Wardan dan pasukannya berlari lagi, menghindari serangan Khalid dan kaumnya. Barang-barang dan perbekalan ditinggalkan untuk mengurangi beban, agar bisa lari lebih cepat.
Doa Meluluhkan Hati Seseorang
Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah
Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis
Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki
Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan
Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’
Hibah Menurut Bukhori
Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.
Masuk Surga Paling Awal
Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”
2015/01/30
PS 27: Pembebasan Syam
Wardan dan pasukannya berlari lagi, menghindari serangan Khalid dan kaumnya. Barang-barang dan perbekalan ditinggalkan untuk mengurangi beban, agar bisa lari lebih cepat.
PS 26: Pembebasan Syam
Khalid memanggil, lalu berkata, “Rafi’! Setahu saya orang yang paling tahu beberapa daerah dan jalan-jalannya adalah kau! Kaulah yang telah berjasa menunjukkan jalan, hingga kami bisa datang di kota Arakah (أركة), melewati jalan yang sulit! Belum pernah ada pasukan yang mampu melewati jalan sejauh dan sesulit itu, sebelumnya. Menurutku, kau orang yang sangat cerdas. Ambillah pasukan seberapa jumlah yang kau sukai! Ajaklah mereka mencari di mana Dhirar sekarang! Semoga kau bisa menyusul mereka untuk melepaskan Dhirar! Jika kau berhasil melepaskan Dhirar! Kau dan kawan-kawanmu in syaa Allah pasti akan sangat gembira!.”
“Dengan senang hati tugas yang merupakan kehormatana ini akan saya laksanakan,” jawab Rafi’ bin Umairah (رافع بن عميرة).
Setelah menjawab, “Saya mendengar dan taat,” Rafi’ segera memberangkatkan pasukan.
Rafi’ mengecek keadaan lokasi dan sekitarnya, untuk mencari kepastian pasukan yang membawa Dhirar, telah melewati daerah itu atau belum.
Rafi’ mengajak pasukannya bersembunyi di Wadil Hayah (Jurang Kehidupan).
Di saat mereka bersembunyi dalam waktu lumayan lama, tiba-tiba ada debu beterbangan yang tampak dari jarak jauh. Dan terdengar suara derap kaki kawanan kuda.
Dhirar berada di tengah-tengah barisan.
Rafi’ bertakbir keras, setelah yakin bahwa lelaki yang dibawa pasukan berkuda itu, Dhirar.
Yang mengejutkan pasukan Muslimiin, sekelompok pasukan berkuda yang muncul dari jauh, berjumlah banyak sekali. Tapi lalu mereka berlarian kabur, semakin-lama semakin jauh. Pasukan itu ternyata benar-benar tidak muncul lagi. Rafi’ perintah, “Ayo kita kejar!.”
Rafi’ dan pasukannya memacu kuda, untuk mengejar pasukan yang telah berlari menjauh. Namun akhirnya Rafi’ menarik pasukannya menuju Wadil Hayah.
PS 25: Pembebasan Syam
Sore itu, dua kubu telah menarik pasukan masing-masing, untuk diistirahatkan. Tapi tidak demikian dengan Khaulah. Dia bertanya pada hampir semua orang Islam, “Apa kau tahu di mana sudara laki-lakiku (Dhirar) berada?.”
Untaian kalimat yang diucapkah oleh Khaulah dengan menangis, membuat pasukan Islam terharu. Hati mereka bergetar. Sedikit demi sedikit, mereka ikut menangis, sampai akhirnya semuanya ikut menangis, termasuk Khalid. Rasa cinta mereka pada Dhirar, dendam kepada musuh, kasihan pada Khaulah, berkecamuk di dalam hati mereka.
Namun tiba-tiba tampak dari kejauhan, sekelompok pasukan Romawi berkendaraan kuda. Berarak-arak panjang sekali. Mereka muncul dari daerah Al-Uqban (العقبان).
Khalid perintah, “Amankan mereka! Bawa kemari!.”
PS 24: Pembebasan Syam
Amir bin Thufail yang saat itu ikut bertempur, berkisah:
Khalid ikut mengamuk. Kaum Romawi berlarian pontang-panting bagaikan sampah disapu oleh badai.
Pimpinan tertinggi mereka, Wardan, bingung dan gusar. Dia mengingatkan pasukannya, berteriak, ‘Jangan lari dari mereka! Kalau kalian bertahan terus, justru mereka yang akan ketakutan menghadapi kita. Bala bantuan dari Damaskus segera datang membantu kalian!’.
Khalid semakin garang. Ia melancarkan serangan ke kanan dan kiri hingga membuat pasukan Romawi kocar-kacir. Yang lain berguguran dari kuda, tak berdaya. Mayat-mayat berserakan di mana-mana.















