SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2012/07/20

BCh 2: Bedah Chilyah


Chilyatul-Auliya (حلية الأولياء) kitab Hadits yang dirujuk oleh kaum Shufi. Cerita di dalamnya banyak yang menarik. Kebanyakan mengarahkan manusia agar mementingkan akhirat daripada dunia: حلية الأولياء - (ج 2 / ص 483)
حدثنا أبي، وأبو محمد بن حيان، قالا: حدثنا أحمد بن محمد بن عمر، حدثنا عبد الله بن محمد بن عبيد، حدثنا داود بن عمر الضبي، حدثنا معتمر بن سليمان، عن أبيه، عن شهر بن حوشب، قال: ملك الموت جالس والدنيا بين ركبتيه، واللوح الذي فيه آجال بني آدم في يديه، وبين يديه ملائكة قيام وهو يعرض اللوح لا يطرف فإذا أتى على أجل عبد، قال: اقبضوا هذا! اقبضوا هذا!.

Arti (selain isnad)nya:
Syahr bin Chausyab (شَهْر بْن حَوْشَبٍ) murid sahabat nabi SAW yang bernama Jarir bin Abdillah (جَرِير بْن عَبْد اللَّه) RA, berkata, “Malaikat maut duduk; dunia di antara dua lututnya; papan yang di dalamnya tertulis ‘ajal-ajal kematian anak-cucu Adam’ dipegang dengan dua tangannya. Di depannya ada sejumlah malaikat yang berdiri. Malaikat maut menunjukkan papan-tulis dengan tidak berkedip. Jika melihat tulisan ajal-kematian seorang hamba, perintah ‘cabutlah ruhnya ini!’ Cabutlah ruhnya ini!’.” [1]


[1] Ibnu Chajar (ابن حجر) menukil tulisan Ibnu Abiddunya (اِبْن أَبِي الدُّنْيَا) tentang malaikat maut terakhir makhluq yang akan wafat: فتح الباري لابن حجر - (ج 18 / ص 397)
أَخْرَجَ اِبْن أَبِي الدُّنْيَا مِنْ طَرِيق مُحَمَّد بْن كَعْب الْقُرَظِيِّ قَالَ : بَلَغَنِي أَنَّ آخِر مَنْ يَمُوت مِنْ الْخَلَائِق مَلَك الْمَوْت ، فَيُقَال لَهُ : يَا مَلَكَ الْمَوْت مُتْ مَوْتًا لَا تَحْيَا بَعْده أَبَدًا . فَهَذَا لَوْ كَانَ ثَابِتًا لَكَانَ حُجَّةً فِي الرَّدّ عَلَى مَنْ زَعَمَ أَنَّهُ الَّذِي يُذْبَح لِكَوْنِهِ مَاتَ قَبْل ذَلِكَ مَوْتًا لَا حَيَاة بَعْده ، لَكِنَّهُ لَمْ يَثْبُت.

Artinya:
Ibnu Abiddunya mengeluarkan Hadits dari jalur Muhammad bin Kaeb Al-Quradli (مُحَمَّد بْن كَعْب الْقُرَظِيِّ): “(Kajian) yang telah sampai padaku ‘sesungguhnya akhir makhluq yang akan mati adalah malaikat maut’. Dia akan diperintah ‘matilah dengan kematian abadi yang takkan hidup lagi, setelahnya!’.”
Kalau Hadits ini tsabit (kuat), niscaya telah menjadi hujah untuk membantah orang yang meyakini bahwa yang akan disembelih di atas Shirathal-Mustaqim adalah malaikat maut. Karena dia telah mati sebelum itu, dengan kematian yang takkan hidup lagi setelahnya. Tetapi sungguh Hadits ini tidak tsabit (kuat).

0 komentar:

Posting Komentar