SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2011/08/11

Tata Kerama

 
Jangan Mengolok-Olok Tokoh Agama

Ketika dengan bangga, kaum Yahudi berkata, “Kami penerus Nabi Ibrahim AS.” Allah menurunkan wahyu, “Inna aulannaasi bi Ibroohiima lalladziina aamanuu wa haadzannabiy" Sungguh lebih berhaknya manusia pada Ibrahim adalah kaum iman dan ini nabi SAW.
Ketika datang ke Madinah, Nabi SAW bertanya, “Kenapa kalian berpuasa?” Pada kaum Yahudi yang berpuasa pada tanggal 10 Muharram
Dengan bangga, mereka menjawab “Inilah hari Allah memberi Kemenangan pada Musa AS mengalahkan Fir’aun. Maka kami memuasai.”
Nabi bersabda, “Kami lebih berhak menjadi golongan Musa” Lalu perintah agar para sahabat berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Pernyataan Allah dan Rasulallah SAW di atas adalah, ajaran praktis bahwa mengolok-olok tokoh agama adalah, perbuatan yang kurang utama, karena akan menyulut api permusuhan antar umat. Kaum Yahudi berkata, “Qotalnal Masiicha Isa bna Maryama Rasulallah” Artinya: Kami yang telah membunuh Al-Masih Isa putra Maryam Utusan Allah AS.

Tigaratus tahun setelah itu dunia telah berubah, pengikut Isa SA telah menjadi orang-orang kuat, karena Raja Qusthanthin menjadi pengikut Isa SA. [1] Qusthanthin mengutus pasukan untuk menyerbu kaum Yahudi, sehingga terjadi pembunuhan besar-besaran.

Qusthanthin mengambil Salib dari kayu shalbut yang disebut-sebut, “Tempat penyaliban Al-Masih,” dari kaum Yahudi. Sayang sekali raja ambisius ini kekejamannya tidak hanya melanda kaum Yahudi. Rakyatnya pun dibakar hidup-hidup karena membangkang ‘Perintah Menyembah Salib’. Yang masih hidup dipedang dengan kejam.

[1] Qusthanthin: Constantin.

0 komentar:

Posting Komentar