SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2012/02/21

Allah Terkuat

Image result for lokasi perang badar



Perang Badar terdiri dua kubu. Kaum Muslimiin dipimpin oleh Rasulallah SAW didukung oleh Allah yang Terkuat dan para MalaikatNya. Kaum Musyrik dipimpin oleh Abu Jahl, didukung oleh Syaitan dan pasukannya.

Sebetulnya perang itu telah direncanakan oleh kaum Musyrik. Abu Sufyan telah menarik saham dari seluruh kaum Musyrik Makkah untuk modal dagang ke Syam, yang labanya dipergunakan sebagai bekal memerangi kaum Muslimiin.

Nabi SAW tahu bahwa Abu Sufyan dan kafilahnya dari Syam akan lewat, sehingga bersabda pada para sahabatnya, “Saya mendapatkan laporan bahwa kafilah Abu Sufyan akan lewat. Bukankah kalian mau ? Saya ajak menghadang mereka ? Dengan harapan semoga Allah memberikan Rampasan dari mereka untuk kita ?.”

Nabi SAW dan para sahabat berbondong-bondong, menyongsong kafilah Abu Sufyan.
Ternyata Abu Sufyan tahu kalau rombongannya akan dihalang-halangi, karena laporan dari mata-mata. Abu Sufyan berbelok untuk menyusuri jalan pantai, menghindari serangan nabi SAW dan para sahabatnya.

Melalui teriakan seorang utusan, Abu Jahl dan pasukannya tahu bahwa sahabat mereka yakni Abu Sufyan dan rombongannya, yang membawa harta berjumlah banyak, dihalang-halangi oleh Muslimiin.

Abu Jahl segera memberangkatkan pasukan untuk melindungi kafilah Abu Sufyan dari serangan Muslimiin.
Di tengah perjalanan Abu Jahl tahu bahwa kafilah Abu Sufyan telah selamat dan telah kabur melalui pantai. Namun dia bersikeras memberangkatkan pasukannya menuju Badr. Dia berkata, “Tidak ! Saya takkan pulang sebelum datang ke mata-air Badr ! Untuk berpesta daging unta dan arak ! Sambil menikmati nyanyian biduanita kita.”
Lalu mengarak pasukannya dengan menabuh genderang perang, dengan congkak dan sombong. Dan yakin bahwa mereka pasti akan menjadi pemenang.


Ketika tahu bahwa Abu Sufyan dan rombongan telah kabur, dan bahwa Abu Jahl yang tidak diperhitungkan ternyata justru telah datang, kaum Muslimiin berdebar-debar ketakutan bahkan yakin bahwa diri mereka akan segera mati oleh keganasan serangan Abu Jahl dan pasukannya.

Perang yang mendebarkan itu berakhir dengan Kemenangan Muslimiin atas kaum Musyrik. Kemenangan akbar itu diketahui telah direncanakan oleh Allah, karena setelah itu Allah berfirman:
وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ [الأنفال/7، 8].

Artinya:
Ketika itu Allah menjanjikan ‘satunya dua golongan’ untuk kalian: “Sungguh itu untuk kalian.” Namun kalian senang bahwa sungguh selain yang bersenjata (kafilah Abu Sufyan) yang untuk kalian. Padahal Allah ingin menghakkan kebenaran dengan KalimatNya, dan menumpas Akar Kaum Kafir. Untuk menghakkan Kebenaran dan membatalkan Kebatilan, walaupun kaum Berdosa benci. [Qs Al-Anfal 7-8].


Maksud penulis sederhana: “Di balik kehidupan nyata ini, ada kehidupan yang tidak tampak: Allah yang Terkuat, para Malaikat, dan para Syaitan. Allah Terkuat yang selalu disembah oleh para Malaikat, selalu mendukung para HambaNya yang taat. Sedangkan Syaitan selalu menggoda agar Hamba-Hamba Allah menetang Allah dan Rasulallah SAW.”

0 komentar:

Posting Komentar