Suara mereka menggemuruh bagai hujan lebat, turun ke bumi.
Setiap berhenti di dekat pintu gerbang, dia memberi semangat perang, pada pasukan yang berada di situ. ‘Sabar! Menghadapi Musuh Allah harus sabar!’.”
Di Romawi Timur, dia sangat diagung-agungkan.
Pasukan Romawi melemparkan batu-batu dan meluncurkan anak-panah bertubi-tubi. Beberapa lelaki Muslimiin terluka, bahkan Aban bin Sa’id bin Al-Ash terkena panah beracun. [2] Luka dia berat, sehingga terpaksa mundur lemas, dan diusung oleh saudara-saudaranya, menuju tempat yang aman.











