SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2014/12/23

Ibaadan Lanaa (Hamba-Hamba Kami)




Siapakah orang yang dalam Al-Qur’an disebut oleh Allah, “Ibaadan laNaa ulii basin syadiid (عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ), Hamba-Hamba Kami yang memiliki bahaya sangat dahsat?”.

Beberapa riwayat diterangkan oleh Ibnu Katsir. Tetapi yang dinilai sohih oleh beliau hanya ini:
Raja Bukhtunashar menaklukkan penduduk Syam, merobohkan Baitul-Maqdis, dan membunuh penduduknya. Setelah sampai Damaskus, dia menyaksikan darah menyembur di tempat kotoran binatang. Ketika bertanya, “Ini darah apa?.”
Dijawab, “Sejak kakek-kakek kami, darah itu sudah ada.”
Semakin penasaran pada darah tersebut, kemenangan Bukhtunashar semakin sempurna. Setelah dijumlah, ternyata kaum muslimiin Israil yang dibunuh berjumlah 70.000 orang. Bukhtunashar puas.
Hadits ini sohih, isnadnya sampai Said bin Al-Musayyab, dan Hadits ini masyhur. Bukhtunashar membunuh ulama dan tokoh-tokoh mereka. Hingga tak ada seorang pun dari mereka yang hafal Taurot. Keturunan para nabi AS dan lainnya, ditawan. Dan banyak sekali kejadian yang jika dijelaskan akan sangat panjang. Kalau riwayat-riwayatnya ada yang sohih, boleh ditulis dan disampaikan. Allah lebih tahu. [1]



[1] تفسير ابن كثير (5/ 48)
وَقَدْ رَوَى ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَ: سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ يَقُولُ: ظَهَرَ بُختنَصَّر عَلَى الشَّامِ، فَخَرَّبَ بَيْتَ الْمَقْدِسِ وَقَتَلَهُمْ، ثُمَّ أَتَى دِمَشْقَ فَوَجَدَ بِهَا دَمًا يَغْلِي عَلَى كِبًا، فَسَأَلَهُمْ: مَا هَذَا الدَّمُ؟ فَقَالُوا أَدْرَكْنَا آبَاءَنَا عَلَى هَذَا، وَكُلَّمَا ظَهَرَ عَلَيْهِ الْكِبَا ظَهَرَ. قَالَ: فَقَتَلَ عَلَى ذَلِكَ الدَّمِ سَبْعِينَ أَلْفًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَغَيْرِهِمْ، فَسَكَنَ وَهَذَا صَحِيحٌ إِلَى سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، وَهَذَا هُوَ الْمَشْهُورُ، وَأَنَّهُ قَتَلَ أَشْرَافَهُمْ وَعُلَمَاءَهُمْ، حَتَّى إِنَّهُ لَمْ يَبْقَ مَنْ يَحْفَظُ التَّوْرَاةَ، وَأَخَذَ مَعَهُ خَلْقًا مِنْهُمْ أَسْرَى مِنْ أَبْنَاءِ الْأَنْبِيَاءِ وَغَيْرِهِمْ، وَجَرَتْ أُمُورٌ وَكَوَائِنُ يَطُولُ ذِكْرُهَا. وَلَوْ وَجَدْنَا مَا هُوَ صَحِيحٌ أَوْ مَا يُقَارِبُهُ، لَجَازَ كِتَابَتُهُ وَرِوَايَتُهُ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.

0 komentar:

Posting Komentar