SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2014/10/21

Anak Kecil Mengimami




Amer bin Salamah berkata, “Dulu saya sering berada di pos, tempat lalu-lalang kaum yang berdatangan pada Nabi SAW. Bila pulang, mereka melewati pos kami. Mereka mengkhabarkan ‘Nabi bersada demikian dan demikian’. Saat itu saya masih kecil yang banyak hafalanya. Saat itu saya telah hafal bacaan Al-Qur’an berjumlah banyak, karena (diajar oleh mereka).
Di dalam kelompok kaum, ayah pergi membawa saya, menuju Rasulillah SAW, untuk bertamu.
Rasulillah SAW mengajarkan shalat pada mereka. Lalu bersabda ‘yang mengimami kalian nanti, yang lebih pandai kalian dalam Bacaan Al-Qur’an’. Saya lebih pandai mereka dalam Bacaan Al-Qu’an. Karena memang sejak sebelumnya, saya sudah paling pandai.
Mereka menyuruh saya maju, untuk mengimami. Saya berpakaian selimut kecil berwarna kuning. Bila bersujud, (pantat) saya tampak. Seorang waita berkata ‘tutupi aurat Imam kalian dari kami!’.
Mereka membelikan gamis model Oman untuk saya. Setelah datang Islam, saya belum pernah bahagia seperti bahagia saya saat itu. Saya menjadi Imam shalat mereka, dalam umur tujuh atau dalapan tahun.” [1]



[1] سنن أبي داود (1/ 159)
585 - حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ سَلَمَةَ، قَالَ: كُنَّا بِحَاضِرٍ يَمُرُّ بِنَا النَّاسُ إِذَا أَتَوُا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانُوا إِذَا رَجَعُوا مَرُّوا بِنَا، فَأَخْبَرُونَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: كَذَا وَكَذَا وَكُنْتُ غُلَامًا حَافِظًا فَحَفِظْتُ مِنْ ذَلِكَ قُرْآنًا كَثِيرًا فَانْطَلَقَ أَبِي وَافِدًا [ص:160] إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَفَرٍ مِنْ قَوْمِهِ فَعَلَّمَهُمُ الصَّلَاةَ، فَقَالَ: «يَؤُمُّكُمْ أَقْرَؤُكُمْ» وَكُنْتُ أَقْرَأَهُمْ لِمَا كُنْتُ أَحْفَظُ فَقَدَّمُونِي فَكُنْتُ أَؤُمُّهُمْ وَعَلَيَّ بُرْدَةٌ لِي صَغِيرَةٌ صَفْرَاءُ، فَكُنْتُ إِذَا سَجَدْتُ تَكَشَّفَتْ عَنِّي، فَقَالَتْ: امْرَأَةٌ مِنَ النِّسَاءِ: وَارُوا عَنَّا عَوْرَةَ قَارِئِكُمْ، فَاشْتَرَوْا لِي قَمِيصًا عُمَانِيًّا، فَمَا فَرِحْتُ بِشَيْءٍ بَعْدَ الْإِسْلَامِ فَرَحِي بِهِ، فَكُنْتُ أَؤُمُّهُمْ وَأَنَا ابْنُ سَبْعِ سِنِينَ أَوْ ثَمَانِ سِنِينَ،
__________

[حكم الألباني] : صحيح.

1 komentar:

  1. Imam salat adalah seorang pemimpin makmum tentu bacaannya yang paling pandai dalam bertajuid selain ilmu agamanya yang paling banyak http://www-ldii-354.blogspot.com/

    BalasHapus