam umur 53 tahun.”

Lalu Nabi SAW menikahi Juwairiah bintu Al-Harits yang berumur 15 tahun, tahun 6 Hijriah. Juwairiah wafat pada tahun 56 Hijriah, dalam umur mendekati 65 tahun, sebagaiman penjelasan Ibnu Hibban, “Juwairiyah wafat di Madinah tahun 56 Hijriah. Dishalatkan oleh Wali (Penguasa) Madinah bernama Marwan bin Hakam. Dimakamkan di Baqi, berumur 65 tahun” di dalam Assiiratu Annabawiyah wa Akhbaarul-Khulafaa ( السيرة النبوية وأخبار الخلفاء).

Lalu Nabi SAW menikahi Ummu Habibah (Ramlah bintu Abi Sufyan bin Shakhr) yang berumur 42 tahun. Namun ada yang menjelaskan, “Dia dilahirkan 35 tahun sebelum Hijriah.” 

Lalu Nabi SAW menikahi Shafiyyah bintu Huyay bin Akhthab (putri) raja Bani Nadhir, yang umurnya belum mencapai 17 tahun, sebagaimana penjelasan Ibnu Sayyidi Annaas, di dalam Uyunul-Akhbar.

Lalu Nabi SAW menikahi Maimunah bintul Harits, di bulan Syawal, tahun 7 Hijriah, ketika Umrah Qadha telah selesai. Di daerah Sarif, Nabi setenda dengan beliau RA (menikahnya juga( di situ. Ketika itu umur beliau RA 26 atau 27 tahun. Dan meninggal pada tahun 61 Hijriah, di masa kekhalifahan Yazid bin Muawiyah, dalam umur 80 tahun. Beliau wanita terakhir yang dinikah oleh Rasulillah SAW.
Ibnu Umar berkata :
Maimunah RA wafat pada tahun 61 Hijriah. Beliau istri Nabi SAW yang meninggal terakhir, yakni dalam umur 80 atau 81 tahun. Di umur lanjutnya, kesehatan beliau sempurna.”
Al-Hakim meriwayatkan dan menilai shohih riwayat ini. Dan Adzzahabi (ahli Hadits dan ahli sejarah Islam) setuju.


2016/05/18

Contoh Surat Perjanjian Syarikat Annan







Di dalam Haditsnya, Nasai membuatkan contoh Surat Perjanjian Annan (Menahan modal agar diputar). Berikut saya terjemahkan, agar teman-teman sadar bahwa ‘perjanjian’ sangat penting di dalam usaha bersama :

Syarikat Annan Tiga Orang

Ini persyarikatan 1...., 2...., dan 3..... yang dilakukan dengan akal sehat. Syarikat Annan ini, (bukan Mufawadhah). Modal 30.000 dirham, jelas, baik, tujuh timbangan.
Modal 30.000 dirham ini, milik mereka bertiga yang masing-masing membawa sepertiganya.
1.     Mereka berkewajiban mengembangkan modal dengan bertaqwa pada Allah, dan melaksanakan amanat.
2.     Persyarikatan ini dibatasi, dari dan untuk mereka.
3.     Mereka berhak kulak bermacam-macam dagangan, dengan kontan atau kridit, sekiranya perlu.
4.     Mereka berhak kulakan sendiri, tanpa musyawarah dengan dua temannya. Dengan kontan maupun kridit.
6.     Pekerjaan boleh dikerjakan oleh seorang, tanpa bantuan dua temannya.
7.     Pekerjaan untuk kepentingan mereka bertiga, sesuai kesepakatan.
8.     Risiko ditanggung bersama, sesuai kesepakatan.
9.     Kelebihan atau laba di atas modal yang disebutkan di dalam Surat ini, dibagi tiga.
10. Risiko atau kerugian ditanggung oleh mereka bertiga, sesuai modal.

(Naskah surat ini dijadikan tiga, dengan lafal yang sama. Tiap seorang membawa satu surat, sebagai pengikat).



