SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2011/06/09

PK 9: Panglima Perang Yahudi

(Bagian ke-9 dari seri tulisan Perang Khaibar[1])
Ada tiga sahabat nabi yang telah mengulurkan tangan untuk memegang daging beracun itu, namu belum sampai memakannya. Rasulullah perintah para sahabat yang yang keracunan agar dibekam (dicantuk) tengah kepala mereka. Rasulullah dibekam di bawah belikat kiri atau tengkuknya oleh Abu Hind (أَبُو هِنْدٍ) dengan tanduk dan pisau.

Umu Bisyr berkata, “Saya pernah masuk ke rumah Rasulillah ketika beliau sedang sakit yang berakibat wafat. Saat saya menyentuh; beliau sangat panas. Saya berkata ‘saya belum pernah menjumpai seorang pun yang panasnya seperti ini’. Rasulullah bersabda ‘sebagaimana pahala untuk kami dilipatkan, maka balak (الْبَلاَءُ /cobaan) pun juga demikian’.”
Orang-orang menyangka Rasulullah diserang penyakit lambung, beliau diganggu syaitan. Yang benar beliau sakit karena pengaruh makanan yang beliau makan bersama putra Umu Bisyr di Khaibar. Racun itu mengganggu terus hingga nabi wafat syahid.
Ada yang berkata, “Yang meninggal adalah Mubassyir bin Al-Bara’ (مُبَشّرُ بْنُ الْبَرَاءِ),” namun yang shahih dan disepakati para ulama adalah, “Bisyr bin Al-Bara’.”    
Menurut Ibrahim bin Ja’far, “Zainab yang telah meracuni Rasulillah SAW adalah putra Charits, yaitu termasuk lelaki terpemberani. Zainab juga kemenakan Yasar, orang paling sohor di Khaibar. Suami Zainab adalah tokoh besar bernama Sallam bin Misykam panglima perang Yahudi, tetapi karena sakit keras, maka diganti tugasnya oleh lainnya[2].
Yang ditunjuk oleh Rasulullah agar mengurusi jarahan Perang Khaibar adalah Farwah bin Amer Al-Bayadhi (فَرْوَةَ بْنَ عَمْرٍو الْبِيَاضِيّ). Farwah mengumpulkan jarahan perang di beteng Nathah, As-Syaq, dan Katibah.

[2] Ada yang menjelaskan penggantinya adalah Marchab. 

0 komentar:

Posting Komentar