SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2014/11/19

Kisah Dalam Surat Yaasiin (2)




Terjemahan dari Ibnu Katsir
In syaa Allah Bersambung

Allah berkisah, “(Pada para Utusan), mereka berkata ‘sungguh kami mendapatkan nasib jelek karena kalian! Jika kalian serius tak mau berhenti (berdakwah)! Niscaya kami akan merajam kalian! Atau siksa pedih dari kami akan menyentuh kalian secara nyata!’.
Mereka menjawab ‘nasib jelek kalian bersama kalian. Masyak jika kalian diberi peringatan, (berakibat mendapatkan nasib jelek)? Yang benar justru kalian ini kaum melampaui batas’.
Dari ujung kota, seorang lelaki datang bergegas, untuk berkata ‘hai kaumku! Ikutilah para Utusan ini! Ikutilah orang yang tidak minta upah kalian! Mereka mendapatkan bimbingan’.”

Ibnu Abbas RA, Kaeb Al-Ahbar, dan Waheb bin Munabbih, berkata, “Penduduk desa tersebut akan membunuh tiga Utusan. Tiba-tiba seorang lelaki dari ujung kota datang dengan bergegas, untuk menyelamatkan mereka dari serangan masa.”
Ibnu Abbas RA, Kaeb Al-Ahbar, dan Waheb bin Munabbih, berkata, “Lelaki yang datang tersebut bernama Habib. Dia yang pekerjaannya membuat tali itu, terserang penyakit lepra. Dia ahli shodaqoh, setengah dari penghasilannya dishodaqohkan. Wawasannya cemerlang.”
Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas RA juga berkata, “Naman tokoh utama dalam surat Yaasiin, Habib. Dia terserang penyekit lepra.”
Abu Mijlaz melengkapi, “Nama dia Habib bin Maro.”
Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas RA melengkapi, “Naman tokoh utama dalam surat Yaasiin, Habib Annajar (tukang kayu). Dia dibunuh oleh kaumnya.”
Assuddi menambahkan, “Pekerjaan dia mencui pakaian.”
Umar bin Al-Hakam menjelaskan, “Pekerjaan dia tukang kayu.
Qatadah berkata, “Pekerjaan dia di sana, beribadah di dalam gua.” [1]


[1] تفسير ابن كثير (6/ 570)
{وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ (20) اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ (21) وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (22) أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلا يُنْقِذُونِ (23) إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ (24) إِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ (25) } .
قَالَ ابْنُ إِسْحَاقَ -فِيمَا بَلَغَهُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَكَعْبِ الْأَحْبَارِ وَوَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ-: إِنَّ أَهْلَ الْقَرْيَةِ هَمّوا بِقَتْلِ رُسُلِهِمْ فَجَاءَهُمْ رَجُلٌ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ يَسْعَى، أَيْ: لِيَنْصُرَهُمْ مِنْ قَوْمِهِ -قَالُوا: وَهُوَ حَبِيبٌ، وَكَانَ يَعْمَلُ الْجَرِيرَ -وَهُوَ الْحِبَالُ-وَكَانَ رَجُلًا سَقِيمًا قَدْ أَسْرَعَ فِيهِ الْجُذَامُ، وَكَانَ كَثِيرَ الصَّدَقَةِ، يَتَصَدَّقُ بِنِصْفِ كَسْبِهِ، مُسْتَقِيمَ النَّظْرَةِ.)
وَقَالَ ابْنُ إِسْحَاقَ عَنْ رَجُلٍ سَمَّاهُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ مِقْسَم -أَوْ: عَنْ مُجَاهِدٍ-عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: [كَانَ] اسْمُ صاحب يس حبيب، وَكَانَ الْجُذَامُ قَدْ أَسْرَعَ فِيهِ.
وَقَالَ الثَّوْرِيُّ، عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ، عَنْ أَبِي مجْلَز: كَانَ اسْمُهُ حَبِيبَ بْنَ مَرَى.
وَقَالَ شَبِيبُ بْنُ بِشْرٍ، عَنْ عِكْرِمَة، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ [أَيْضًا] قَالَ: اسْمُ صَاحِبِ يس حَبِيبٌ النَّجَّارُ، فَقَتَلَهُ قَوْمُهُ.
وَقَالَ السُّدِّيُّ: كَانَ قَصَّارا. وَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْحَكَمِ: كَانَ إِسْكَافًا. وَقَالَ قَتَادَةُ: كَانَ يتعبد في غار هناك.
{قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ} : يَحُضُّ قَوْمَهُ عَلَى اتِّبَاعِ الرُّسُلِ الَّذِينَ أَتَوْهُمْ، {اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا} أَيْ: عَلَى إِبْلَاغِ الرِّسَالَةِ، {وَهُمْ مُهْتَدُونَ} فِيمَا يَدْعُونَكُمْ إِلَيْهِ، مِنْ عِبَادَةِ اللَّهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ.

0 komentar:

Posting Komentar