Menyetujui           Menyetujui                     Menyetujui



(                  )         (                  )                  (                  ) [1]





شَرِكَةُ عَنَانٍ بَيْنَ ثَلَاثَةٍ " هَذَا مَا اشْتَرَكَ عَلَيْهِ فُلَانٌ وَفُلَانٌ، وَفُلَانٌ فِي صِحَّةِ عُقُولِهِمْ، وَجَوَازِ أَمْرِهِمْ، اشْتَرَكُوا شَرِكَةَ عَنَانٍ لَا شَرِكَةَ مُفَاوَضَةٍ بَيْنَهُمْ فِي ثَلَاثِينَ أَلْفَ دِرْهَمٍ وُضْحًا جِيَادًا، وَزْنَ سَبْعَةٍ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ عَشَرَةَ آلَافِ دِرْهَمٍ خَلَطُوهَا جَمِيعًا، فَصَارَتْ هَذِهِ الثَّلَاثِينَ أَلْفَ دِرْهَمٍ فِي أَيْدِيهِمْ مَخْلُوطَةً بِشَرِكَةٍ بَيْنَهُمْ أَثْلَاثًا عَلَى أَنْ يَعْمَلُوا فِيهِ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَأَدَاءِ الْأَمَانَةِ، مِنْ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ إِلَى كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ، وَيَشْتَرُونَ جَمِيعًا بِذَلِكَ، وَبِمَا رَأَوْا مِنْهُ اشْتِرَاءَهُ بِالنَّقْدِ، وَيَشْتَرُونَ بِالنَّسِيئَةِ عَلَيْهِ مَا رَأَوْا أَنْ يَشْتَرُوا مِنْ أَنْوَاعِ التِّجَارَاتِ، وَأَنْ يَشْتَرِيَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ عَلَى حِدَتِهِ دُونَ صَاحِبِهِ بِذَلِكَ، وَبِمَا رَأَى مِنْهُ مَا رَأَى اشْتِرَاءَهُ مِنْهُ بِالنَّقْدِ، وَبِمَا رَأَى اشْتِرَاءَهُ عَلَيْهِ بِالنَّسِيئَةِ يَعْمَلُونَ فِي ذَلِكَ كُلِّهِ مُجْتَمِعِينَ بِمَا رَأَوْا، وَيَعْمَلُ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ مُنْفَرِدًا بِهِ دُونَ صَاحِبِهِ بِمَا رَأَى جَائِزًا لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ فِي ذَلِكَ كُلِّهِ عَلَى نَفْسِهِ، وَعَلَى كُلِّ وَاحِدٍ مِنْ صَاحِبَيْهِ فِيمَا اجْتَمَعُوا عَلَيْهِ، وَفِيمَا انْفَرَدُوا بِهِ مِنْ ذَلِكَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ دُونَ الْآخَرَيْنِ فَمَا لَزِمَ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ فِي ذَلِكَ مِنْ قَلِيلٍ، وَمِنْ كَثِيرٍ فَهُوَ لَازِمٌ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْ صَاحِبَيْهِ وَهُوَ وَاجِبٌ عَلَيْهِمْ جَمِيعًا وَمَا رَزَقَ اللَّهُ فِي ذَلِكَ مِنْ فَضْلٍ وَرِبْحٍ عَلَى رَأْسِ مَالِهِمُ الْمُسَمَّى مَبْلَغُهُ فِي هَذَا الْكِتَابِ، فَهُوَ بَيْنَهُمْ أَثْلَاثًا، وَمَا كَانَ فِي ذَلِكَ مِنْ وَضِيعَةٍ وَتَبِعَةٍ فَهُوَ عَلَيْهِمْ أَثْلَاثًا عَلَى قَدْرِ رَأْسِ مَالِهِمْ، وَقَدْ كُتِبَ هَذَا الْكِتَابُ ثَلَاثَ نُسَخٍ مُتَسَاوِيَاتٍ بِأَلْفَاظٍ: وَاحِدَةٍ فِي يَدِ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْ فُلَانٍ وَفُلَانٍ وَفُلَانٍ، وَاحِدَةٌ وَثِيقَةً لَهُ أَقَرَّ فُلَانٌ وَفُلَانٌ وَفُلَانٌ ".

