Lisanul-Arab kamus bahasa Arab sohor di kalangan ulama lughot. Kamus ini lebih berbobot daripada Al-Munjid, karena
isinya lebih banyak. Melalui kamus ini kita bisa membaca: لسان العرب (3/ 385)
والمُلَبِّدُ
مِنَ الْمَطَرِ: الرَّشُّ؛ وَقَدْ لَبَّد الأَرضَ تَلْبِيدًا. ولُبَدٌ: اسْمُ
آخَرِ نُسُورِ لُقْمَانَ بْنِ عادٍ، سَمَّاهُ بِذَلِكَ لأَنه لَبِدَ فَبَقِيَ لَا
يَذْهَبُ وَلَا يَمُوتُ كاللَّبِدِ مِنَ الرِّجَالِ اللَّازِمِ لِرَحْلِهِ لَا
يُفَارِقُهُ؛ ولُبَدٌ يَنْصَرِفُ لأَنه لَيْسَ بِمَعْدُولٍ، وَتَزْعُمُ الْعَرَبُ
أَن لُقْمَانَ هُوَ الَّذِي بَعَثَتْهُ عَادٌ فِي وَفْدِهَا إِلى الْحَرَمِ
يَسْتَسْقِي لَهَا، فَلَمَّا أُهْلِكُوا خُيِّر لُقْمَانُ بَيْنَ بَقَاءِ سَبْعِ
بَعْرات سُمْر مِنْ أَظْبٍ عُفْر فِي جَبَلٍ وَعْر لَا يَمَسُّها القَطْرُ، أَو
بَقَاءِ سَبْعَةِ أَنْسُرٍ كُلَّمَا أُهْلِكَ نَسْرٌ خلَف بَعْدَهُ نَسْرٌ، فَاخْتَارَ
النُّسُور فَكَانَ آخِرُ نُسُورِهِ يُسَمَّى
لُبَداً.
Artinya:
Al-Mulabbid (Becek lengket) dari hujan,
artinya ‘guyuran’ (hujan). Sungguh hujan telah membuat tanah lengket secara
nyata.
Lubad nama akhir burung Nasr (milik) Luqman bin Ad. Luqman menamakan burung tersebut Lubad, karena burung itu
lengket dan menetap. Tidak bisa pergi dan tidak mati. Seperti kaum lelaki yang
lengket pada rumah mereka; tidak bisa keluar dari rumah. Lafal ‘Lubad’
bisa ditashrif karena bukan ma’dul (dibelokkan).
Kaum Arab yakin bahwa
Luqman inilah yang pernah diutus oleh Ad (kaum Nabi Hud AS), untuk berkunjung
ke Tanah Haram, untuk beristisqa’ (memohon hujan pada Allah),
untuk kaumnya.
Ketika mereka telah
dibinasakan oleh Allah (dengan hujan dan angin); Luqman disuruh memilih akan
hidup:
1.
Sepanjang umur tujuh unta liar, yakni kawanan kijang
berwarna terang, di gunung Wa’r kering, yang tak tersentuh air hujan.
2.
Atau seumur tujuh burung Nasr. Tiap
seekor burung mati; diteruskan lagi dengan burung Nasr lainnya.
Luqman memilih beberapa burung Nasr (untuk dipelihara). Burung
yang terakhir dinamakan Lubad.
Catatan “Luqman ini” bukan yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an yang
diberi hikmah oleh Allah.
Ponpes Mulya Abadi Mulungan
Ponpes Mulya Abadi Mulungan
0 komentar:
Posting Komentar