SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label PS 107: Pembebasan Syam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PS 107: Pembebasan Syam. Tampilkan semua postingan

2015/04/13

PS 107: Pembebasan Syam




Di tengah lautan pasukan Salib itu, Raja Hiraqla berbahagiaketika mendengar dan menyaksian pernyataan, maupun kesemangatan para raja bawahan. Apalagi para raja sahabat hadir. Dari mereka, Hiraqla memilih lima Raja Romawi agar menjadi pemimpin besar.
Hiraqla memasang panji dari sutra Dibaj dihias emas. Lalu memindahkan Salib dari jauhari yang bertengger di atas kepalanya, pada sisi raja Rusia, bernama Qanathir (قناطير). Sebagai kehormatan. Sekaligus sebagai pertanda Pasukan akan segera diberangkatkan. 
Qanathir diperintah agar memimpin 100.000 pasukan berkuda, dari Kaum Shaqalibah (الصَّقَالِبَةُ) dan lainnya. Dengan bangga, Raja Qanathir menerima mahkota, busana, ikat pinggang, dan gelang kehormatan, dari Raja HiraqlaQanathir juga menerima panji besar dari sutra Dibaj putih, digambari matahari dari emas. 
Salib dari batu mulia jenis Zabarjad (الزَّبَرْجَدُ) hijau menaungi Raja Hiraqla, dipindahkan agar menaungi raja Amuriyah dan Maluriyah, bernama Jarjir (جرجير). Raja Jarjir diberi mahkota, busana, dan ikat pinggang kehormatan. Lalu diperintah agar memimpin 100.000 pasukan berkuda, yang terdiri dari bangsa Romawi. 
Dua Raja menyiapkan pasukan yang jumlahnya banyak sekali.

Raja Hiraqla memasang panji ketiga bergambar Salib, untuk diserahkan pada raja Constantinople (Qusthanthiniyah/القُسْطَنْطِينِيَة), bernama Raja Dirjan (الديرجان). Agar selanjutnya memimpin 100.000 pasukan berkuda, yang terdiri dari Bangsa Mughlith dan Perancis (Fraks/Ifranj/الإفْرَنْج). Raja Dirjan tampak lebih gagah, setelah diberi mahkota, busana, ikat pinggang, dan gelang kehormatan, dari Raja Hiraqla. Pasukan berkuda sejumlah 100.000 yang dipimpin, segera disiapkan.

Panji keempat berhias mutiara jenis Durr (الدُرّ), Jauhar (الجَوْهَر), dan segenggam emas. Dipasang lalu diberikan pada Mahan, raja Arman (Armenia). Mahan pembawa Salib dari mutiara jenis Yaqut (الياقوت), adalah raja bawahan Hiraqla yang sangat dicintai. Karena sangat pemberani dan pandai. Dia lah yang telah berkali-kali bergabung pada Raja Hiraqla, untuk memerangi dan mengobrak-abrik pasukan Persia dan Turki. Rasa cinta Hiraqla padanya ditampakkan dengan perlakuan istimewa. Pemberian anugrah padanya melebihi raja-raja sebelumnya.

Busana Mahan ditanggalkan untuk diganti busana mewah pemberian Hiraqla. Kepalanya diberi mahkota, tangannya diberi gelang, dan perutnya diberi ikat pinggang gemerlapan. Bahkan sejumlah pemberian lainnya diberikan, sebagai pertanda dia yang akan disuruh memimpin Raja-Raja lainnya.

Semua pasukan disiapkan. Teriakan Hiraqla didengarkan oleh lautan Pasukan, “Hai Mahan! Kau kuperintah agar memimpin ini semuanya! Perintah dan segala keputusan, berada ditanganmu!.”

Wakil-Wakil Raja Mahan adalah Raja Qanathir, Raja Jarjir, Raja Dirjan, dan Raja Qurin (قورين). Kepada mereka Hiraqla berkata, “Ketahuilah bahwa Salib-Salib yang kalian bawa berada di bawah Salib Mahan. Segala urusan penting maupun kebijakan harus kalian rundingkan dengan Mahan. Gerakkan pasukan-pasukan ini! Untuk mencari kaum Arab! Jangan takut! Belalah agama kalian yang tua dan syariat kalian yang lurus! Bagilah pasukan menjadi empat! Agar tidak merusak lingkungan yang akan dilalui atau ditempati! Karena jumlah kalian yang terlalu banyak ini!.”

Raja Hiraqla bergerak mendekat dan melepas, untuk mengganti busana Raja Jabalah dengan yang lebih mewah. Pada Jabalah, Hiraqla menyerahkan semua pasukan Nashrani dari Arab Ghasan (غسان), Lakhm (لخم),  dan Judzam (جذام). “Barisan kalian agar berada di paling depan! Karena segala sesuatu rusaknya justru dengan jenisnya sendiri. Yang mematahkan besi juga besi yang lebih keras!” Perintah Hiraqla.

Sebelum berangkat, semua Ulama Nahrani diperintah, agar memandikan para tokoh penting, dengan air Al-Ma'mudiyah (المعمودية). Para ulama Nashrani membacakan Injil, lalu menyalati-mati pada tokoh-tokoh penting. Upacara sakral ini sebagai pertanda 'perang mati-matian' akan segera dimulai.