2016/05/07

Sambut Kedatangan Utusan Tuhan









Datang berarak-arak
“Mukimlah di desa kami, ya Tuan”
Semuanya permohonan dikabulkan
Rasul berhenti di depan
Rumah sahabat, Abu Ayub Al-Anshori
Tersenyum berseri-seri
Berlinang air matanya
Karena Baginda di depan rumahnya
Pada ibunya yang buta, dia berkata
“Baginda bukakan pintu.”
Setelah buka pintu
Berkata, “Andainya aku, melihat Baginda.”
Yakni Orang Pilihan SAW
Dia tenggelam di Laut Keajaiban
Berlinang airmata, terlalu bahagia
Laa Ilaaha illaa Alloohu MuhammadunRasulullooh


Ponpes Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia 

2015/03/22

Ayat Kursi




Kajian Bersambung
Surat Al-Baqarah 255 – 256

17 Asama Allah
{اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ () لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ () } [البقرة: 255، 256].



Artinya:
Allah, tiada Tuhan yang wajib disembah, kecuali Dia yang Maha Hidup Maha Merawat. Kantuk dan tidur takkan menyentuh Dia. Dia pemilik yang di beberapa langit dan yang di (beberapa) bumi. Tiada orang bersyafaat di sisiNya, kecuali dengan IdzinNya. Dia tahu yang di depan dan yang di belakang mereka. Mereka tak meliputi sedikitpun dari IlmuNya, kecuali yang Dia kehendaki. KursiNya memuat beberapa langit dan (beberapa) bumi. Merawat duanya, takkan memberatkan Dia. Dia Maha Alim Maha Agung. (255)


Kalau rijal (nama-nama perowi) dalam isnad (sandaran) Hadits Muslim dirunut hingga kami, maka ada Imam Assayuthi penulis kitab Al-Itqon. Di sana beliau menulis:

Ibnu Al-Munir berkata, “Ayat Kursi memuat beberapa Asma Allah Taala, tidak seperti Ayat lainnya. Ayat ini memuat 17 Asma Allah, ada yang jelas sekali, ada yang tersembunyi di dalam sebagiannya:
1.     Allah’.
2.     Huwa’.
3.     Al-Hayyu’.
4.     Al-Qayyuum’.
5.     Dhomir (Kata ganti) takhudzuhuu’.
6.     Lahuu’.
7.     IndaHuu’.
8.     Bi IdzniH’.
9.     Ya’lamu’.
10. ‘IlmiHii’.
11. Syaaa’.
12. KursiyyuHu’.
13. YauuduHuu’.
14. Dhomir mustatar (Kata ganti tertutup)nya hifdzuhumaa’.
15. WaHuwa’.
16. Al-‘Aliyyu’.
17. Al-‘Azhiiim’.”  [1]

Tiada paksaan di dalam agama (ini). Kebenaran dari kesesatan telah jelas. Barangsiapa mengkufuri Thoghut (Berhala), dan beriman pada Allah, berarti telah berpegangan pada tali yang lebih kuat. Tiada putus baginya. Allah Maha Dengar Maha Alim. (256)

Ayat ini mansukh bissaif.



Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia


وَقَالَ ابْنُ الْمُنِيرِ: اشْتَمَلَتْ آيَةُ الْكُرْسِيِّ عَلَى مَا لَمْ تَشْتَمِلْ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ أَسْمَاءِ اللَّهِ تَعَالَى، وَذَلِكَ أَنَّهَا مُشْتَمِلَةٌ عَلَى سَبْعَةَ عَشَرَ مَوْضِعًا، فِيهَا اسْمُ اللَّهِ تَعَالَى ظَاهِرًا فِي بَعْضِهَا وَمُسْتَكِنًّا فِي بَعْضٍ وَهِيَ: اللَّهُ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ضَمِيرُ {تَأْخُذُهُ} "وله" و"عنده" و"بإذنه" و"يعلم" و"علمه" و"شاء" و"كرسيه" و"يؤده" ضَمِيرُ "حِفْظُهُمَا" الْمُسْتَتِرُ الَّذِي هُوَ فَاعِلُ الْمَصْدَرُ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ.